alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Ngabuburit Nyeleneh di Kawasan Ring Road

MADIUN – Menjelang maghrib, tengoklah ke ring road barat Kota Madiun. Ada ratusan anak-anak sampai dewasa memadati jalan raya. Mudah dijumpai segerombolan remaja yang lalu lalang di kawasan tersebut. Ada yang berboncengan dua orang, tiga sampai empat orang. Mayoritas tanpa menggunakan helm.

Setelah  berputar-putar mengitari jembatan mereka mencari lokasi ’’ngetem’’. Ada yang berhenti di tepi jalan layang. Juga duduk di atas jok motor lalu diparkir di tepi jembatan layang merembet sampai ke pinggir jalanan. ’’Ini ngabuburit nunggu berbuka,’’ kata Alvan Novianto salah seorang remaja ditemui Radar Madiun.

Remaja 14 tahun itu sengaja datang bersama salah seorang temannya di tepian jembatan layang ringroad barat dari pukul 16.00. Tujuannya sederhana, hanya ingin nongkrong santai sembari menyaksikan beragam jenis motor modifikasi yang lalu-lalang di sekitaran jembatan layang ringroad barat. ’’Pamer motor, ada yang stangnya diganti, knalpot, pelek (diganti, Red),’’ ujarnya.

’’Ya nyari  kesenangan kepuasan,’’ imbuh Alvan.

Katanya, mereka yang terlibat ajang ‘’pamer motor’’ ini paling banyak dari warga Kabupaten Madiun dan sekitarnya. Seperti Magetan, Ponorogo terjauh Ngawi. Dia sendiri berangkat dari rumahnya Mojorayung, Wungu, Kabupaten Madiun. Dari sepengetahuannya, paling banyak berasal dari Magetan. ‘’Dari Mojorayung ada,’’ ujarnya sembari menyebut setelah waktu sahur ada balapan motor di kawasan ini.

Lanjutnya, paling muda adalah pelajar setingkat SD sampai dewasa. Tidak hanya laki-laki tapi juga  perempuan. Kendati tanpa menggunakan helm. Mereka mengaku tidak terlalu takut akan bahaya kecelakaan lalu lintas yang mungkin saja terjadi. Namun, tidak sedikit pengendara motor yang merasa was-was dengan keberadaan remaja itu. ’’Karena mereka lalu-lalang sampai ke tengah jalan. Padahal kan jalanan ring road itu cukup padat banyak kendaraan berat,’’ kata Alida pengendara motor yang terbiasa lalu lalang di jalan tersebut.

Baca Juga :  Bukopin Mendapatkan Technical Assistance dari Bank Pemerintah

Di lain pihak, satlantas Polres Madiun Kota baru saja merampungkan operasi keselamatan. Operasi keselamatan itu berlangsung selama 14 hari. Hasilnya, terjadi penurunan pelanggaran daripada tahun sebelumnya. Jika di tahun 2018 terdapat 179 pelanggaran berujung pada tilang. Maka tahun ini hanya 31 penilangan. ’’Artinya,  tujuan dari operasi keselamatan ini sudah terlaksana yaitu untuk meminimalisi pelanggaran lalu lintas secara preventif,’’ kata Kepala Posko Operasi Keselamatan 2019 Iptu Vista Dwi Pujiningsih.

Pelanggaran ini diakibatkan karena pengendara yang melawan arus. Tidak memakai helm. Mengendarai dibawah umur, dan menggunakan handphone ketika berkendara. Selain ditilang, masih banyak pengendara R2 dan R4 yang harus mendapatkan teguran langsung dan jumlahnya juga menurun. ‘’Iya betul, ada toleransi dengan cara ditegur. Dulu ada 4.163 teguran sekarang  631 teguran,’’ jelasnya sembari menyebut angka kecelakaan menurun. ’’Laka lantas tahun lalu 16 kejadian jadi lima kejadian,’’ pungkasnya. (dil/ota)

MADIUN – Menjelang maghrib, tengoklah ke ring road barat Kota Madiun. Ada ratusan anak-anak sampai dewasa memadati jalan raya. Mudah dijumpai segerombolan remaja yang lalu lalang di kawasan tersebut. Ada yang berboncengan dua orang, tiga sampai empat orang. Mayoritas tanpa menggunakan helm.

