alexametrics
24.6 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Gerombolan Monyet Jarah Kebun Durian Petani di Madiun

DAGANGAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah petani durian di Desa Segulung, Dagangan, buntung. Gegaranya, kawanan monyet menjarah buah durian mereka. ‘’Buah duren dirusak monyet,’’ kata Pardinto, salah seorang pemilik kebun durian, Rabu (12/1/2022).

daganganGerombolan monyet itu “memanen” buah durian yang masih di pohon. Merusak tangkai hingga buahnya jatuh. Selanjutnya memakan durian bila terkupas. Sebaliknya, ditinggalkan begitu saja jika tidak terkupas. ‘’Durian jadi rusak, belum masak sudah jatuh semua,’’ ujarnya.

Kawanan primata berekor panjang itu biasa menyatroni kebun durian sore hari. Terutama saat turun hujan dan pemilik tidak sedang di kebun. Gerombolan monyet datang dari hutan pinus tak jauh dari desa setempat. ‘’Hampir setiap musim pasti ada monyet-monyet yang ngrusak durian seperti ini,’’ ungkapnya sembari menyebut tupai juga menjadi hama durian.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Izinkan Siswa PAUD Kembali Bersekolah

Akibat ulah para monyet, panenan berkurang hingga seperempat bagian. Satu pohon biasanya dapat berbuah 40 biji. ‘’Ini sudah ada 10 buah yang dirusak monyet dari satu pohon saja,’’ jelas Pardinto.

Kerugian akibat serangan monyet ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah per pohon. Nilai itu merujuk harga jual di desa setempat yang jadi jujukan penikmat durian. Winanto, salah seorang pedagang, menyebut harga durian lokal Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu per buah.

‘’Pembeli yang ke sini dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, dan Ngawi. Ada juga dari Cepu (Jateng),’’ ujar pedagang yang kulakan dan jualan di desa itu. (den/c1/sat/her)

DAGANGAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah petani durian di Desa Segulung, Dagangan, buntung. Gegaranya, kawanan monyet menjarah buah durian mereka. ‘’Buah duren dirusak monyet,’’ kata Pardinto, salah seorang pemilik kebun durian, Rabu (12/1/2022).

daganganGerombolan monyet itu “memanen” buah durian yang masih di pohon. Merusak tangkai hingga buahnya jatuh. Selanjutnya memakan durian bila terkupas. Sebaliknya, ditinggalkan begitu saja jika tidak terkupas. ‘’Durian jadi rusak, belum masak sudah jatuh semua,’’ ujarnya.

Kawanan primata berekor panjang itu biasa menyatroni kebun durian sore hari. Terutama saat turun hujan dan pemilik tidak sedang di kebun. Gerombolan monyet datang dari hutan pinus tak jauh dari desa setempat. ‘’Hampir setiap musim pasti ada monyet-monyet yang ngrusak durian seperti ini,’’ ungkapnya sembari menyebut tupai juga menjadi hama durian.

Baca Juga :  Haram Konvoi Motor Pesilat di Suroan dan Suran Agung

Akibat ulah para monyet, panenan berkurang hingga seperempat bagian. Satu pohon biasanya dapat berbuah 40 biji. ‘’Ini sudah ada 10 buah yang dirusak monyet dari satu pohon saja,’’ jelas Pardinto.

Kerugian akibat serangan monyet ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah per pohon. Nilai itu merujuk harga jual di desa setempat yang jadi jujukan penikmat durian. Winanto, salah seorang pedagang, menyebut harga durian lokal Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu per buah.

‘’Pembeli yang ke sini dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, dan Ngawi. Ada juga dari Cepu (Jateng),’’ ujar pedagang yang kulakan dan jualan di desa itu. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/