alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Buka Keran Full PTM, Dindik Kota Madiun Bakal Tambah Durasi Pembelajaran

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Madiun telah turun ke level 1. Seiring penurunan status tersebut pemkot memberikan kelonggaran pada sejumlah kegiatan. Sektor pendidikan, misalnya, sekolah-sekolah kini diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menyatakan, kebijakan mengizinkan PTM 100 persen itu tidak diambil secara asal-asalan. Melainkan telah melewati sejumlah pertimbangan. Salah satunya berkiblat pada kasus Covid-19 yang berangsur mereda. ‘’Sudah 100 persen. Selain PPKM level 1, beberapa indikator memenuhi untuk menggelar KBM (kegiatan belajar-mengajar) dengan kapasitas penuh,’’ ujarnya, Minggu (15/5).

Lismawati mengatakan, format PTM 100 persen diterapkan pada semua jenjang pendidikan di bawah naungan dinasnya. Mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP. ‘’Teknis pembelajarannya pun berlangsung sekaligus atau tanpa sesi. Sedangkan durasinya akan ditambah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pasang CCTV, Ketati Akses Keluar-Masuk Pasar Sleko

Rencananya, lanjut dia, siswa SD dan SMP bakal mengikuti PTM di sekolah dengan durasi sekitar enam jam per hari. Satu mata pelajaran (mapel) berlangsung 40-50 menit. ‘’Yang pasti semua kegiatan sekolah sudah diizinkan melaksanakan PTM penuh. Termasuk ekstrakurikuler dan operasional kantin sekolah,’’ kata Lismawati.

Khusus ekstrakurikuler, dindik menetapkan sejumlah persyaratan khusus. Yakni, semua kegiatan dilakukan outdoor alias di tempat terbuka. Hal itu mempertimbangkan virus korona yang belum sepenuhnya hilang. ‘’Surat edaran akan segera kami sampaikan ke sekolah-sekolah,’’ janjinya.

Sementara, kantin diperbolehkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal. Pengunjung tidak boleh lebih dari 75 persen dari kapasitas tempat. Pun, warga sekolah diperbolehkan membuka masker hanya saat makan. ‘’Prokes (protokol kesehatan) ketat tetap diterapkan. Wajib memakai masker,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Madiun telah turun ke level 1. Seiring penurunan status tersebut pemkot memberikan kelonggaran pada sejumlah kegiatan. Sektor pendidikan, misalnya, sekolah-sekolah kini diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menyatakan, kebijakan mengizinkan PTM 100 persen itu tidak diambil secara asal-asalan. Melainkan telah melewati sejumlah pertimbangan. Salah satunya berkiblat pada kasus Covid-19 yang berangsur mereda. ‘’Sudah 100 persen. Selain PPKM level 1, beberapa indikator memenuhi untuk menggelar KBM (kegiatan belajar-mengajar) dengan kapasitas penuh,’’ ujarnya, Minggu (15/5).

Lismawati mengatakan, format PTM 100 persen diterapkan pada semua jenjang pendidikan di bawah naungan dinasnya. Mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP. ‘’Teknis pembelajarannya pun berlangsung sekaligus atau tanpa sesi. Sedangkan durasinya akan ditambah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  THM Dirazia, Satpol PP Kota Madiun Minta Tak Buka Saat Ramadan

Rencananya, lanjut dia, siswa SD dan SMP bakal mengikuti PTM di sekolah dengan durasi sekitar enam jam per hari. Satu mata pelajaran (mapel) berlangsung 40-50 menit. ‘’Yang pasti semua kegiatan sekolah sudah diizinkan melaksanakan PTM penuh. Termasuk ekstrakurikuler dan operasional kantin sekolah,’’ kata Lismawati.

Khusus ekstrakurikuler, dindik menetapkan sejumlah persyaratan khusus. Yakni, semua kegiatan dilakukan outdoor alias di tempat terbuka. Hal itu mempertimbangkan virus korona yang belum sepenuhnya hilang. ‘’Surat edaran akan segera kami sampaikan ke sekolah-sekolah,’’ janjinya.

Sementara, kantin diperbolehkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal. Pengunjung tidak boleh lebih dari 75 persen dari kapasitas tempat. Pun, warga sekolah diperbolehkan membuka masker hanya saat makan. ‘’Prokes (protokol kesehatan) ketat tetap diterapkan. Wajib memakai masker,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/