Setelah  berputar-putar mengitari jembatan mereka mencari lokasi ’’ngetem’’. Ada yang berhenti di tepi jalan layang. Juga duduk di atas jok motor lalu diparkir di tepi jembatan layang merembet sampai ke pinggir jalanan. ’’Ini ngabuburit nunggu berbuka,’’ kata Alvan Novianto salah seorang remaja ditemui Radar Madiun.

Remaja 14 tahun itu sengaja datang bersama salah seorang temannya di tepian jembatan layang ringroad barat dari pukul 16.00. Tujuannya sederhana, hanya ingin nongkrong santai sembari menyaksikan beragam jenis motor modifikasi yang lalu-lalang di sekitaran jembatan layang ringroad barat. ’’Pamer motor, ada yang stangnya diganti, knalpot, pelek (diganti, Red),’’ ujarnya.

’’Ya nyari  kesenangan kepuasan,’’ imbuh Alvan.

Katanya, mereka yang terlibat ajang ‘’pamer motor’’ ini paling banyak dari warga Kabupaten Madiun dan sekitarnya. Seperti Magetan, Ponorogo terjauh Ngawi. Dia sendiri berangkat dari rumahnya Mojorayung, Wungu, Kabupaten Madiun. Dari sepengetahuannya, paling banyak berasal dari Magetan. ‘’Dari Mojorayung ada,’’ ujarnya sembari menyebut setelah waktu sahur ada balapan motor di kawasan ini.

Lanjutnya, paling muda adalah pelajar setingkat SD sampai dewasa. Tidak hanya laki-laki tapi juga  perempuan. Kendati tanpa menggunakan helm. Mereka mengaku tidak terlalu takut akan bahaya kecelakaan lalu lintas yang mungkin saja terjadi. Namun, tidak sedikit pengendara motor yang merasa was-was dengan keberadaan remaja itu. ’’Karena mereka lalu-lalang sampai ke tengah jalan. Padahal kan jalanan ring road itu cukup padat banyak kendaraan berat,’’ kata Alida pengendara motor yang terbiasa lalu lalang di jalan tersebut.

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Pabrik Sosis Plaosan

Di lain pihak, satlantas Polres Madiun Kota baru saja merampungkan operasi keselamatan. Operasi keselamatan itu berlangsung selama 14 hari. Hasilnya, terjadi penurunan pelanggaran daripada tahun sebelumnya. Jika di tahun 2018 terdapat 179 pelanggaran berujung pada tilang. Maka tahun ini hanya 31 penilangan. ’’Artinya,  tujuan dari operasi keselamatan ini sudah terlaksana yaitu untuk meminimalisi pelanggaran lalu lintas secara preventif,’’ kata Kepala Posko Operasi Keselamatan 2019 Iptu Vista Dwi Pujiningsih.

Pelanggaran ini diakibatkan karena pengendara yang melawan arus. Tidak memakai helm. Mengendarai dibawah umur, dan menggunakan handphone ketika berkendara. Selain ditilang, masih banyak pengendara R2 dan R4 yang harus mendapatkan teguran langsung dan jumlahnya juga menurun. ‘’Iya betul, ada toleransi dengan cara ditegur. Dulu ada 4.163 teguran sekarang  631 teguran,’’ jelasnya sembari menyebut angka kecelakaan menurun. ’’Laka lantas tahun lalu 16 kejadian jadi lima kejadian,’’ pungkasnya. (dil/ota)

Artikel SebelumnyaGila dan Mabuk
Artikel Selanjutnya Hasil SMA/SMK Kota Madiun UNBK Masih Buruk

Most Read

Artikel Terbaru

/