alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Gagal Berangkat Haji, Pilih Pasrah dan Berharap Tetap Sehat

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pasrah pemerintah. Itu sikap Nursalim, warga Desa Pucanganom, Kebonsari. Pria 91 tahun tersebut merupakan calon jamaah haji (CJH) tertua di Kabupaten Madiun yang mestinya berangkat ke Tanah Suci tahun ini namun batal karena pandemi Covid-19. ‘’Agak kecewa, tapi tidak apa-apa tidak jadi berangkat tahun ini,’’ kata Nursalim, Minggu (13/6).

Nursalim merupakan satu dari 400 lebih CJH Kabupaten Madiun yang batal berhaji tahun ini. Kendati keberangkatannya tertunda, Nursalim berharap tetap diberi kesehatan. Sebab, sudah 10 bulan terakhir hari-harinya dihabiskan di kursi roda. ‘’Yang penting sehat, biar bisa haji tahun depan,’’ tuturnya.

Dua tahun sudah niat Nursalim berhaji terpaksa ditunda karena korona. Penundaan pertama pada 2020 dan yang kedua tahun ini. Padahal, dia sudah menunggu sejak 2013 silam bersamaan pendaftaran haji kala itu. Pun, Nursalim harus mengumpulkan uang hasil bertani sedikit demi sedikit untuk menutup biaya haji. ‘’Bayar dari hasil panen padi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Erdila Kristy Larasaty Terpaksa Resign demi Tuntaskan Novel Kedua

Terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Muhamat Basid menyebutkan bahwa 10 nama CJH telah meninggal dunia. Mereka yang sudah membayar haji dan gagal berangkat itu satu kloter dengan Nursalim. Yakni, CJH yang keberangkatannya tertunda dua kali. ‘’Porsi CJH yang meninggal itu diteruskan oleh ahli waris,’’ ujar Basid. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pasrah pemerintah. Itu sikap Nursalim, warga Desa Pucanganom, Kebonsari. Pria 91 tahun tersebut merupakan calon jamaah haji (CJH) tertua di Kabupaten Madiun yang mestinya berangkat ke Tanah Suci tahun ini namun batal karena pandemi Covid-19. ‘’Agak kecewa, tapi tidak apa-apa tidak jadi berangkat tahun ini,’’ kata Nursalim, Minggu (13/6).

Nursalim merupakan satu dari 400 lebih CJH Kabupaten Madiun yang batal berhaji tahun ini. Kendati keberangkatannya tertunda, Nursalim berharap tetap diberi kesehatan. Sebab, sudah 10 bulan terakhir hari-harinya dihabiskan di kursi roda. ‘’Yang penting sehat, biar bisa haji tahun depan,’’ tuturnya.

Dua tahun sudah niat Nursalim berhaji terpaksa ditunda karena korona. Penundaan pertama pada 2020 dan yang kedua tahun ini. Padahal, dia sudah menunggu sejak 2013 silam bersamaan pendaftaran haji kala itu. Pun, Nursalim harus mengumpulkan uang hasil bertani sedikit demi sedikit untuk menutup biaya haji. ‘’Bayar dari hasil panen padi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  E-Inobus Sanggup Ngacir 18 Jam

Terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Muhamat Basid menyebutkan bahwa 10 nama CJH telah meninggal dunia. Mereka yang sudah membayar haji dan gagal berangkat itu satu kloter dengan Nursalim. Yakni, CJH yang keberangkatannya tertunda dua kali. ‘’Porsi CJH yang meninggal itu diteruskan oleh ahli waris,’’ ujar Basid. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/