Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Subsidi Bapokting Pemkot Madiun Lanjut hingga Awal Desember

H
Penulis: Hengky Ristanto❯
JALAN TERUS: Program subsidi komoditas pangan di Kota Madiun terus berlanjut hingga awal Desember mendatang. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
JALAN TERUS: Program subsidi komoditas pangan di Kota Madiun terus berlanjut hingga awal Desember mendatang. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program penyaluran subsidi bahan pokok penting (bapokting) di Kota Madiun terbukti mampu menekan laju inflasi. Itu ditandai dengan deflasi sebesar -0,03 persen pada Oktober lalu sebagaimana catatan badan pusat statistik (BPS) setempat.

Tidak keliru jika pemkot memutuskan melanjutkan program penyediaan komoditas pangan dengan harga miring itu hingga awal Desember mendatang.

‘’Prorgam tetap berjalan di beberapa pasar tradisional. Subsidi PBM (Pasar Besar Madiun, Red) yang dihentikan sementara akan dilanjutkan kembali pekan depan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi, Jumat (12/11).

Berdasarkan catatan BPS setempat, harga sejumlah komoditas pangan yang masuk sasaran program subsidi pemkot mengalami penurunan. Di antaranya, daging dan telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, serta bawang putih.

‘’Subsidi untuk mengejar harga normal. Insya Allah sejauh ini cukup efektif menekan inflasi,’’ klaimnya.

Ansar mengatakan, pihaknya bakal terus mengawal serta melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga bapokting melalui mekanisme subsidi. Yakni, memberikan potongan harga kisaran Rp 3.000-5000 per kilogram atau menyesuaikan selisih kenaikan harga dibandingkan harga normal.

‘’Penyaluran subsidi ini untuk meringankan masyarakat. Tapi, juga tidak memberatkan pedagang,’’ sebutnya.

Dia meyakini, penyaluran subsidi bakal kian optimal seiring penunjukan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PD AU) sebagai distributor untuk membantu mencukupi kebutuhan barang pasar dengan harga murah dari produsen.

Ansar juga optimistis keterlibatan Aneka Usaha membuat pengendalian harga bapokting di PBM lebih efektif. Sebab, perusahaan daerah itu juga bertanggung jawab mengawasi pedagang agar menjual dagangannya dengan harga subsidi yang telah disepakati.

‘’Tapi, sementara masih butuh waktu untuk PDAU mencari produsen yang mampu memenuhi permintaan,’’ pungkasnya. (ggi/isd)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Harga Gula di Kota Madiun Tembus Rp 18.500 per Kg, Produktivitas Tebu Anjlok

Harga Gula di Kota Madiun Tembus Rp 18.500 per Kg, Produktivitas Tebu Anjlok

Harga gula di Pasar Besar Madiun mencapai Rp 18.500 per kg, melampaui HET Rp 17.500. Disdag menyebut produktivitas tebu turun akibat anomali cuaca.

Harga Daging Ayam di Kota Madiun Tembus Rp 42 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya

Harga Daging Ayam di Kota Madiun Tembus Rp 42 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya

Harga daging ayam ras di Kota Madiun naik menjadi Rp 42 ribu per kg. Kenaikan harga pakan dan permintaan diduga menjadi pemicunya.

Beras Premium Langka di Kota Madiun, Bapanas Temukan Harga di Atas HET

Beras Premium Langka di Kota Madiun, Bapanas Temukan Harga di Atas HET

Bapanas menemukan beras premium sulit didapat di Kota Madiun dan harganya di atas HET. Sementara stok beras SPHP dipastikan aman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer