alexametrics
23.4 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Tak Punya Dana, Sepak Bola Kota Madiun Absen Porprov

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepak bola Kota Madiun sedang suram. Tidak hanya tak punya wakil yang berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia di level apa pun. Di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII, dipastikan tidak ada nama Kota Madiun dalam cabang olahraga (cabor) sepak bola.

Bahkan, sudah dimulai sejak pra-porprov untuk cabor sepak bola yang sudah mulai bergulir saat ini. Kota Madiun memutuskan tidak turut serta lantaran terkendala anggaran. ‘’Dana dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) tidak ada,’’ kata Ketua Askot PSSI Madiun Nono Djatikusumo, Minggu (15/5).

Padahal, lanjut dia, sebetulnya Kota Madiun berpeluang ditunjuk sebagai tuan rumah jika ikut. Sinyal itu diperoleh saat Nono bertandang bertemu Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin di Sidoarjo beberapa bulan lalu.

Pertimbangannya adalah kelayakan Stadion Wilis dibandingkan stadion lainnya di Madiun Raya. ‘’Tapi, kan tidak mungkin ikut kalau nggak punya dana. Meskipun peluang lolos besar, tapi kalau nanti sudah di babak utama (porprov) pasti perlu dana besar,’’ ujarnya.

Menurut dia, setidaknya butuh dana sekitar Rp 160 juta untuk berlaga di porprov. Duit itu untuk keperluan operasional tim dan ofisial selama mengikuti penyisihan grup di Jember, Lumajang, Bondowoso, atau Situbondo. ‘’Belum lagi, nanti cabor lain iri jika kami dapat dana besar. Sementara potensi medali yang didapatkan kecil,’’ ungkap Nono.

Baca Juga :  Sebulan Boyongan, Pasar Bunga Masih Sepi

Kendati demikian, Nono tidak berkecil hati. Dia yakin sepak bola Kota Madiun dapat survive. Saat ini pihaknya fokus pembinaan pemain seluruh kelompok umur di klub-klub internal Askot PSSI Madiun. ‘’Tapi, di sisi lain dana hibah dari KONI belum turun. Saya tidak tahu berapa besarannya nanti yang akan kami dapat,’’ tuturnya.

Ketua KONI Kota Madiun Tatok Raya belum dapat memastikan jumlah cabor yang akan disertakan ke porprov. Pihaknya perlu selektif lantaran anggaran yang dialokasikan terbatas. ‘’Tentu harus selektif. Karena masing-masing cabor ada yang terukur dan tidak,’’ dalihnya.

Tahun ini KONI hanya mendapatkan dana hibah dari Pemkot Madiun Rp 1 miliar. Namun, dana tersebut tidak semua untuk porprov. Melainkan juga untuk keperluan operasional cabor. ‘’Kalau tahun depan sekitar Rp 2,7 miliar,’’ sebutnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepak bola Kota Madiun sedang suram. Tidak hanya tak punya wakil yang berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia di level apa pun. Di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII, dipastikan tidak ada nama Kota Madiun dalam cabang olahraga (cabor) sepak bola.

Bahkan, sudah dimulai sejak pra-porprov untuk cabor sepak bola yang sudah mulai bergulir saat ini. Kota Madiun memutuskan tidak turut serta lantaran terkendala anggaran. ‘’Dana dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) tidak ada,’’ kata Ketua Askot PSSI Madiun Nono Djatikusumo, Minggu (15/5).

Padahal, lanjut dia, sebetulnya Kota Madiun berpeluang ditunjuk sebagai tuan rumah jika ikut. Sinyal itu diperoleh saat Nono bertandang bertemu Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin di Sidoarjo beberapa bulan lalu.

Pertimbangannya adalah kelayakan Stadion Wilis dibandingkan stadion lainnya di Madiun Raya. ‘’Tapi, kan tidak mungkin ikut kalau nggak punya dana. Meskipun peluang lolos besar, tapi kalau nanti sudah di babak utama (porprov) pasti perlu dana besar,’’ ujarnya.

Menurut dia, setidaknya butuh dana sekitar Rp 160 juta untuk berlaga di porprov. Duit itu untuk keperluan operasional tim dan ofisial selama mengikuti penyisihan grup di Jember, Lumajang, Bondowoso, atau Situbondo. ‘’Belum lagi, nanti cabor lain iri jika kami dapat dana besar. Sementara potensi medali yang didapatkan kecil,’’ ungkap Nono.

Baca Juga :  939 Warga Binaan Lapas Madiun Dapat Remisi Idul Fitri

Kendati demikian, Nono tidak berkecil hati. Dia yakin sepak bola Kota Madiun dapat survive. Saat ini pihaknya fokus pembinaan pemain seluruh kelompok umur di klub-klub internal Askot PSSI Madiun. ‘’Tapi, di sisi lain dana hibah dari KONI belum turun. Saya tidak tahu berapa besarannya nanti yang akan kami dapat,’’ tuturnya.

Ketua KONI Kota Madiun Tatok Raya belum dapat memastikan jumlah cabor yang akan disertakan ke porprov. Pihaknya perlu selektif lantaran anggaran yang dialokasikan terbatas. ‘’Tentu harus selektif. Karena masing-masing cabor ada yang terukur dan tidak,’’ dalihnya.

Tahun ini KONI hanya mendapatkan dana hibah dari Pemkot Madiun Rp 1 miliar. Namun, dana tersebut tidak semua untuk porprov. Melainkan juga untuk keperluan operasional cabor. ‘’Kalau tahun depan sekitar Rp 2,7 miliar,’’ sebutnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/