alexametrics
30.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Hari Pertama, 21 Lansia Disuntik Booster

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kelompok lanjut usia (lansia) kembali menyingsingkan lengan baju kiri ketiga kalinya mulai kemarin (13/1). Mereka rela antre bersama calon sasaran penerima vaksin dosis pertama (D-1) dan kedua (D-2) di beberapa fasilitas kesehatan Kota Madiun. Mereka yang sudah mendapat vaksin Sinovac dosis lengkap giliran disuntik booster.

Di Puskesmas Manguharjo, misalnya. Dji Ban Sing, lansia warga Nambangan Kidul, mendapat informasi vaksin booster dari media massa. Kakek 65 tahun itu bergegas minta kerabatnya mengantar ke puskesmas. Ini tadi vaksin ketiga, kami ikut saja saran dari pemerintah, katanya.

Dia mendapat vaksin D-2 Sinovac sekitar tujuh bulan lalu. Dji Ban Sing sadar pentingnya booster untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok). Pun dia tidak ingin terinfeksi virus korona. Terlebih Omicron, varian baru Covid-19 yang tingkat persebarannya lebih tinggi. Semoga jadi tambah kebal dari virus, harapnya.

Nani, juga warga Nambangan Kidul, mengajak tetangganya ke puskesmas. Nenek 74 tahun itu merasakan suntikan ketiga ini sama persis dengan sebelumnya. Bedanya, D-1 dan D-2 mendapat Sinovac, kali ini mendapat setengah dosis AstraZeneca (AZ). Nggak kerasa, dan syukur lega. Ini untuk kesehatan kita sendiri, gratis, ujar Nani.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, memang baru 21 lansia yang disuntik booster pada hari pertama kemarin. Seorang di antaranya termasuk kategori rentan. Semua mendapat booster AZ. Sebelumnya juga mendapat dosis lengkap Sinovac.

Baca Juga :  Gaji Siti Telah Dibayar, Belum Ada Tersangka

Sesuai rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), jika D-1 dan D-2 Sinovac, suntikan D-3 Pfizer atau AZ setengah dosis. Namun, jika D-1 dan D-2 AZ, penyuntikan D-3 Moderna setengah dosis. Yang ada AZ, yang lain belum ada. Pfizer nggak punya, Moderna sudah habis untuk nakes (tenaga kesehatan, Red), kata Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani.

Terpisah, Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa vaksinasi booster sudah mulai dijalankan di Kota Madiun. Dia memastikan vaksin ketiga itu gratis. Sasaran pertama diprioritaskan lansia yang dinilai rentan. Vaksin ketiga sudah jalan, saya juga sudah, tuturnya.

Maidi menambahkan, Covid-19 yang terus bermutasi wajib mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat. Apalagi Omicron yang tingkat persebarannya cepat. Dia minta disiplin protokol kesehatan diperkuat. Jangan anggap remeh, virus baru (Omicron) ini bahaya. Apalagi orang luar kota banyak datang ke sini, pesannya.

Vaksinasi ketiga lansia kemarin dilaksanakan bareng D-1 dan D-2 lansia yang belum tuntas. Capaian vaksinasi lansia per kemarin, D-1 17.772 jiwa (74,16 persen). Capaian D-2 sebanyak 15.457 jiwa (64,50 persen). Sementara total cakupan vaksinasi D-1 176.948 jiwa (114,18 persen). Sedangkan D-2 142.629 jiwa (92,04 persen). D-3 mencapai 3.973 (2,56 persen). (kid/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kelompok lanjut usia (lansia) kembali menyingsingkan lengan baju kiri ketiga kalinya mulai kemarin (13/1). Mereka rela antre bersama calon sasaran penerima vaksin dosis pertama (D-1) dan kedua (D-2) di beberapa fasilitas kesehatan Kota Madiun. Mereka yang sudah mendapat vaksin Sinovac dosis lengkap giliran disuntik booster.

Di Puskesmas Manguharjo, misalnya. Dji Ban Sing, lansia warga Nambangan Kidul, mendapat informasi vaksin booster dari media massa. Kakek 65 tahun itu bergegas minta kerabatnya mengantar ke puskesmas. Ini tadi vaksin ketiga, kami ikut saja saran dari pemerintah, katanya.

Dia mendapat vaksin D-2 Sinovac sekitar tujuh bulan lalu. Dji Ban Sing sadar pentingnya booster untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok). Pun dia tidak ingin terinfeksi virus korona. Terlebih Omicron, varian baru Covid-19 yang tingkat persebarannya lebih tinggi. Semoga jadi tambah kebal dari virus, harapnya.

Nani, juga warga Nambangan Kidul, mengajak tetangganya ke puskesmas. Nenek 74 tahun itu merasakan suntikan ketiga ini sama persis dengan sebelumnya. Bedanya, D-1 dan D-2 mendapat Sinovac, kali ini mendapat setengah dosis AstraZeneca (AZ). Nggak kerasa, dan syukur lega. Ini untuk kesehatan kita sendiri, gratis, ujar Nani.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, memang baru 21 lansia yang disuntik booster pada hari pertama kemarin. Seorang di antaranya termasuk kategori rentan. Semua mendapat booster AZ. Sebelumnya juga mendapat dosis lengkap Sinovac.

Baca Juga :  Smart City Madiun, Maidi Targetkan 10 Besar Nasional

Sesuai rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), jika D-1 dan D-2 Sinovac, suntikan D-3 Pfizer atau AZ setengah dosis. Namun, jika D-1 dan D-2 AZ, penyuntikan D-3 Moderna setengah dosis. Yang ada AZ, yang lain belum ada. Pfizer nggak punya, Moderna sudah habis untuk nakes (tenaga kesehatan, Red), kata Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani.

Terpisah, Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa vaksinasi booster sudah mulai dijalankan di Kota Madiun. Dia memastikan vaksin ketiga itu gratis. Sasaran pertama diprioritaskan lansia yang dinilai rentan. Vaksin ketiga sudah jalan, saya juga sudah, tuturnya.

Maidi menambahkan, Covid-19 yang terus bermutasi wajib mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat. Apalagi Omicron yang tingkat persebarannya cepat. Dia minta disiplin protokol kesehatan diperkuat. Jangan anggap remeh, virus baru (Omicron) ini bahaya. Apalagi orang luar kota banyak datang ke sini, pesannya.

Vaksinasi ketiga lansia kemarin dilaksanakan bareng D-1 dan D-2 lansia yang belum tuntas. Capaian vaksinasi lansia per kemarin, D-1 17.772 jiwa (74,16 persen). Capaian D-2 sebanyak 15.457 jiwa (64,50 persen). Sementara total cakupan vaksinasi D-1 176.948 jiwa (114,18 persen). Sedangkan D-2 142.629 jiwa (92,04 persen). D-3 mencapai 3.973 (2,56 persen). (kid/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/