alexametrics
24.3 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Nyawa Terenggut di Jalur Maut

MADIUN – Abdul Rouf Aliudin meregang nyawa di balik kemudi Daihatsu Xenia, dini hari (11/4). Sekitar pukul 00.30, mobil bernomor L 1557 PY yang ditungganginya sendirian bertabrakan dengan Bus Restu N 7769 UG di Jalan Raya Madiun-Surabaya. Bodi mobil itu sampai remuk tak berbentuk. Sementara bus jurusan Ponorogo-Malang itu ringsek bodi depan.

Maut seketika menjemput pengendara 41 tahun asal RT 9, RW 13, Embong Kaliasin,  Genteng, Surabaya itu. Saat petugas datang, nyawanya sudah tak tertolong. ‘’Dia terluka parah dan langsung divisum ke RSUD Caruban,’’ ungkap Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono, kemarin. (11/4).

Menurut Nanang, kecelakaan bermula saat mobil plat Surabaya itu melaju kencang dari arah timur ke barat. Di tempat kejadian perkara (TKP), mobil kelir merah oleng ke kanan hingga melewati garis marka jalan. Bertabrakan dengan bus yang dikemudikan Karyanto, 48, warga RT/RW 01, Pranggang, Plosoklaten, Kabupaten Kediri. ‘’Awak dan seluruh penumpang bus selamat. Tidak ada yang terluka parah,’’ tambahnya.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Operasional Sejumlah Sektor Dilonggarkan

Usai kecelakaan, petugas langsung melokalisir TKP dan mengamankan dua kendaraan beda ukuran itu ke Terminal Caruban. Proses evakuasi berlangsung lancar. Minus kemacetan dalam kejadian dini hari tersebut. ‘’Tak lama berselang, lalu-lintas kembali lancar,’’ tegasnya.

Nanang menyebut, TKP persis di zona rawan kecelakaan (blackspot). Di jalur maut itu, ruas jalan lebar tapi minim penerangan. Sangat rawan saat dilintasi malam hingga dini hari. ‘’Kami imbau pengendara lebih berhati-hati,’’ tandasnya. (fat/fin)

MADIUN – Abdul Rouf Aliudin meregang nyawa di balik kemudi Daihatsu Xenia, dini hari (11/4). Sekitar pukul 00.30, mobil bernomor L 1557 PY yang ditungganginya sendirian bertabrakan dengan Bus Restu N 7769 UG di Jalan Raya Madiun-Surabaya. Bodi mobil itu sampai remuk tak berbentuk. Sementara bus jurusan Ponorogo-Malang itu ringsek bodi depan.

Maut seketika menjemput pengendara 41 tahun asal RT 9, RW 13, Embong Kaliasin,  Genteng, Surabaya itu. Saat petugas datang, nyawanya sudah tak tertolong. ‘’Dia terluka parah dan langsung divisum ke RSUD Caruban,’’ ungkap Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono, kemarin. (11/4).

Menurut Nanang, kecelakaan bermula saat mobil plat Surabaya itu melaju kencang dari arah timur ke barat. Di tempat kejadian perkara (TKP), mobil kelir merah oleng ke kanan hingga melewati garis marka jalan. Bertabrakan dengan bus yang dikemudikan Karyanto, 48, warga RT/RW 01, Pranggang, Plosoklaten, Kabupaten Kediri. ‘’Awak dan seluruh penumpang bus selamat. Tidak ada yang terluka parah,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Akad Nikah di Kota Madiun Tak Terpengaruh Pandemi

Usai kecelakaan, petugas langsung melokalisir TKP dan mengamankan dua kendaraan beda ukuran itu ke Terminal Caruban. Proses evakuasi berlangsung lancar. Minus kemacetan dalam kejadian dini hari tersebut. ‘’Tak lama berselang, lalu-lintas kembali lancar,’’ tegasnya.

Nanang menyebut, TKP persis di zona rawan kecelakaan (blackspot). Di jalur maut itu, ruas jalan lebar tapi minim penerangan. Sangat rawan saat dilintasi malam hingga dini hari. ‘’Kami imbau pengendara lebih berhati-hati,’’ tandasnya. (fat/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/