alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Usai Tiang Ilegal Dicabuti Pemkot Madiun, Provider Ramai-ramai Ajukan Izin

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sikap tegas Pemkot Madiun bikin keder para pengelola kabel semrawut. Setelah penertiban tiang kabel utilitas udara ilegal akhir Februari lalu, mereka ramai-ramai mengurus izin. ‘’Provider menindaklanjuti surat teguran setelah pencabutan tiang,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Senin (14/3).

Atas iktikad baik para provider itu, pihaknya dan satpol PP setempat menghentikan penertiban. Selanjutnya, jika proses administrasi itu rampung, pembahasan serta pengerjaan penanaman kabel di bawah tanah alias ducting segera dilakukan. ‘’Masih akan dirapatkan lagi untuk pengerjaannya,’’ ujarnya.

Suwarno menyampaikan, pihaknya akan berbicara dengan semua pihak terkait. Khususnya para provider. Yakni, persetujuan penanaman kabel-kabel semrawut yang mengganggu estetika tersebut. ‘’Sistem ducting butuh prasarana, termasuk siapa eksekutor penanam kabel. Pemkot, provider, atau pihak ketiga,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Rayakan Ultah Pertama, FCCM Kampanye Bersepeda sampai Kepel

Sejatinya pemkot juga dikejar waktu untuk menerapkan sistem ducting. Kabel-kabel bakal dimasukkan ke box culvert yang telah disediakan pemkot di bawah pedestrian. Targetnya rampung tahun ini. Sementara ini, tiga tiang sudah dicabut. Itu sebagai peringatan bagi provider untuk mengurus izin. ‘’Sehingga masih kami beri waktu,’’ tuturnya.

Suwarno optimistis mampu menyelesaikan target yang dipatok wali kota itu. Satu pekan ke depan pihaknya segera melakukan pembahasan untuk penanaman kabel. ‘’Diharapkan tahun ini ada progres,’’ ucapnya.

Diketahui, DPUPR dan satpol PP menertibkan tiang dan kabel semrawut ilegal, 23 Februari lalu. Pun, sudah menginventarisasi titik-titik kabel yang tidak sesuai peraturan daerah (perda). Prioritas sementara di pusat kota. Yakni, Pahlawan Street Center (PSC), Jalan Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman, Kolonel Marhadi, HA Salim, dan HOS Cokroaminoto. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sikap tegas Pemkot Madiun bikin keder para pengelola kabel semrawut. Setelah penertiban tiang kabel utilitas udara ilegal akhir Februari lalu, mereka ramai-ramai mengurus izin. ‘’Provider menindaklanjuti surat teguran setelah pencabutan tiang,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Senin (14/3).

Atas iktikad baik para provider itu, pihaknya dan satpol PP setempat menghentikan penertiban. Selanjutnya, jika proses administrasi itu rampung, pembahasan serta pengerjaan penanaman kabel di bawah tanah alias ducting segera dilakukan. ‘’Masih akan dirapatkan lagi untuk pengerjaannya,’’ ujarnya.

Suwarno menyampaikan, pihaknya akan berbicara dengan semua pihak terkait. Khususnya para provider. Yakni, persetujuan penanaman kabel-kabel semrawut yang mengganggu estetika tersebut. ‘’Sistem ducting butuh prasarana, termasuk siapa eksekutor penanam kabel. Pemkot, provider, atau pihak ketiga,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Rayakan Ultah Pertama, FCCM Kampanye Bersepeda sampai Kepel

Sejatinya pemkot juga dikejar waktu untuk menerapkan sistem ducting. Kabel-kabel bakal dimasukkan ke box culvert yang telah disediakan pemkot di bawah pedestrian. Targetnya rampung tahun ini. Sementara ini, tiga tiang sudah dicabut. Itu sebagai peringatan bagi provider untuk mengurus izin. ‘’Sehingga masih kami beri waktu,’’ tuturnya.

Suwarno optimistis mampu menyelesaikan target yang dipatok wali kota itu. Satu pekan ke depan pihaknya segera melakukan pembahasan untuk penanaman kabel. ‘’Diharapkan tahun ini ada progres,’’ ucapnya.

Diketahui, DPUPR dan satpol PP menertibkan tiang dan kabel semrawut ilegal, 23 Februari lalu. Pun, sudah menginventarisasi titik-titik kabel yang tidak sesuai peraturan daerah (perda). Prioritas sementara di pusat kota. Yakni, Pahlawan Street Center (PSC), Jalan Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman, Kolonel Marhadi, HA Salim, dan HOS Cokroaminoto. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/