alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Klaster Mantenan Bantengan, Polisi Bantah Keluarkan Izin Keramaian

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ternyata izin dua hajatan dalam dua hari berturut-turut di Desa Bantengan dan Mojopurno, Wungu, yang memunculkan klaster mantenan itu bodong. Polsek Wungu menegaskan tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara mantu dan ngunduh mantu di dua desa bertetangga tersebut. Padahal, infonya, di dua hajatan itu juga digelar hiburan. ‘’Kami pastikan hajatan itu tidak ada izin,’’ kata Kapolsek Wungu AKP Isnaini Ujianto, Selasa (15/6).

Yang kini menjadi pergunjingan, di dua desa tersebut ada bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas)-nya. Disinggung laporan dari bhabinkamtibmas, Kapolsek berdalih lokasi hajatan terpencil. ‘’Tempatnya itu terpencil, dalem sekali, kemungkinan tidak ada pantauan,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Setelah Voli dan Basket, Affan Kepincut Bersepeda

Kendati demikian, Isnaini mengklaim hajatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pernyataan itu berdasar laporan dua kepala desa setempat. ‘’Info kalau di hajatan ada reyog dan electone, itu kan info. Saya tidak menyaksikan sendiri. Jadi, nggak berani mengatakan. Yang jelas tidak ada izin dan kami tidak pernah mengizinkan,’’ kilahnya. (den/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ternyata izin dua hajatan dalam dua hari berturut-turut di Desa Bantengan dan Mojopurno, Wungu, yang memunculkan klaster mantenan itu bodong. Polsek Wungu menegaskan tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara mantu dan ngunduh mantu di dua desa bertetangga tersebut. Padahal, infonya, di dua hajatan itu juga digelar hiburan. ‘’Kami pastikan hajatan itu tidak ada izin,’’ kata Kapolsek Wungu AKP Isnaini Ujianto, Selasa (15/6).

Yang kini menjadi pergunjingan, di dua desa tersebut ada bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas)-nya. Disinggung laporan dari bhabinkamtibmas, Kapolsek berdalih lokasi hajatan terpencil. ‘’Tempatnya itu terpencil, dalem sekali, kemungkinan tidak ada pantauan,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Besar Madiun Ragu Kerja Sama dengan Pasar Tanah Abang Efektif

Kendati demikian, Isnaini mengklaim hajatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pernyataan itu berdasar laporan dua kepala desa setempat. ‘’Info kalau di hajatan ada reyog dan electone, itu kan info. Saya tidak menyaksikan sendiri. Jadi, nggak berani mengatakan. Yang jelas tidak ada izin dan kami tidak pernah mengizinkan,’’ kilahnya. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/