alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Suporter MPFC Rela Patungan Bayar Denda ke Asprov PSSI Jatim

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Barcelona punya Cules, sedangkan Real Madrid ada Madridistas. Kedua kelompok suporter di La Liga itu bukan sekadar penonton pertandingan. Mereka punya pengaruh kuat untuk klubnya masing-masing. Yakni, turut menentukan presiden klub. Pun, dapat ”memengaruhi” kebijakan transfer pemain.

Nah, Great Bull Boys (GBB) dan The Mad Mania (Madman) seperti mengekor dua kelompok suporter fanatik di Spanyol itu. Mereka membiayai klubnya sendiri, Madiun Putra FC (MPFC), agar bisa kembali berkompetisi setelah hampir tiga tahun vakum.

Hal itu mereka buktikan dengan menghimpun dana untuk membayar denda klub karena sanksi larangan berkompetisi di Liga 3 Jatim dari Asprov PSSI Jatim. ‘’Total terkumpul Rp 27,2 juta,’’ kata Koordinator Komunitas Madiun Football Rhizal Putra Pratama, Minggu (15/5).

Donasi itu dihimpun dari sejumlah sumber. Tidak hanya dari GBB dan Madman, tapi juga dari kelompok suporter lain maupun sejumlah event atau penyelenggaraan musik.

Rhizal mengungkapkan, uang yang terkumpul telah dibayarkan ke Badan Liga Nusantara PSSI Jatim pada 30 April lalu. Besarannya Rp 25 juta dengan sistem transfer. ‘’Sedangkan sisanya, rencananya untuk mempersiapkan kebutuhan tim sebelum Liga 3 Jatim dimulai,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ayu Zindia, Sarjana Pendidikan yang Pilih Berbisnis Undangan Custom

Rhizal menegaskan, suporter telah mengantongi izin dari Armaya, co-owner MPFC, untuk mengelola klub berjuluk Blue Force tersebut musim ini. Bagi Rhizal dkk tentu tidak akan mudah menjalankan operasional klub yang membutuhkan biaya besar selama kompetisi.

Karena itu, mereka bakal bahu-membahu menggaet sponsor dan investor untuk mendanai MPFC. ‘’Sejak awal kami sudah meyakini bahwa sebisa mungkin akan kami hadapi (mencari investor, Red). Karena sering kali juga komunikasi dengan kedua suporter,’’ ujarnya.

Kelak suporter hanya akan memonitor. Sementara, pengelolaan klub diberikan kepada manajemen yang telah ditunjuk. Namun, suporter punya peran untuk menentukan kebijakan transfer pemain seperti halnya Cules dan Madridistas. ‘’Rencana ke depan, kami akan mengadakan beberapa agenda, termasuk laga uji coba dengan salah satu klub Liga 3 Jatim,’’ terang Rhizal.

Tidak hanya itu, MPFC di bawah kendali suporter nanti lebih terbuka dan transparan. Mulai dari persiapan menyusun agenda pertandingan uji coba hingga pembentukan tim. ‘’Dengan begini, kami percaya bahwa bisa menjalani kompetisi sampai akhir,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Barcelona punya Cules, sedangkan Real Madrid ada Madridistas. Kedua kelompok suporter di La Liga itu bukan sekadar penonton pertandingan. Mereka punya pengaruh kuat untuk klubnya masing-masing. Yakni, turut menentukan presiden klub. Pun, dapat ”memengaruhi” kebijakan transfer pemain.

Nah, Great Bull Boys (GBB) dan The Mad Mania (Madman) seperti mengekor dua kelompok suporter fanatik di Spanyol itu. Mereka membiayai klubnya sendiri, Madiun Putra FC (MPFC), agar bisa kembali berkompetisi setelah hampir tiga tahun vakum.

Hal itu mereka buktikan dengan menghimpun dana untuk membayar denda klub karena sanksi larangan berkompetisi di Liga 3 Jatim dari Asprov PSSI Jatim. ‘’Total terkumpul Rp 27,2 juta,’’ kata Koordinator Komunitas Madiun Football Rhizal Putra Pratama, Minggu (15/5).

Donasi itu dihimpun dari sejumlah sumber. Tidak hanya dari GBB dan Madman, tapi juga dari kelompok suporter lain maupun sejumlah event atau penyelenggaraan musik.

Rhizal mengungkapkan, uang yang terkumpul telah dibayarkan ke Badan Liga Nusantara PSSI Jatim pada 30 April lalu. Besarannya Rp 25 juta dengan sistem transfer. ‘’Sedangkan sisanya, rencananya untuk mempersiapkan kebutuhan tim sebelum Liga 3 Jatim dimulai,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Tinggi, Alasan Investor Ekspansi Bisnis ke Kota Madiun

Rhizal menegaskan, suporter telah mengantongi izin dari Armaya, co-owner MPFC, untuk mengelola klub berjuluk Blue Force tersebut musim ini. Bagi Rhizal dkk tentu tidak akan mudah menjalankan operasional klub yang membutuhkan biaya besar selama kompetisi.

Karena itu, mereka bakal bahu-membahu menggaet sponsor dan investor untuk mendanai MPFC. ‘’Sejak awal kami sudah meyakini bahwa sebisa mungkin akan kami hadapi (mencari investor, Red). Karena sering kali juga komunikasi dengan kedua suporter,’’ ujarnya.

Kelak suporter hanya akan memonitor. Sementara, pengelolaan klub diberikan kepada manajemen yang telah ditunjuk. Namun, suporter punya peran untuk menentukan kebijakan transfer pemain seperti halnya Cules dan Madridistas. ‘’Rencana ke depan, kami akan mengadakan beberapa agenda, termasuk laga uji coba dengan salah satu klub Liga 3 Jatim,’’ terang Rhizal.

Tidak hanya itu, MPFC di bawah kendali suporter nanti lebih terbuka dan transparan. Mulai dari persiapan menyusun agenda pertandingan uji coba hingga pembentukan tim. ‘’Dengan begini, kami percaya bahwa bisa menjalani kompetisi sampai akhir,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/