alexametrics
24.3 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

BUMDes Santosa Sumbergandu Bangun Toserba

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbergandu, Pilangkenceng, serius menata aset yang berpotensi menyumbang pendapatan asli desa (PADes). Pada 2021 ini, ditargetkan semua aset terkelola satu pintu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Santosa. ‘’Masih banyak aset dikelola sendiri,’’ kata Kepala Desa Sumbergandu Slamet Joko Santosa, Jumat (12/3).

Antara lain, aset lumbung pangan desa yang dikelola kelompok tersendiri. Ke depan, aset tersebut akan dialihkelolakan ke BUMDes. Termasuk pasar desa dan aset lainnya. ‘’Sudah kami buatkan perdes (peraturan desa), tahun ini ditargetkan selesai,’’ ujarnya.

Slamet mengungkapkan, sejak dibentuk 2016 lalu, progres BUMDes Santosa cukup baik. Bahkan, pemdes setempat hanya dua kali menyuntikkan modal. Yakni, Rp 40 juta pada 2016 dan setahun kemudian sekitar Rp 70 juta. ‘’Setelah itu sudah (BUMDes) mandiri,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pedagang Resmi Sunday Market Tembus 640 Orang

Saat ini BUMDes juga mengelola sejumlah usaha. Mulai fotokopi, alat tulis kantor (ATK), sembako, dan keperluan rumah tangga lain. Pun telah menyumbang PADes sekitar Rp 8 juta per tahun. Dia berharap alih kelola aset ke BUMDes dapat menyumbang PADes 200 persen. ‘’Target kami Rp 15 juta setahun,’’ ungkapnya. (tif/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbergandu, Pilangkenceng, serius menata aset yang berpotensi menyumbang pendapatan asli desa (PADes). Pada 2021 ini, ditargetkan semua aset terkelola satu pintu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Santosa. ‘’Masih banyak aset dikelola sendiri,’’ kata Kepala Desa Sumbergandu Slamet Joko Santosa, Jumat (12/3).

Antara lain, aset lumbung pangan desa yang dikelola kelompok tersendiri. Ke depan, aset tersebut akan dialihkelolakan ke BUMDes. Termasuk pasar desa dan aset lainnya. ‘’Sudah kami buatkan perdes (peraturan desa), tahun ini ditargetkan selesai,’’ ujarnya.

Slamet mengungkapkan, sejak dibentuk 2016 lalu, progres BUMDes Santosa cukup baik. Bahkan, pemdes setempat hanya dua kali menyuntikkan modal. Yakni, Rp 40 juta pada 2016 dan setahun kemudian sekitar Rp 70 juta. ‘’Setelah itu sudah (BUMDes) mandiri,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Peredaran Beras Sachet Tunggu Kepastian

Saat ini BUMDes juga mengelola sejumlah usaha. Mulai fotokopi, alat tulis kantor (ATK), sembako, dan keperluan rumah tangga lain. Pun telah menyumbang PADes sekitar Rp 8 juta per tahun. Dia berharap alih kelola aset ke BUMDes dapat menyumbang PADes 200 persen. ‘’Target kami Rp 15 juta setahun,’’ ungkapnya. (tif/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/