alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Diduga Terkontaminasi Bakteri, BPOM Rekomendasikan Tarik Peredaran Kinder Joy

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Para orang tua kini harus pintar-pintar membujuk buah hatinya saat merengek minta dibelikan Kinder Joy. Pasalnya, produk telur cokelat impor itu untuk sementara dilarang beredar di Indonesia lantaran diduga terkontaminasi bakteri Salmonella.

‘’Kami sudah mendapat konfirmasi dari Balai Besar POM (pengawas obat dan makanan) Surabaya,’’ kata Tri Prasetyaningrum, analis perdagangan ahli muda Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun, Rabu (13/4).

Tri menjelaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menghentikan peredaran Kinder Joy menyusul peringatan publik dari Food Standard Agency (FSA) Inggris. Itu setelah temuan puluhan anak di benua Eropa diduga terkontaminasi bakteri Salmonella.

Paparan bakteri itu, lanjut dia, ditandai dengan gejala ringan seperti diare, demam, dan keram perut. ‘’Sebenarnya produk yang ditarik peredarannya itu hanya dari pabrikan Belgia. Sedangkan yang beredar dan terdaftar BPOM RI buatan India. Tapi, sebagai bentuk kehati-hatian, sementara ditarik semua karena dua produsen itu satu grup perusahaan (Ferrero Group, Red),’’ paparnya.

Baca Juga :  Kadinkes Kota Madiun Sebut Anak Punya Hak untuk Vaksin

Tri memerinci, produk yang ditarik di antaranya merek Kinder Surprise kemasan tunggal (20 gram) dan isi tiga (@20 gram) dengan batas kedaluwarsa sampai 17 Oktober 2022. Selain itu, Kinder Mini Eggs dan Kinder Egg Hunt (selengkapnya lihat grafis).

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, kata Tri, BPOM bakal melakukan random sampling dan pengujian produk Kinder di seluruh wilayah Indonesia bersamaan penghentian peredarannya. ‘’Sampai nanti dinyatakan aman,’’ ujarnya. ‘’Kita tunggu saja hasil dari BPOM yang pastinya akan diumumkan ke publik,’’ imbuhnya.

Tri menambahkan, hasil sidak ditemukan sejumlah toko ritel modern masih memajang produk Kinder Joy. Sedangkan yang telah menarik dari rak displai salah satunya minimarket berjejaring di depan RSUD dr Soedono. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Para orang tua kini harus pintar-pintar membujuk buah hatinya saat merengek minta dibelikan Kinder Joy. Pasalnya, produk telur cokelat impor itu untuk sementara dilarang beredar di Indonesia lantaran diduga terkontaminasi bakteri Salmonella.

‘’Kami sudah mendapat konfirmasi dari Balai Besar POM (pengawas obat dan makanan) Surabaya,’’ kata Tri Prasetyaningrum, analis perdagangan ahli muda Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun, Rabu (13/4).

Tri menjelaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menghentikan peredaran Kinder Joy menyusul peringatan publik dari Food Standard Agency (FSA) Inggris. Itu setelah temuan puluhan anak di benua Eropa diduga terkontaminasi bakteri Salmonella.

Paparan bakteri itu, lanjut dia, ditandai dengan gejala ringan seperti diare, demam, dan keram perut. ‘’Sebenarnya produk yang ditarik peredarannya itu hanya dari pabrikan Belgia. Sedangkan yang beredar dan terdaftar BPOM RI buatan India. Tapi, sebagai bentuk kehati-hatian, sementara ditarik semua karena dua produsen itu satu grup perusahaan (Ferrero Group, Red),’’ paparnya.

Baca Juga :  Kasus Aktif Turun, Kota Madiun Tetap PPKM Level 4

Tri memerinci, produk yang ditarik di antaranya merek Kinder Surprise kemasan tunggal (20 gram) dan isi tiga (@20 gram) dengan batas kedaluwarsa sampai 17 Oktober 2022. Selain itu, Kinder Mini Eggs dan Kinder Egg Hunt (selengkapnya lihat grafis).

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, kata Tri, BPOM bakal melakukan random sampling dan pengujian produk Kinder di seluruh wilayah Indonesia bersamaan penghentian peredarannya. ‘’Sampai nanti dinyatakan aman,’’ ujarnya. ‘’Kita tunggu saja hasil dari BPOM yang pastinya akan diumumkan ke publik,’’ imbuhnya.

Tri menambahkan, hasil sidak ditemukan sejumlah toko ritel modern masih memajang produk Kinder Joy. Sedangkan yang telah menarik dari rak displai salah satunya minimarket berjejaring di depan RSUD dr Soedono. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/