alexametrics
24.8 C
Madiun
Sunday, May 15, 2022

Sisa Mamin Pasien Covid-19 ’’Turun Kelas’’ ke Limbah Domestik

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sisa makanan dan minuman (mamin) pasien Covid-19 kini tidak lagi masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Itu mengacu Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor HK 02.02/1/1124/2022 tentang Pengolahan Limbah Medis Berupa Sisa Makanan dari Kegiatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Isolasi atau Karantina dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). ‘’Sekarang masuk limbah domestik,’’ kata Danang Hadiarto, penyuluh lingkungan hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Minggu (13/3).

Meski begitu, limbah jenis itu tetap mendapat perlakuan khusus. Yakni, disterilisasi dengan disinfektan saat hendak dibuang. Pun, petugas pemungut sampah wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, baik di dalam maupun luar ruangan.

Baca Juga :  Backup Bus Sekolah, Lyn Gratis Beroperasi

Jika tidak memiliki APD lengkap, kata Danang, minimal memakai masker, apron, sarung tangan, kacamata, dan sepatu boot. Pun, mereka wajib koordinasi dengan DLH terkait pembuangan sampah medisnya.

Sekadar diketahui, Kemenkes menyebutkan bahwa limbah B3 mengalami peningkatan signifikan selama dua tahun pandemi. Baik berupa sisa makanan pasien, APD, maupun barang lain dengan kategori infeksius. Namun, seiring berkurangnya kasus Covid-19, pihak kementerian memperbarui regulasi penanganan limbah medis tersebut. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sisa makanan dan minuman (mamin) pasien Covid-19 kini tidak lagi masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Itu mengacu Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor HK 02.02/1/1124/2022 tentang Pengolahan Limbah Medis Berupa Sisa Makanan dari Kegiatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Isolasi atau Karantina dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). ‘’Sekarang masuk limbah domestik,’’ kata Danang Hadiarto, penyuluh lingkungan hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Minggu (13/3).

Meski begitu, limbah jenis itu tetap mendapat perlakuan khusus. Yakni, disterilisasi dengan disinfektan saat hendak dibuang. Pun, petugas pemungut sampah wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, baik di dalam maupun luar ruangan.

Baca Juga :  Driver Ojek Online Diduga Tewas Dibunuh

Jika tidak memiliki APD lengkap, kata Danang, minimal memakai masker, apron, sarung tangan, kacamata, dan sepatu boot. Pun, mereka wajib koordinasi dengan DLH terkait pembuangan sampah medisnya.

Sekadar diketahui, Kemenkes menyebutkan bahwa limbah B3 mengalami peningkatan signifikan selama dua tahun pandemi. Baik berupa sisa makanan pasien, APD, maupun barang lain dengan kategori infeksius. Namun, seiring berkurangnya kasus Covid-19, pihak kementerian memperbarui regulasi penanganan limbah medis tersebut. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/