alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Resmikan Kampung Kompos Biodex, Pupuk Kaltim Kerja Sama dengan Pemkot Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Isu sampah telah menjadi salah satu permasalahan umum di Indonesia. Kota Madiun merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan tingkat timbulan sampah yang dihasilkan mencapai 118,17 ton/hari. Di mana jika diakumulasikan sampah per tahun mencapai 43.133,55 ton/tahun.

Hal tersebut menyebabkan peningkatan timbulan sampah dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar 1,4 ton/hari. Berdasarkan jenis sampah yang ada di wilayah Kota Madiun sebesar 75 persen sampah merupakan sampah sisa makanan yang berasal dari rumah tangga dan dapat dijadikan sebagai bahan organik siap diuraikan.

Tingginya produktivitas sampah tersebut melatarbelakangi sinergitas Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyelesaikan problematika tersebut. PT Pupuk Kaltim yang termasuk dalam salah satu BUMN Pupuk Indonesia Grup bekerjasama dengan Pemkot Madiun meresmikan Kampung Kompos Biodex pada Minggu (13/2) di Taman Lalu Lintas Bantaran, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Hal ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan perusahaan dalam menyelesaikan problematika sampah yang ada di Kota Madiun. Biodex adalah produk unggulan PT Pupuk Kaltim yang berperan sebagai bioaktivator dengan kandungan Trichoderma sp. yang dapat merombak bahan organik menjadi pupuk kompos yang dibutuhkan bagi tanaman.

Adapun peserta yang terlibat dalam peresmian Kampung Kompos Biodex antara lain, Vice President Marketing Business Partner Korporasi PT Pupuk Kaltim, Wali Kota Madiun Maidi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Muntoro Danardono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Siswanta, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Totok Sugiarto, Camat Manguharjo, Lurah Pangonganan, dan anggota Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) “Ngongak Tanduran” Kelurahan Pangongangan yang berjumlah sekitar 30 orang.

Baca Juga :  Siang Hari Suhu Capai 40 Derajat Celsius, Picu Warga Alami Dehidrasi

Kegiatan dibuka dengan peresmian Kampung Kompos Biodex secara simbolis melalui potong pita yang dilakukan oleh Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Jefri Limeisa Putra bersama Wali Kota Madiun Maidi. Acara setelah itu dilanjutkan dengan melihat langsung hasil pupuk kompos dari pengomposan Biodex dan tanaman hasil pengaplikasian pupuk kompos yang meliputi, terong, cabai, tomat, dan tanaman hortikultura lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Jefri Limeisa Putra selaku Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim. “Tujuan kita adalah bagaimana mengurangi persoalan sampah di setiap kota/kabupaten dengan memanfaatkan limbah organik yang selanjutnya diolah kembali menjadi kompos yang berfungsi untuk menyuburkan tanah,” kata Jefri.

“Pengaplikasian Biodex ini dapat diterapkan hingga skala pertanian secara luas. PT Pupuk Kalimantan Timur dalam hal ini yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup dapat menjalin kerjasama secara luas dengan pemerintah kota dan dinas-dinas yang ada untuk meningkatkan taraf hidup dan mengatasi persoalan sampah atau lingkungan yang ada di masyarakat,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan terimakasihnya kepada PT Pupuk Kaltim yang telah memilih Kota Madiun sebagai langkah awal (pilot project) dalam menyelesaikan permasalahan sampah. Dan, sharing ilmunya dalam memproduksi sendiri pupuk kompos di Kampung Kompos Biodex. ‘’Sehingga dapat merubah sampah menjadi berkah, bukan masalah,’’ ujarnya.

Diharapkan program Kampung Kompos Biodex dapat berjalan secara kontinyu dengan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) “Ngongak Tanduran” Kelurahan Pangongangan sebagai tempat percontohan dan akan tersebar ke daerah-daerah lainnya. (*/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Isu sampah telah menjadi salah satu permasalahan umum di Indonesia. Kota Madiun merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan tingkat timbulan sampah yang dihasilkan mencapai 118,17 ton/hari. Di mana jika diakumulasikan sampah per tahun mencapai 43.133,55 ton/tahun.

Hal tersebut menyebabkan peningkatan timbulan sampah dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar 1,4 ton/hari. Berdasarkan jenis sampah yang ada di wilayah Kota Madiun sebesar 75 persen sampah merupakan sampah sisa makanan yang berasal dari rumah tangga dan dapat dijadikan sebagai bahan organik siap diuraikan.

Tingginya produktivitas sampah tersebut melatarbelakangi sinergitas Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyelesaikan problematika tersebut. PT Pupuk Kaltim yang termasuk dalam salah satu BUMN Pupuk Indonesia Grup bekerjasama dengan Pemkot Madiun meresmikan Kampung Kompos Biodex pada Minggu (13/2) di Taman Lalu Lintas Bantaran, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Hal ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan perusahaan dalam menyelesaikan problematika sampah yang ada di Kota Madiun. Biodex adalah produk unggulan PT Pupuk Kaltim yang berperan sebagai bioaktivator dengan kandungan Trichoderma sp. yang dapat merombak bahan organik menjadi pupuk kompos yang dibutuhkan bagi tanaman.

Adapun peserta yang terlibat dalam peresmian Kampung Kompos Biodex antara lain, Vice President Marketing Business Partner Korporasi PT Pupuk Kaltim, Wali Kota Madiun Maidi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Muntoro Danardono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Siswanta, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Totok Sugiarto, Camat Manguharjo, Lurah Pangonganan, dan anggota Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) “Ngongak Tanduran” Kelurahan Pangongangan yang berjumlah sekitar 30 orang.

Baca Juga :  Pembangunan Ring Road Timur Masuk Tahap Perencanaan

Kegiatan dibuka dengan peresmian Kampung Kompos Biodex secara simbolis melalui potong pita yang dilakukan oleh Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Jefri Limeisa Putra bersama Wali Kota Madiun Maidi. Acara setelah itu dilanjutkan dengan melihat langsung hasil pupuk kompos dari pengomposan Biodex dan tanaman hasil pengaplikasian pupuk kompos yang meliputi, terong, cabai, tomat, dan tanaman hortikultura lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Jefri Limeisa Putra selaku Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim. “Tujuan kita adalah bagaimana mengurangi persoalan sampah di setiap kota/kabupaten dengan memanfaatkan limbah organik yang selanjutnya diolah kembali menjadi kompos yang berfungsi untuk menyuburkan tanah,” kata Jefri.

“Pengaplikasian Biodex ini dapat diterapkan hingga skala pertanian secara luas. PT Pupuk Kalimantan Timur dalam hal ini yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup dapat menjalin kerjasama secara luas dengan pemerintah kota dan dinas-dinas yang ada untuk meningkatkan taraf hidup dan mengatasi persoalan sampah atau lingkungan yang ada di masyarakat,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan terimakasihnya kepada PT Pupuk Kaltim yang telah memilih Kota Madiun sebagai langkah awal (pilot project) dalam menyelesaikan permasalahan sampah. Dan, sharing ilmunya dalam memproduksi sendiri pupuk kompos di Kampung Kompos Biodex. ‘’Sehingga dapat merubah sampah menjadi berkah, bukan masalah,’’ ujarnya.

Diharapkan program Kampung Kompos Biodex dapat berjalan secara kontinyu dengan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) “Ngongak Tanduran” Kelurahan Pangongangan sebagai tempat percontohan dan akan tersebar ke daerah-daerah lainnya. (*/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/