alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Lindungi Anak dari Campak-Rubella

Pemkot Madiun Targetkan 9.513 Anak Diimunisasi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran kasus Campak dan Rubella di Kota Madiun ditekan. Salah satunya dengan menggeber imunisasi anak. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) menargetkan 9.513 anak mendapat imunisasi pada bulan ini. Target itu sejalan dengan pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebutkan sampai dengan saat ini 5.793 anak atau 60,90 persen telah mendapat suntikan imunisasi. Sementara sisa anak lainnya bakal di-sweeping door to door untuk mencapai target imunisasi measles rubella (MR). ‘’Sweeping ke rumah-rumah melibatkan petugas kesehatan di kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, RT, RW, babinsa dan bhabinkamtibmas,’’ katanya, Senin (15/8).

SUNTIK: Seorang anak diberikan dosis imunisasi untuk pencegahan penyakit campak-rubella, Senin (15/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Menurutnya, kegiatan imunisasi ini bertujuan untuk melindungi dan mencegah anak-anak di Kota Madiun terjangkit penyakit. Selain pemberian imunisasi Campak-Rubella, selama BIAN juga melengkapi dosis imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. ‘’Jadi, anak-anak yang belum divaksin atau diimunisasi karena suatu hal, maka kita datang ke rumah-rumah. Sehingga semua anak balita bisa mendapat imunisasi,’’ ujarnya.

Denik mengatakan, sasaran BIAN adalah anak usia 9-59 bulan. Meski demikian, dia meminta para orang tua untuk tidak panik atau khawatir pada pelaksanaan BIAN. Mengingat pentingnya imunisasi sebagai salah satu upaya intervensi kesehatan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). ‘’Tujuannya ya agar anak terlindungi dari MR,’’ jelas mantan kabid pelayanan medik RSUD Kota Madiun itu.

Baca Juga :  DPUPR Kota Madiun Klaim Proyek Saluran di Jalan Setia Budi Patuhi SOP

Sementara, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan pemkot termasuk getol meningkatkan derajat kesehatan anak. Contohnya berupa mempercepat imunisasi terhadap anak. Dengan begitu, anak terlindungi dari penyakit. ‘’Generasi ke depan kualitasnya harus baik, SDM bagus, harus sehat, harus unggul. Ini tidak boleh diabaikan dan menjadi skala prioritas. Makanya kita dahulukan,’’ katanya.

SEHAT: Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyawati memberikan dosis imunisasi kepada seorang anak di bulan imunisasi anak nasional, Senin (15/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Madiun Yuni Setyawati telah melakukan roadshow atau tinjauan pelaksanaan BIAN di beberapa posyandu. Pemkot menargetkan 100 persen anak-anak di Kota Madiun mendapatkan imunisasi. ‘’Kita lengkapi imunisasi untuk anak-anak pada Agustus ini, jadi serentak dilakukan. Harapan kami, satu bulan ini mencapai target 100 persen anak-anak Kota Madiun mendapatkan imunisasi,’’ ucapnya. (her/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran kasus Campak dan Rubella di Kota Madiun ditekan. Salah satunya dengan menggeber imunisasi anak. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) menargetkan 9.513 anak mendapat imunisasi pada bulan ini. Target itu sejalan dengan pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebutkan sampai dengan saat ini 5.793 anak atau 60,90 persen telah mendapat suntikan imunisasi. Sementara sisa anak lainnya bakal di-sweeping door to door untuk mencapai target imunisasi measles rubella (MR). ‘’Sweeping ke rumah-rumah melibatkan petugas kesehatan di kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, RT, RW, babinsa dan bhabinkamtibmas,’’ katanya, Senin (15/8).

SUNTIK: Seorang anak diberikan dosis imunisasi untuk pencegahan penyakit campak-rubella, Senin (15/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Menurutnya, kegiatan imunisasi ini bertujuan untuk melindungi dan mencegah anak-anak di Kota Madiun terjangkit penyakit. Selain pemberian imunisasi Campak-Rubella, selama BIAN juga melengkapi dosis imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. ‘’Jadi, anak-anak yang belum divaksin atau diimunisasi karena suatu hal, maka kita datang ke rumah-rumah. Sehingga semua anak balita bisa mendapat imunisasi,’’ ujarnya.

Denik mengatakan, sasaran BIAN adalah anak usia 9-59 bulan. Meski demikian, dia meminta para orang tua untuk tidak panik atau khawatir pada pelaksanaan BIAN. Mengingat pentingnya imunisasi sebagai salah satu upaya intervensi kesehatan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). ‘’Tujuannya ya agar anak terlindungi dari MR,’’ jelas mantan kabid pelayanan medik RSUD Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Handphone-PS Lolos Masuk Sel Lapas

Sementara, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan pemkot termasuk getol meningkatkan derajat kesehatan anak. Contohnya berupa mempercepat imunisasi terhadap anak. Dengan begitu, anak terlindungi dari penyakit. ‘’Generasi ke depan kualitasnya harus baik, SDM bagus, harus sehat, harus unggul. Ini tidak boleh diabaikan dan menjadi skala prioritas. Makanya kita dahulukan,’’ katanya.

SEHAT: Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyawati memberikan dosis imunisasi kepada seorang anak di bulan imunisasi anak nasional, Senin (15/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Madiun Yuni Setyawati telah melakukan roadshow atau tinjauan pelaksanaan BIAN di beberapa posyandu. Pemkot menargetkan 100 persen anak-anak di Kota Madiun mendapatkan imunisasi. ‘’Kita lengkapi imunisasi untuk anak-anak pada Agustus ini, jadi serentak dilakukan. Harapan kami, satu bulan ini mencapai target 100 persen anak-anak Kota Madiun mendapatkan imunisasi,’’ ucapnya. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/