alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Percantik Monumen Mastrip

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Monumen Mastrip tampil dengan wajah baru. Di seputar monumen itu kini dilengkapi aksesori pelengkap. Berupa background berbahan granit di sisi kanan dan kiri. Di bagian atas, aksesori juga dilengkapi hiasan batik warna kuning. ‘’Ini bagian dari pemeliharaan berkala,’’ kata Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas RTH, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Jemakir, Selasa (14/12).

Dia memastikan pemeliharaan tidak mengubah bentuk asli dan nilai sejarah Monumen Mastrip Eks Brigade 17 Detasemen 1 Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur yang terwakili dengan patung Moeljadi itu. ‘’Tidak membongkar, tapi menambah aksesori saja,’’ lanjutnya.

Menurut Jemakir, pemeliharaan untuk menjaga nilai historis monumen. Dia menyebut, patung Moeljadi itu dibangun atas spirit seperjuangan TRIP Jatim. Dibangun tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1985 silam. ‘’Agar lebih cantik. Tapi, tidak mengubah atau mengganti nilai historisnya,’’ tegas Jemakir.

Monumen di kawasan selatan Stadion Wilis tersebut merupakan penanda bahwa Kota Madiun punya andil besar dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Kegigihan para pasukan itu dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Pun, pengingat pasukan TRIP yang gugur di medan laga. Yakni, Moeljadi, Seotopo, Soemadi, Djoewito, Joewono, Soegito, dan Ngadino. ‘’Setiap pemeliharaan, kami tekankan mempertahankan bentuk aslinya,’’ ujar Jemakir.

Baca Juga :  Polres Gandeng Pendekar Tekan Pelanggaran Lalin

Nama-nama itu terukir di plakat monumen. Mereka merupakan anggota TRIP yang gugur saat melawan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) September 1948 silam. Di bawahnya bertuliskan kalimat Perjuangan kan kuteruskan sampai ke akhir zaman. ‘’Di bawahnya tertulis Madiun 10 September 1985, teman-teman seperjoeangan TRIP Jawa Timur,’’ imbuhnya.

Catatan Jawa Pos Radar Madiun, Batalyon 2000 terdiri dari pelajar Madiun Raya dan Bojonegoro bermarkas di SMPN Pertahanan (sekarang SMPN 2 Kota Madiun). Sebelum akhirnya diubah menjadi komando Markas Komando I. ‘’Fungsi edukasi ini memberi gambaran pada generasi sekarang tentang sejarah,’’ jelas Jemakir.

Dia membeberkan, pemeliharaan tersebut satu paket dengan pembenahan taman di sekitar monumen. Pihaknya getol melakukan pemeliharaan di lokasi yang memiliki nilai historis. Tahun depan, anggaran pemeliharaan seluruh monumen dan fasilitas umum di-plotting Rp 600 juta. Termasuk lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruang terbuka hijau (RTH).

Jemakir berharap pemeliharaan diikuti semangat warga untuk turut memiliki. Artinya, dibutuhkan peran aktif warga turut memelihara. ‘’Paling tidak, jangan mencoret-coret apalagi merusak fasilitas umum. Terutama monumen yang bernilai sejarah,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Monumen Mastrip tampil dengan wajah baru. Di seputar monumen itu kini dilengkapi aksesori pelengkap. Berupa background berbahan granit di sisi kanan dan kiri. Di bagian atas, aksesori juga dilengkapi hiasan batik warna kuning. ‘’Ini bagian dari pemeliharaan berkala,’’ kata Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas RTH, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Jemakir, Selasa (14/12).

Dia memastikan pemeliharaan tidak mengubah bentuk asli dan nilai sejarah Monumen Mastrip Eks Brigade 17 Detasemen 1 Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur yang terwakili dengan patung Moeljadi itu. ‘’Tidak membongkar, tapi menambah aksesori saja,’’ lanjutnya.

Menurut Jemakir, pemeliharaan untuk menjaga nilai historis monumen. Dia menyebut, patung Moeljadi itu dibangun atas spirit seperjuangan TRIP Jatim. Dibangun tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1985 silam. ‘’Agar lebih cantik. Tapi, tidak mengubah atau mengganti nilai historisnya,’’ tegas Jemakir.

Monumen di kawasan selatan Stadion Wilis tersebut merupakan penanda bahwa Kota Madiun punya andil besar dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Kegigihan para pasukan itu dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Pun, pengingat pasukan TRIP yang gugur di medan laga. Yakni, Moeljadi, Seotopo, Soemadi, Djoewito, Joewono, Soegito, dan Ngadino. ‘’Setiap pemeliharaan, kami tekankan mempertahankan bentuk aslinya,’’ ujar Jemakir.

Baca Juga :  Musim Penghujan Tiba, Waspadai Penyakit Kulit

Nama-nama itu terukir di plakat monumen. Mereka merupakan anggota TRIP yang gugur saat melawan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) September 1948 silam. Di bawahnya bertuliskan kalimat Perjuangan kan kuteruskan sampai ke akhir zaman. ‘’Di bawahnya tertulis Madiun 10 September 1985, teman-teman seperjoeangan TRIP Jawa Timur,’’ imbuhnya.

Catatan Jawa Pos Radar Madiun, Batalyon 2000 terdiri dari pelajar Madiun Raya dan Bojonegoro bermarkas di SMPN Pertahanan (sekarang SMPN 2 Kota Madiun). Sebelum akhirnya diubah menjadi komando Markas Komando I. ‘’Fungsi edukasi ini memberi gambaran pada generasi sekarang tentang sejarah,’’ jelas Jemakir.

Dia membeberkan, pemeliharaan tersebut satu paket dengan pembenahan taman di sekitar monumen. Pihaknya getol melakukan pemeliharaan di lokasi yang memiliki nilai historis. Tahun depan, anggaran pemeliharaan seluruh monumen dan fasilitas umum di-plotting Rp 600 juta. Termasuk lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruang terbuka hijau (RTH).

Jemakir berharap pemeliharaan diikuti semangat warga untuk turut memiliki. Artinya, dibutuhkan peran aktif warga turut memelihara. ‘’Paling tidak, jangan mencoret-coret apalagi merusak fasilitas umum. Terutama monumen yang bernilai sejarah,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/