alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Pengalaman Aryo Kartono Dua Dekade Jadi Mranggi

Meski zaman sudah serbamodern, keris tidak kehilangan pamor. Pun, Aryo Kartono yang merupakan seorang mranggi masih dibutuhkan jasanya marangi keris. Bagaimana kisahnya ?

=====================

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

DI trotoar sempit depan rumahnya di Jalan Pandan, siang itu Aryo Kartono tampak sedang merendam keris dalam wadah berisi cairan warangan dan jeruk. Beberapa menit kemudian, keris diangkat dan dikeplok dengan cairan warangan benar-benar meresap ke dalam pori-porinya.

Setelah dirasa cukup, Aryo membilas keris tersebut dengan air bersih. Lalu, diberi sabun dan disikat. Setelah itu, kembali dibilas, kemudian dikeringkan dengan handuk. ‘’Prosesnya bisa sampai tiga kali, sesuai kebutuhan,’’ ujarnya. ”Marangi keris itu kadang gagal juga,’’ imbuh pria 67 tahun itu.

Sudah 20 tahun Aryo menekuni pekerjaan sebagai mranggi, sebutan untuk ahli marangi keris. Pun, dia dituntut memahami usia keris. ‘’Hari saat marangi juga harus diperhitungkan, khususnya untuk keris yang sudah tua,’’ terang ayah empat anak itu.

Baca Juga :  Beban Ganda Perawat, Rawan Terpapar Korona dan Kerap Mendapat Stereotip Negatif

Proses marangi keris bertujuan agar awet, antikarat, dan memperindah penampilan. Memunculkan kembali pamornya. ‘’Setiap pamor mengandung filosofi tersendiri. Misalnya udan mas, itu bermakna agar pemiliknya dapat banyak rezeki,’’ tuturnya.

Keahlian Aryo marangi keris tidak diperoleh secara instan. Dia terlebih dulu nyantrik kepada empu di Jogjakarta dan Solo selama bertahun-tahun. Aryo sengaja berguru ke kedua kota itu lantaran para empunya memiliki sanad keilmuan yang jelas. ”Sekarang orang lebih suka belajar lewat internet, makanya banyak yang salah kaprah,’’ ungkapnya.

Saat ini Aryo membanderol jasanya membersihkan keris Rp 50.000. Pun, dia nyambi berjualan keris dengan harga bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. ”Ada yang bilang keris nggak boleh dijual, lha terus empu makan apa,’’ selorohnya. *** (isd/c1)

Meski zaman sudah serbamodern, keris tidak kehilangan pamor. Pun, Aryo Kartono yang merupakan seorang mranggi masih dibutuhkan jasanya marangi keris. Bagaimana kisahnya ?

=====================

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

DI trotoar sempit depan rumahnya di Jalan Pandan, siang itu Aryo Kartono tampak sedang merendam keris dalam wadah berisi cairan warangan dan jeruk. Beberapa menit kemudian, keris diangkat dan dikeplok dengan cairan warangan benar-benar meresap ke dalam pori-porinya.

Setelah dirasa cukup, Aryo membilas keris tersebut dengan air bersih. Lalu, diberi sabun dan disikat. Setelah itu, kembali dibilas, kemudian dikeringkan dengan handuk. ‘’Prosesnya bisa sampai tiga kali, sesuai kebutuhan,’’ ujarnya. ”Marangi keris itu kadang gagal juga,’’ imbuh pria 67 tahun itu.

Sudah 20 tahun Aryo menekuni pekerjaan sebagai mranggi, sebutan untuk ahli marangi keris. Pun, dia dituntut memahami usia keris. ‘’Hari saat marangi juga harus diperhitungkan, khususnya untuk keris yang sudah tua,’’ terang ayah empat anak itu.

Baca Juga :  Jaga Kurva Landai Korona, Puncak Pandemi Diperkirakan Juni

Proses marangi keris bertujuan agar awet, antikarat, dan memperindah penampilan. Memunculkan kembali pamornya. ‘’Setiap pamor mengandung filosofi tersendiri. Misalnya udan mas, itu bermakna agar pemiliknya dapat banyak rezeki,’’ tuturnya.

Keahlian Aryo marangi keris tidak diperoleh secara instan. Dia terlebih dulu nyantrik kepada empu di Jogjakarta dan Solo selama bertahun-tahun. Aryo sengaja berguru ke kedua kota itu lantaran para empunya memiliki sanad keilmuan yang jelas. ”Sekarang orang lebih suka belajar lewat internet, makanya banyak yang salah kaprah,’’ ungkapnya.

Saat ini Aryo membanderol jasanya membersihkan keris Rp 50.000. Pun, dia nyambi berjualan keris dengan harga bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. ”Ada yang bilang keris nggak boleh dijual, lha terus empu makan apa,’’ selorohnya. *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/