alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Smart City Madiun, Maidi Targetkan 10 Besar Nasional

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penerapan program smart city membawa perubahan di Kota Madiun. Sejak dua tahun belakangan, pemkot terus berbenah. Berbagai pembangunan, baik infrastruktur fisik, digital, inovasi, maupun sumber daya manusia (SDM), terus dilakukan dan diwujudkan.

Tak heran jika Wali Kota Madiun Maidi menargetkan smart city di kota ini masuk 10 besar tingkat nasional. Apalagi setelah evaluasi II program ini pekan lalu. ‘’Alhamdulillah hasil evaluasi cukup bagus. Kalaupun ada yang belum terlaksana, itu karena terdampak Covid-19,’’ kata Maidi sembari menyebut ada 109 item yang dievaluasi.

Maidi mengklaim seluruh komponen program smart city coba diwujudkan lebih cepat. Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat beberapa program. Seperti rencana menggelar festival pencak silat internasional. ‘’Padahal anggarannya ada. Tapi, karena mengumpukan banyak orang nggak boleh, akhirnya anggaran Rp 1 miliar untuk kegiatan itu kita cancel,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kedungbrubus Pendam Persoalan Kependudukan

Menurut Maidi, konsep smart city bukan hanya masalah teknologi informasi (TI). Melainkan terdapat inovasi mewujudkan kota pintar. Di antaranya, smart living dengan mendirikan kampung tematik maupun penanaman pohon pule di beberapa titik. ‘’Multifungsi, selain untuk keindahan juga peneduh. Bisa menyimpan cadangan air,’’ ungkapnya. (kid/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penerapan program smart city membawa perubahan di Kota Madiun. Sejak dua tahun belakangan, pemkot terus berbenah. Berbagai pembangunan, baik infrastruktur fisik, digital, inovasi, maupun sumber daya manusia (SDM), terus dilakukan dan diwujudkan.

Tak heran jika Wali Kota Madiun Maidi menargetkan smart city di kota ini masuk 10 besar tingkat nasional. Apalagi setelah evaluasi II program ini pekan lalu. ‘’Alhamdulillah hasil evaluasi cukup bagus. Kalaupun ada yang belum terlaksana, itu karena terdampak Covid-19,’’ kata Maidi sembari menyebut ada 109 item yang dievaluasi.

Maidi mengklaim seluruh komponen program smart city coba diwujudkan lebih cepat. Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat beberapa program. Seperti rencana menggelar festival pencak silat internasional. ‘’Padahal anggarannya ada. Tapi, karena mengumpukan banyak orang nggak boleh, akhirnya anggaran Rp 1 miliar untuk kegiatan itu kita cancel,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Overload Penghuni Lapas Madiun Dinilai Wajar

Menurut Maidi, konsep smart city bukan hanya masalah teknologi informasi (TI). Melainkan terdapat inovasi mewujudkan kota pintar. Di antaranya, smart living dengan mendirikan kampung tematik maupun penanaman pohon pule di beberapa titik. ‘’Multifungsi, selain untuk keindahan juga peneduh. Bisa menyimpan cadangan air,’’ ungkapnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/