alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Pemkot Madiun Gandeng IMSC Kembangkan 5 Kawasan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menggandeng PT INKA Multi Solusi Consulting (IMSC) sebagai konsultan pengembangan lima kawasan. Yakni, Jalan Bogowonto, Pahlawan Street Center (PSC) dan Bundaran Patung Pecel, Embung Pilangbango, tower PDAM di Jalan Kapuas, serta perbatasan Kota-Kabupaten Madiun di simpang empat Nglames.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, dari konsep atau site plan yang dipaparkan IMSC, paling memungkinkan untuk dikerjakan lebih dulu adalah Jalan Bogowonto. Dia berharap Juli mendatang sudah jadi dan diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). ‘’Kalau bisa malah pas hari jadi Kota Madiun (ke-104, Red) sudah selesai,’’ katanya kemarin (14/5).

Dari paparan IMSC tersebut, Maidi sempat mengoreksi desain lampu dan patung pendekar di Segi Tiga Emas Jalan Bogowonto. Dia ingin patung pendekar diganti gazebo enam kaki. Lalu, jumlah lampu ditambah. ‘’Selain itu, trotoarnya akan dilebarkan serta penambahan toilet,’’ ujarnya.

Maidi juga menyinggung rehabilitasi Pasar Kawak di Jalan Kutai sebagai bagian dari koneksivitas kawasan Jalan Bogowonto. Pekerjaan itu rencananya digarap dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dengan estimasi anggaran antara Rp 2–3 miliar. ‘’Kalau bisa dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) atau tahun depan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Kemenag Buka Keran Bantuan untuk Masjid

Embung Pilangbango jadi prioritas selanjutnya. Maidi mendorong ada kerja sama dengan investor dalam penataannya. Tujuannya, menghemat APBD untuk kegiatan tersebut. ‘’Jadi, nanti sistemnya bagi hasil. Tahun pertama nggak bisa setor nggak apa-apa. Daripada kita keluar uang Rp 3–4 miliar kan eman-eman. Kami permudah izinnya nanti,’’ janjinya.

Embung Pilangbango dikonsep wanawisata air. Yakni, ada panggung teater, plaza, kafe, taman, ruang terbuka hijau (RTH), dan dermaga. Untuk embung, Maidi menilai konsep IMSC sudah bagus. ‘’Nanti tinggal ditambah pohon-pohon kelapa dengan kain kotak-kotak hitam-putih. Wis, itu sudah kayak di Bali,’’ sebutnya.

Direktur Utama IMSC Zenit Supriyono menyatakan bahwa desain untuk kawasan wisata Jalan Bogowonto fixed. Meskipun ada sedikit usulan dari Maidi saat paparan di Ngrowo Bening kemarin. Menurut dia, itu tidak terlalu berpengaruh besar dalam perubahan desain. ‘’Ini sudah yang kali kesekian dan mungkin sudah final,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya tim konsultan telah menyampaikan beberapa konsep desain untuk kawasan Bogowonto. Pun, beberapa kali mengalami perubahan. Untuk Jalan Bogowonto, pihaknya hanya diminta membuat desain konsepnya. ‘’Kami konsultasi dengan wali kota sudah berkali-kali dan ini adalah finalisasinya. Kemudian, setelah itu diminta jalan,’’ jelas Zenit. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menggandeng PT INKA Multi Solusi Consulting (IMSC) sebagai konsultan pengembangan lima kawasan. Yakni, Jalan Bogowonto, Pahlawan Street Center (PSC) dan Bundaran Patung Pecel, Embung Pilangbango, tower PDAM di Jalan Kapuas, serta perbatasan Kota-Kabupaten Madiun di simpang empat Nglames.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, dari konsep atau site plan yang dipaparkan IMSC, paling memungkinkan untuk dikerjakan lebih dulu adalah Jalan Bogowonto. Dia berharap Juli mendatang sudah jadi dan diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). ‘’Kalau bisa malah pas hari jadi Kota Madiun (ke-104, Red) sudah selesai,’’ katanya kemarin (14/5).

Dari paparan IMSC tersebut, Maidi sempat mengoreksi desain lampu dan patung pendekar di Segi Tiga Emas Jalan Bogowonto. Dia ingin patung pendekar diganti gazebo enam kaki. Lalu, jumlah lampu ditambah. ‘’Selain itu, trotoarnya akan dilebarkan serta penambahan toilet,’’ ujarnya.

Maidi juga menyinggung rehabilitasi Pasar Kawak di Jalan Kutai sebagai bagian dari koneksivitas kawasan Jalan Bogowonto. Pekerjaan itu rencananya digarap dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dengan estimasi anggaran antara Rp 2–3 miliar. ‘’Kalau bisa dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) atau tahun depan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Rapid Test Reaktif, Swab Test Bisa Negatif

Embung Pilangbango jadi prioritas selanjutnya. Maidi mendorong ada kerja sama dengan investor dalam penataannya. Tujuannya, menghemat APBD untuk kegiatan tersebut. ‘’Jadi, nanti sistemnya bagi hasil. Tahun pertama nggak bisa setor nggak apa-apa. Daripada kita keluar uang Rp 3–4 miliar kan eman-eman. Kami permudah izinnya nanti,’’ janjinya.

Embung Pilangbango dikonsep wanawisata air. Yakni, ada panggung teater, plaza, kafe, taman, ruang terbuka hijau (RTH), dan dermaga. Untuk embung, Maidi menilai konsep IMSC sudah bagus. ‘’Nanti tinggal ditambah pohon-pohon kelapa dengan kain kotak-kotak hitam-putih. Wis, itu sudah kayak di Bali,’’ sebutnya.

Direktur Utama IMSC Zenit Supriyono menyatakan bahwa desain untuk kawasan wisata Jalan Bogowonto fixed. Meskipun ada sedikit usulan dari Maidi saat paparan di Ngrowo Bening kemarin. Menurut dia, itu tidak terlalu berpengaruh besar dalam perubahan desain. ‘’Ini sudah yang kali kesekian dan mungkin sudah final,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya tim konsultan telah menyampaikan beberapa konsep desain untuk kawasan Bogowonto. Pun, beberapa kali mengalami perubahan. Untuk Jalan Bogowonto, pihaknya hanya diminta membuat desain konsepnya. ‘’Kami konsultasi dengan wali kota sudah berkali-kali dan ini adalah finalisasinya. Kemudian, setelah itu diminta jalan,’’ jelas Zenit. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/