alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

DBD Mewabah, Puluhan Pasien Jalani Perawatan di RSUD Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah wabah Covid-19 yang mulai mereda, demam berdarah dengue (DBD) mengintai. Pun, jumlah pasien penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu di RSUD Kota Madiun dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren meningkat.

Pada November 2021 lalu, rumah sakit pelat merah tersebut merawat lima pasien DBD. Sebulan berselang, jumlah pasien melonjak menjadi 19. Sementara, dalam 11 hari terakhir di Januari 2022 ini ada 15 pasien yang menjalani perawatan. ‘’Sepuluh pasien sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang,’’ kata dr Dwi Indah Cahyani SpA, dokter spesialis anak RSUD Kota Madiun, Rabu (12/1/2022).

Cahyani menyebut, peningkatan kasus DBD dipengaruhi faktor musim penghujan. Pun, dia mengapresiasi langkah orang tua segera memeriksakan anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan. ‘’Ketika datang ke sini biasanya antara DBD derajat 1 atau 2. Jadi, kebanyakan belum terlambat diperiksakan ke rumah sakit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Youth Fest 2019 in Peceland Siapkan Pesta Ribuan Pelajar dan Wali Kota

Kendati demikian, warga diminta tidak khawatir berlebihan dengan DBD. Kuncinya waspada. Ketika mengalami demam segera diberi obat penurun. Kemudian, istirahat cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, disarankan makan minum banyak serta bergizi. ‘’Beratnya DBD itu salah satunya dipengaruhi ketidakcukupan cairan saat fase demam sehingga saat fase kritis mengalami shock,’’ ungkapnya. (kid/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah wabah Covid-19 yang mulai mereda, demam berdarah dengue (DBD) mengintai. Pun, jumlah pasien penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu di RSUD Kota Madiun dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren meningkat.

Pada November 2021 lalu, rumah sakit pelat merah tersebut merawat lima pasien DBD. Sebulan berselang, jumlah pasien melonjak menjadi 19. Sementara, dalam 11 hari terakhir di Januari 2022 ini ada 15 pasien yang menjalani perawatan. ‘’Sepuluh pasien sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang,’’ kata dr Dwi Indah Cahyani SpA, dokter spesialis anak RSUD Kota Madiun, Rabu (12/1/2022).

Cahyani menyebut, peningkatan kasus DBD dipengaruhi faktor musim penghujan. Pun, dia mengapresiasi langkah orang tua segera memeriksakan anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan. ‘’Ketika datang ke sini biasanya antara DBD derajat 1 atau 2. Jadi, kebanyakan belum terlambat diperiksakan ke rumah sakit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi Perkuat Kepedulian Warga Klorogan

Kendati demikian, warga diminta tidak khawatir berlebihan dengan DBD. Kuncinya waspada. Ketika mengalami demam segera diberi obat penurun. Kemudian, istirahat cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, disarankan makan minum banyak serta bergizi. ‘’Beratnya DBD itu salah satunya dipengaruhi ketidakcukupan cairan saat fase demam sehingga saat fase kritis mengalami shock,’’ ungkapnya. (kid/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/