alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pemkot Madiun Tanggung Biaya Ongkir Barang dari Pasar Tanah Abang ke PBM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya pemkot menggeliatkan gairah perniagaan di Pasar Besar Madiun (PBM) berbuah manis. Itu setelah Pasar Gede, sebutan PBM, terkoneksi dengan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Barang konveksi yang dipasok pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu laris manis diborong konsumen.

Sayangnya, potensi besar itu tidak diimbangi ketersediaan barang yang dipasok dari Tenabang, sebutan PTA. Sebab, koneksi pedagang dua pasar memang belum dimaksimalkan di masa uji coba kali ini. ‘’Melihat potensi dan antusias masyarakat yang mulai tinggi, insya Allah pekan depan dimaksimalkan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Kamis (14/4).

Sejatinya, pemkot dan Pasar Tanah Abang telah menjalin kerja sama terkait komitmen pemenuhan barang ke Pasar Gede. Artinya, jika pedagang PBM minta kiriman barang, pihak Tanah Abang wajib mencukupi. ‘’Sudah ada kerja sama. Kalau memang pedagang butuh, pasti barang dikirim. Insya Allah itu komitmen untuk selamanya,’’ tutur Ansar.

Baca Juga :  Epidemiolog soal Hepatitis Misterius, Pemerintah Wajib Proteksi Dini

Apalagi, pemkot belum bisa cawe-cawe ihwal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sebab, berkaitan dengan daya beli atau modal pedagang untuk kulakan. Sehingga, persoalan itu masih dalam koridor antara pemasok dan penerima barang. ‘’Sebenarnya kami ada program untuk memaksimalkan koneksitas PTA-PBM. Tapi, untuk kepastiannya menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan),’’ jelasnya.

Disdag telah menyusun program bantuan distribusi barang. Yakni, dengan meng-cover biaya ekspedisi dari Pasar Tanah Abang ke PBM. Rencananya, ongkos kirim (ongkir) bakal ditanggung pemkot selama satu tahun. ‘’Pemkot akan mendampingi pedagang konveksi PBM hingga betul-betul bisa mandiri,’’ ujarnya.

Soal pengawasan, pihaknya bakal pasang badan. Yakni, meminimalkan praktik culas oknum pedagang mengakali harga murah dari Pasar Tanah Abang yang disamakan dengan kulakan di sales. ‘’Data kami pegang. Kami selalu memantau pedagang yang menerima pasokan dari Pasar Tanah Abang. Saya rasa dan semoga tindakan itu tidak ada,’’ harapnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya pemkot menggeliatkan gairah perniagaan di Pasar Besar Madiun (PBM) berbuah manis. Itu setelah Pasar Gede, sebutan PBM, terkoneksi dengan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Barang konveksi yang dipasok pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu laris manis diborong konsumen.

Sayangnya, potensi besar itu tidak diimbangi ketersediaan barang yang dipasok dari Tenabang, sebutan PTA. Sebab, koneksi pedagang dua pasar memang belum dimaksimalkan di masa uji coba kali ini. ‘’Melihat potensi dan antusias masyarakat yang mulai tinggi, insya Allah pekan depan dimaksimalkan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Kamis (14/4).

Sejatinya, pemkot dan Pasar Tanah Abang telah menjalin kerja sama terkait komitmen pemenuhan barang ke Pasar Gede. Artinya, jika pedagang PBM minta kiriman barang, pihak Tanah Abang wajib mencukupi. ‘’Sudah ada kerja sama. Kalau memang pedagang butuh, pasti barang dikirim. Insya Allah itu komitmen untuk selamanya,’’ tutur Ansar.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Sri Wahyuni Realisasikan Aspirasi P3-TGAI di 350 Desa

Apalagi, pemkot belum bisa cawe-cawe ihwal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sebab, berkaitan dengan daya beli atau modal pedagang untuk kulakan. Sehingga, persoalan itu masih dalam koridor antara pemasok dan penerima barang. ‘’Sebenarnya kami ada program untuk memaksimalkan koneksitas PTA-PBM. Tapi, untuk kepastiannya menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan),’’ jelasnya.

Disdag telah menyusun program bantuan distribusi barang. Yakni, dengan meng-cover biaya ekspedisi dari Pasar Tanah Abang ke PBM. Rencananya, ongkos kirim (ongkir) bakal ditanggung pemkot selama satu tahun. ‘’Pemkot akan mendampingi pedagang konveksi PBM hingga betul-betul bisa mandiri,’’ ujarnya.

Soal pengawasan, pihaknya bakal pasang badan. Yakni, meminimalkan praktik culas oknum pedagang mengakali harga murah dari Pasar Tanah Abang yang disamakan dengan kulakan di sales. ‘’Data kami pegang. Kami selalu memantau pedagang yang menerima pasokan dari Pasar Tanah Abang. Saya rasa dan semoga tindakan itu tidak ada,’’ harapnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/