alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Marak Otopet Elektrik di Jalanan, Polisi Janji Bakal Lakukan Sosialisasi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan otopet elektrik warna kuning belakangan kerap wira-wiri di sejumlah ruas jalan Kota Madiun. Dengan otopet sewaan itu, warga dapat berkeliling kota hanya dengan merogoh kocek Rp 20 ribu-Rp 30 ribu. Pun, pihak penjual jasa tidak mengabaikan unsur safety dengan mewajibkan customer mengenakan helm.

Bagaimana keberadaan otopet elektrik secara peraturan kelalulintasan? Kasatlantas Polres Kota Madiun AKP Dwi Jatmiko menyebutkan bahwa otopet elektrik masuk kategori moda transportasi dengan penggerak motor listrik. Aturan mainnya diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 45 Tahun 2020 ‘’Dibahas dalam peraturan itu, terutama soal keamanannya,’’ kata Dwi, Sabtu (11/2).

Sesuai aturan tersebut, pengendara otopet listrik harus sudah berusia minimal 12 tahun. Pun, pengendara sampai 15 tahun wajib didampingi orang tua. ‘’Tidak boleh melintas di jalan raya yang dilewati kendaraan besar, kecuali menggunakan jalur sepeda yang sudah disediakan,’’ tuturnya sembari menyebut dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan sosialisasi.

Baca Juga :  Legalitas Perizinan QNet Nihil

Dwi menyarankan penyedia jasa otopet elektrik memanfaatkan Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Sebab, areanya terbilang luas dan minim lalu-lalang kendaraan sehingga keamanan lebih terjamin. ‘’Yang penting aman dan tidak bahaya untuk pengendara,’’ ungkapnya.

Dia juga tidak merekomendasikan otopet elektrik dioperasikan pada malam hari lantaran tak ditunjang komponen lampu yang memadai. ‘’Kalaupun ada, tapi tidak seterang lampu kendaraan umumnya,’’ ujar Dwi. ‘’Jika terpaksa dipakai malam hari sebaiknya di tempat aman,’’ imbuhnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan otopet elektrik warna kuning belakangan kerap wira-wiri di sejumlah ruas jalan Kota Madiun. Dengan otopet sewaan itu, warga dapat berkeliling kota hanya dengan merogoh kocek Rp 20 ribu-Rp 30 ribu. Pun, pihak penjual jasa tidak mengabaikan unsur safety dengan mewajibkan customer mengenakan helm.

Bagaimana keberadaan otopet elektrik secara peraturan kelalulintasan? Kasatlantas Polres Kota Madiun AKP Dwi Jatmiko menyebutkan bahwa otopet elektrik masuk kategori moda transportasi dengan penggerak motor listrik. Aturan mainnya diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 45 Tahun 2020 ‘’Dibahas dalam peraturan itu, terutama soal keamanannya,’’ kata Dwi, Sabtu (11/2).

Sesuai aturan tersebut, pengendara otopet listrik harus sudah berusia minimal 12 tahun. Pun, pengendara sampai 15 tahun wajib didampingi orang tua. ‘’Tidak boleh melintas di jalan raya yang dilewati kendaraan besar, kecuali menggunakan jalur sepeda yang sudah disediakan,’’ tuturnya sembari menyebut dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan sosialisasi.

Baca Juga :  Masukkan Momen Self Discovery dalam Novel Semesta dan Kejutan-Nya

Dwi menyarankan penyedia jasa otopet elektrik memanfaatkan Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Sebab, areanya terbilang luas dan minim lalu-lalang kendaraan sehingga keamanan lebih terjamin. ‘’Yang penting aman dan tidak bahaya untuk pengendara,’’ ungkapnya.

Dia juga tidak merekomendasikan otopet elektrik dioperasikan pada malam hari lantaran tak ditunjang komponen lampu yang memadai. ‘’Kalaupun ada, tapi tidak seterang lampu kendaraan umumnya,’’ ujar Dwi. ‘’Jika terpaksa dipakai malam hari sebaiknya di tempat aman,’’ imbuhnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/