alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Harga Naik, Dinas Perdagangan Intens Pantau Penyaluran Elpiji di Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas perdagangan (disdag) intens melakukan pemantauan stok elpiji di pasaran. Itu dilakukan seiring adanya tren migrasi penggunaan elpiji nonsubsidi ke jenis bersubsidi. ‘’Ada pengawasan dari PPNS-PK (penyidik pegawai negeri sipil pengawasan konsumen) di setiap daerah,’’ kata Tri Prasetyaningrum, analis perdagangan ahli muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Sabtu (12/3).

Ya, sudah sekitar dua pekan harga elpiji nonsubsidi naik. Jenis tabung 12 kilogram kini harus ditebus sekitar Rp 180 ribu. Imbasnya, pelanggan yang biasa menggunakan tabung itu memilih beralih ke elpiji subsidi yang harganya hanya Rp 16 ribu per tiga kilogram.

Tri menjelaskan, elpiji tiga kilogram hanya dikhususkan untuk kelompok rumah tangga; usaha mikro, kecil, dan menenagah (UMKM); nelayan; dan petani sesuai sasaran distribusi. ‘’Kami hanya mendampingi jika ada satgas PPNS-PK sedang ke lapangan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pilpres Dongkrak Partisipasi Pemilih

Sementara, Section Head Communication and Relations PT Pertamina Jatimbalinus Arya Yusa Dwi Candra mengklaim bahwa penyaluran elpiji sejauh ini aman. Data per Februari lalu, wilayah Jawa Timur digelontor elpiji subsidi sebanyak 101.192 ton dan nonsubsidi 3.934 ton. ‘’Distribusi di lapangan kami awasi,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, soal penyaluran yang tepat sasaran merupakan kewengan pemangku kebijakan daerah setempat. Pertamina sebatas memastikan regulasi yang ditetapkan pemerintah berjalan dengan baik. Meski begitu, pihaknya juga meminta pangkalan dan agen untuk rajin mencatat logbook sehingga penyaluran dapat terpantau sesuai kuota. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas perdagangan (disdag) intens melakukan pemantauan stok elpiji di pasaran. Itu dilakukan seiring adanya tren migrasi penggunaan elpiji nonsubsidi ke jenis bersubsidi. ‘’Ada pengawasan dari PPNS-PK (penyidik pegawai negeri sipil pengawasan konsumen) di setiap daerah,’’ kata Tri Prasetyaningrum, analis perdagangan ahli muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Sabtu (12/3).

Ya, sudah sekitar dua pekan harga elpiji nonsubsidi naik. Jenis tabung 12 kilogram kini harus ditebus sekitar Rp 180 ribu. Imbasnya, pelanggan yang biasa menggunakan tabung itu memilih beralih ke elpiji subsidi yang harganya hanya Rp 16 ribu per tiga kilogram.

Tri menjelaskan, elpiji tiga kilogram hanya dikhususkan untuk kelompok rumah tangga; usaha mikro, kecil, dan menenagah (UMKM); nelayan; dan petani sesuai sasaran distribusi. ‘’Kami hanya mendampingi jika ada satgas PPNS-PK sedang ke lapangan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Anggaran Penanganan Covid-19 Diklaim Aman

Sementara, Section Head Communication and Relations PT Pertamina Jatimbalinus Arya Yusa Dwi Candra mengklaim bahwa penyaluran elpiji sejauh ini aman. Data per Februari lalu, wilayah Jawa Timur digelontor elpiji subsidi sebanyak 101.192 ton dan nonsubsidi 3.934 ton. ‘’Distribusi di lapangan kami awasi,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, soal penyaluran yang tepat sasaran merupakan kewengan pemangku kebijakan daerah setempat. Pertamina sebatas memastikan regulasi yang ditetapkan pemerintah berjalan dengan baik. Meski begitu, pihaknya juga meminta pangkalan dan agen untuk rajin mencatat logbook sehingga penyaluran dapat terpantau sesuai kuota. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/