alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Sudah Divaksin, Jangan Merasa Kuat lantas Abai Prokes!

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak cukup hanya menerapkan 5M untuk menekan sebaran Covid-19 di Kota Madiun. Pemkot menambah 1M lagi, yakni minum susu dan makanan bergizi. Arahan itu acap disampaikan Wali Kota Madiun Maidi dalam berbagai kesempatan. Sebagai langkah mengoptimalkan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani mengungkapkan, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dinilai cukup tinggi. Memakai masker, misalnya, kota ini terbilang disiplin dibanding daerah lain di Madiun Raya. Salah satu indikatornya, orang merasa malu, bahkan aneh jika tidak mengenakan masker di ruang publik. ‘’Kesadaran masyarakat semakin tinggi,’’ klaim Denik.

Baca Juga :  Masyarakat Beraktivitas seperti Biasa di Tengah Pandemi

Untuk langkah antisipasi persebaran Covid-19 di kota ini, Denik tetap menerapkan strategi utama tracing, testing, treatment (3T). Upaya itu diperkuat dengan koordinasi masif di tingkat puskesmas, kelurahan, terutama RT. ‘’Dari sisi kesehatan, PPKM mikro yang sudah berjalan optimal tetap mengandalkan 3T, itu dikuatkan,’’ ujarnya.

Tidak kalah penting, masyarakat yang telah mendapat suntikan vaksin dua kali diminta tidak kendur menerapkan disiplin prokes. Denik menyebut bahwa prokes menjadi alat utama memerangi pandemi Covid-19. ‘’Meskipun sudah divaksin jangan sampai lengah, merasa kuat, dan abai prokes. Prokes tetap harus dijaga,’’ pintanya. (kid/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak cukup hanya menerapkan 5M untuk menekan sebaran Covid-19 di Kota Madiun. Pemkot menambah 1M lagi, yakni minum susu dan makanan bergizi. Arahan itu acap disampaikan Wali Kota Madiun Maidi dalam berbagai kesempatan. Sebagai langkah mengoptimalkan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani mengungkapkan, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dinilai cukup tinggi. Memakai masker, misalnya, kota ini terbilang disiplin dibanding daerah lain di Madiun Raya. Salah satu indikatornya, orang merasa malu, bahkan aneh jika tidak mengenakan masker di ruang publik. ‘’Kesadaran masyarakat semakin tinggi,’’ klaim Denik.

Baca Juga :  Disperkim Rehab Puluhan Tempat Tinggal Tak Layak

Untuk langkah antisipasi persebaran Covid-19 di kota ini, Denik tetap menerapkan strategi utama tracing, testing, treatment (3T). Upaya itu diperkuat dengan koordinasi masif di tingkat puskesmas, kelurahan, terutama RT. ‘’Dari sisi kesehatan, PPKM mikro yang sudah berjalan optimal tetap mengandalkan 3T, itu dikuatkan,’’ ujarnya.

Tidak kalah penting, masyarakat yang telah mendapat suntikan vaksin dua kali diminta tidak kendur menerapkan disiplin prokes. Denik menyebut bahwa prokes menjadi alat utama memerangi pandemi Covid-19. ‘’Meskipun sudah divaksin jangan sampai lengah, merasa kuat, dan abai prokes. Prokes tetap harus dijaga,’’ pintanya. (kid/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/