alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Ramadan, Konsumsi Listrik Masyarakat Naik Sepersen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat konsumsi masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan. Tidak hanya soal kebutuhan makan dan minum, tapi juga listrik. Beban puncak naik sekitar satu persen atau sekitar 1,75 megawatt (MW) di wilayah kerja PLN UP3 Madiun. Meliputi Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi.

Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Madiun Fikih Zulfikar menyebut bahwa kebutuhan listrik di waktu normal 175 MW. Kenaikan penggunaan listrik terjadi saat menjelang buka puasa atau sekitar pukul 17.30. Serta saat sahur atau sekitar pukul 02.30. ‘’Komitmen PLN, kapan pun kami siap untuk keandalan pasokan listrik. Baik saat Ramadan maupun hari biasa,’’ kata Fikih, Kamis (15/4).

Baca Juga :  Mengenal Komunitas Panasbung Kota Madiun

Fikih menambahkan, peningkatan konsumsi listrik tidak hanya di segmen rumah tangga. Melainkan juga tempat ibadah. Seperti salat Tarawih, tadarus Alquran, serta kegiatan lainnya. Karena itu, tempat ibadah menjadi skala prioritas pemantauan agar tidak terjadi pemadaman di luar perencanaan akibat faktor alam. ‘’Intinya kami siap 24 jam melayani pelanggan,’’ ujarnya. (kid/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat konsumsi masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan. Tidak hanya soal kebutuhan makan dan minum, tapi juga listrik. Beban puncak naik sekitar satu persen atau sekitar 1,75 megawatt (MW) di wilayah kerja PLN UP3 Madiun. Meliputi Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi.

Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Madiun Fikih Zulfikar menyebut bahwa kebutuhan listrik di waktu normal 175 MW. Kenaikan penggunaan listrik terjadi saat menjelang buka puasa atau sekitar pukul 17.30. Serta saat sahur atau sekitar pukul 02.30. ‘’Komitmen PLN, kapan pun kami siap untuk keandalan pasokan listrik. Baik saat Ramadan maupun hari biasa,’’ kata Fikih, Kamis (15/4).

Baca Juga :  Guru Wilayah Perbatasan Ini Ciptakan Aplikasi Pendidikan

Fikih menambahkan, peningkatan konsumsi listrik tidak hanya di segmen rumah tangga. Melainkan juga tempat ibadah. Seperti salat Tarawih, tadarus Alquran, serta kegiatan lainnya. Karena itu, tempat ibadah menjadi skala prioritas pemantauan agar tidak terjadi pemadaman di luar perencanaan akibat faktor alam. ‘’Intinya kami siap 24 jam melayani pelanggan,’’ ujarnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/