alexametrics
25.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Revitalisasi Pasar Sleko Lantai II setelah Lebaran

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek revitalisasi lantai II Pasar Sleko dipastikan mulai digarap 10 Mei mendatang. Menyusul sudah adanya pemenang tender proyek yang dibiayai APBD 2022 senilai Rp 446 juta itu. ‘’Karena masih ada pedagang yang berjualan, pengerjaan dimulai setelah Lebaran,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Jumat (15/4).

Pihaknya sengaja memberi kesempatan pedagang berjualan selama Ramadan. Sebab, menjelang Idul Fitri biasanya ramai pembeli. Setelah Lebaran, semua pedagang bakal direlokasi sementara hingga revitalisasi rampung. ‘’Sudah kami siapkan tempat untuk mereka,’’ ujarnya.

Ansar menyebutkan, masih ada 40 pedagang yang aktif. Pun, memiliki kios dan los. Mereka bakal ditempatkan di lantai I. Di antaranya, di kios sebelah kantor pengelolaan Pasar Sleko dan kios buah yang masih kosong. ‘’Mereka sudah berkenan pindah sementara setelah Lebaran nanti,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Ekspansi ke Kota Madiun, McDonald Investasikan Duit Rp 5 Miliar

Pekerjaan proyek dijadwalkan sampai awal September. Pelaksana proyek, tim perencana, dan pengawas dituntut harus satu persepsi. Pun, bisa mengerjakan proyek tepat waktu. ‘’Jangan sampai ada miskomunikasi antara satu dengan lainnya,’’ ujarnya.

Rencananya, 40 pedagang lama diprioritaskan untuk mengisi lantai II. Sedangkan sisanya bakal diisi pedagang elektronik maupun jasa. Seperti perbankan atau kredit yang saat ini di bawah. ‘’Khususnya bank yang mendukung pedagang,’’ ucapnya.

Ansar berharap proses pemindahan pedagang berjalan lancar. Sebab, ukuran kios ada tiga macam. Yakni, 4×4, 4×6, dan 4×5 meter persegi. Pun, penempatan pedagang ditata ulang sesuai layout yang sudah dibuat. Pihaknya berharap revitalisasi membawa angin segar bagi pedagang. Sebab, kondisinya cukup memprihatinkan. ‘’Banyak yang tidak laku dan akhirnya tutup,’’ pungkasnya. (mg7/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek revitalisasi lantai II Pasar Sleko dipastikan mulai digarap 10 Mei mendatang. Menyusul sudah adanya pemenang tender proyek yang dibiayai APBD 2022 senilai Rp 446 juta itu. ‘’Karena masih ada pedagang yang berjualan, pengerjaan dimulai setelah Lebaran,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Jumat (15/4).

Pihaknya sengaja memberi kesempatan pedagang berjualan selama Ramadan. Sebab, menjelang Idul Fitri biasanya ramai pembeli. Setelah Lebaran, semua pedagang bakal direlokasi sementara hingga revitalisasi rampung. ‘’Sudah kami siapkan tempat untuk mereka,’’ ujarnya.

Ansar menyebutkan, masih ada 40 pedagang yang aktif. Pun, memiliki kios dan los. Mereka bakal ditempatkan di lantai I. Di antaranya, di kios sebelah kantor pengelolaan Pasar Sleko dan kios buah yang masih kosong. ‘’Mereka sudah berkenan pindah sementara setelah Lebaran nanti,’’ klaimnya.

Baca Juga :  Kota Madiun PPKM Level 4, Dindik Dilematis Terapkan PJJ atau PTM

Pekerjaan proyek dijadwalkan sampai awal September. Pelaksana proyek, tim perencana, dan pengawas dituntut harus satu persepsi. Pun, bisa mengerjakan proyek tepat waktu. ‘’Jangan sampai ada miskomunikasi antara satu dengan lainnya,’’ ujarnya.

Rencananya, 40 pedagang lama diprioritaskan untuk mengisi lantai II. Sedangkan sisanya bakal diisi pedagang elektronik maupun jasa. Seperti perbankan atau kredit yang saat ini di bawah. ‘’Khususnya bank yang mendukung pedagang,’’ ucapnya.

Ansar berharap proses pemindahan pedagang berjalan lancar. Sebab, ukuran kios ada tiga macam. Yakni, 4×4, 4×6, dan 4×5 meter persegi. Pun, penempatan pedagang ditata ulang sesuai layout yang sudah dibuat. Pihaknya berharap revitalisasi membawa angin segar bagi pedagang. Sebab, kondisinya cukup memprihatinkan. ‘’Banyak yang tidak laku dan akhirnya tutup,’’ pungkasnya. (mg7/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/