alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Anak Tanpa Ortu Dicarikan Wali

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah siswa di Kota Madiun terancam tidak memperoleh ijazah meski telah lulus sekolah. Terutama, anak-anak penyandang disabilitas di panti asuhan. Penyebabnya, tidak ada nama orang tua (ortu) di akta kelahiran mereka. Sehingga, bakal kesulitan memperoleh nomor induk siswa nasional (NISN) di dokumen ijazah mereka.

Persoalan tersebut mendapat atensi Pemkot Madiun. Pun, telah dikonsultasikan hingga ke Pemprov Jatim. ‘’Rencananya, ada dua cara untuk menyelesaikan kendala yang dialami anak yang tidak memiliki asal-usul orang tua tersebut,’’ kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dam Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Madiun Poedjo Soeprantio, Senin (15/8).

Dua skenario itu adalah adopsi dan sidang perwalian di pengadilan. Menurut Poedjo, perwalian menjadi opsi terbaiknya. Sebab, proses adopsi dinilai ribet dan butuh waktu lama. ‘’Harus mencari dulu keluarga yang bersedia mengadopsi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sita Narkoba Senilai Rp 100 Juta, Porles Madiun Kota Ringkus Delapan Tersangka

Sedangkan perwalian, lanjut Poedjo, tak akan mengubah akta lahir anak tanpa orang tua. Ijazah yang kelak diberikan bakal diwakilkan kepada kerabat dekat atau pengurus yayasan panti asuhan sebagai wali di depan hakim. Cara ini dinilai legal. ‘’Insya Allah sudah kami jadwal sidangnya. Termasuk biaya sidang sudah kami siapkan,’’ tuturnya.

Rencananya, sidang bakal dijadwalkan September mendatang. Pihaknya menyediakan anggaran Rp 20 juta untuk memfasilitasi anak disabilitas tanpa orang tua memperoleh haknya sebagai warga negara tersebut. Apalagi, kota ini sudah dinobatkan sebagai KLA (Kota Layak Anak) kategori Nindya. ‘’Hak anak-anak tidak hanya sarana-prasarana belajar, kesehatan, dan konsumsi. Tapi, juga urusan administrasi kependudukan juga difasilitasi,’’ tegasnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah siswa di Kota Madiun terancam tidak memperoleh ijazah meski telah lulus sekolah. Terutama, anak-anak penyandang disabilitas di panti asuhan. Penyebabnya, tidak ada nama orang tua (ortu) di akta kelahiran mereka. Sehingga, bakal kesulitan memperoleh nomor induk siswa nasional (NISN) di dokumen ijazah mereka.

Persoalan tersebut mendapat atensi Pemkot Madiun. Pun, telah dikonsultasikan hingga ke Pemprov Jatim. ‘’Rencananya, ada dua cara untuk menyelesaikan kendala yang dialami anak yang tidak memiliki asal-usul orang tua tersebut,’’ kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dam Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Madiun Poedjo Soeprantio, Senin (15/8).

Dua skenario itu adalah adopsi dan sidang perwalian di pengadilan. Menurut Poedjo, perwalian menjadi opsi terbaiknya. Sebab, proses adopsi dinilai ribet dan butuh waktu lama. ‘’Harus mencari dulu keluarga yang bersedia mengadopsi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pelaku UMKM di Kota Madiun Digerojok 6 Ton Minyak Goreng

Sedangkan perwalian, lanjut Poedjo, tak akan mengubah akta lahir anak tanpa orang tua. Ijazah yang kelak diberikan bakal diwakilkan kepada kerabat dekat atau pengurus yayasan panti asuhan sebagai wali di depan hakim. Cara ini dinilai legal. ‘’Insya Allah sudah kami jadwal sidangnya. Termasuk biaya sidang sudah kami siapkan,’’ tuturnya.

Rencananya, sidang bakal dijadwalkan September mendatang. Pihaknya menyediakan anggaran Rp 20 juta untuk memfasilitasi anak disabilitas tanpa orang tua memperoleh haknya sebagai warga negara tersebut. Apalagi, kota ini sudah dinobatkan sebagai KLA (Kota Layak Anak) kategori Nindya. ‘’Hak anak-anak tidak hanya sarana-prasarana belajar, kesehatan, dan konsumsi. Tapi, juga urusan administrasi kependudukan juga difasilitasi,’’ tegasnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/