alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Angin Puting Beliung Terjang Desa Kresek

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Subandi kaget bukan kepalang selepas pulang kerja Senin (11/11). Seperempat bagian atap rumahnya di RT 19, RW 02, Dusun Ngandong, Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, hancur tertimpa pohon petai. Beruntung istri dan anaknya tidak berada di dalam rumah kala peristiwa yang dibarengi hujan dan puting beliung itu terjadi. ‘’Kondisi rumah sepi karena istri dan anak keluar,’’ kata Subandi Selasa (12/11).

Ujung pohon petai di depan rumah menimpa bagian depan bangunan. Merusak atap kamar, ruang tamu, dan teras. Gentingnya hancur dan beberapa usuk patah. Puing reruntuhan menimpa perabotan lemari, kasur, dan peralatan elektronik. Kemarin pagi, warga setempat dibantu petugas gabungan kerja bakti memotong pohon petai dan membersihkan puing reruntuhan. ‘’Masih jaga warung di Grape,’’ ujar Yusuf Lana Efendi, anak Subandi.

Yusuf mengatakan, hujan gerimis mengguyur sekitar pukul 14.15. Lambat laun, intensitasnya meningkat. Hingga akhirnya puting beliung muncul. Lesus itu menerjang beberapa rumah tetangganya. Sebelum merobohkan pohon petai dan menimpa atap rumah sekitar pukul 15.00. Tetangga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan kabar. ‘’Saat pulang warga sudah berkumpul di depan rumah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pisang Ajaib Hebohkan Warga Lingkungan Gantung

Kemalangan juga menimpa tiga warga Dusun Ngandong di tiga RT berbeda. Meski tidak ada korban jiwa, lesus menghancurkan kandang sapi Suyono, 51, warga RT 14, RW 02. Reruntuhannya menimpa tiga ekor sapi. Meski selamat, hewan ternak itu lecet-lecet. Kerusakan berat juga dialami Kaminem, warga RT 18, RW 02. Atap bagian teras rumah perempuan 60 tahun itu diterbangkan angin. Puting beliung juga menerbangkan genting rumah Toeran, 70. Konstruksi rumah miring.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Supriyanto mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, puting beliung merusak empat rumah. Kecepatan angin sepanjang hari itu sekitar 30 kilometer per jam. Penanganan telah dilakukan pihaknya bersama TNI-Polri. Pascamusibah itu, pusat pengendalian operasi dan penanggulangan bencana (pusdalops-PB) dan tim reaksi cepat (TRC) terus memantau dan memonitor kawasan rawan masing-masing kecamatan. ‘’Ada yang stand by piket 24 jam,’’ ujarnya seraya meminta warga tetap waspada. (cor/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Subandi kaget bukan kepalang selepas pulang kerja Senin (11/11). Seperempat bagian atap rumahnya di RT 19, RW 02, Dusun Ngandong, Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, hancur tertimpa pohon petai. Beruntung istri dan anaknya tidak berada di dalam rumah kala peristiwa yang dibarengi hujan dan puting beliung itu terjadi. ‘’Kondisi rumah sepi karena istri dan anak keluar,’’ kata Subandi Selasa (12/11).

Ujung pohon petai di depan rumah menimpa bagian depan bangunan. Merusak atap kamar, ruang tamu, dan teras. Gentingnya hancur dan beberapa usuk patah. Puing reruntuhan menimpa perabotan lemari, kasur, dan peralatan elektronik. Kemarin pagi, warga setempat dibantu petugas gabungan kerja bakti memotong pohon petai dan membersihkan puing reruntuhan. ‘’Masih jaga warung di Grape,’’ ujar Yusuf Lana Efendi, anak Subandi.

Yusuf mengatakan, hujan gerimis mengguyur sekitar pukul 14.15. Lambat laun, intensitasnya meningkat. Hingga akhirnya puting beliung muncul. Lesus itu menerjang beberapa rumah tetangganya. Sebelum merobohkan pohon petai dan menimpa atap rumah sekitar pukul 15.00. Tetangga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan kabar. ‘’Saat pulang warga sudah berkumpul di depan rumah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Website Resmi Pemkot Madiun Diretas

Kemalangan juga menimpa tiga warga Dusun Ngandong di tiga RT berbeda. Meski tidak ada korban jiwa, lesus menghancurkan kandang sapi Suyono, 51, warga RT 14, RW 02. Reruntuhannya menimpa tiga ekor sapi. Meski selamat, hewan ternak itu lecet-lecet. Kerusakan berat juga dialami Kaminem, warga RT 18, RW 02. Atap bagian teras rumah perempuan 60 tahun itu diterbangkan angin. Puting beliung juga menerbangkan genting rumah Toeran, 70. Konstruksi rumah miring.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Supriyanto mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, puting beliung merusak empat rumah. Kecepatan angin sepanjang hari itu sekitar 30 kilometer per jam. Penanganan telah dilakukan pihaknya bersama TNI-Polri. Pascamusibah itu, pusat pengendalian operasi dan penanggulangan bencana (pusdalops-PB) dan tim reaksi cepat (TRC) terus memantau dan memonitor kawasan rawan masing-masing kecamatan. ‘’Ada yang stand by piket 24 jam,’’ ujarnya seraya meminta warga tetap waspada. (cor/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/