alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Papi Agung Dijerat Pasal Prostitusi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Agung terancam dikurung satu tahun empat bulan. Papi plus mucikari yang menawarkan pemandu lagu (PL) untuk ’’melayani’’ tamu itu resmi ditetapkan sebagai tersangka Senin (14/9).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, warga Jalan Borobudur, Kota Madiun, itu disangkakan pasal 296 dan 506 KUHP. Lantaran memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan mengambil keuntungan dari praktik prostitusi terselubung. ‘’Dari setiap transaksi, dia mendapat Rp 400 ribu,’’ ujarnya saat rilis di Polda Jatim kemarin.

Pria 46 tahun yang telah bekerja selama enam bulan di In Lounge Pub & Karaoke Madiun itu menawarkan lima LC. Yakni, AF, 20, asal Jiwan, Kabupaten Madiun; WA, 20, asal Sleman, Jogjakarta; DS, 20, asal Kandat, Kediri; SM, 21, asal Ponorogo; dan DW, 25, asal Puncu, Kediri. ‘’Kelima ladies companion itu berstatus korban,’’ sebutnya.

Pemkot Madiun menyayangkan THM In Lounge Pub dan Karaoke yang nekat membuka kegiatan usahanya. Kelompok Kerja (Pokja) Pendekar Waras belum menerbitkan izin rekomendasi bagi tempat hiburan malam (THM) di Jalan Bali itu. ‘’Rekomendasinya belum kami berikan. Sejauh ini, protokol kesehatan di sana belum meyakinkan,’’ kata Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Baca Juga :  DLH Magetan Tak Bisa Ikut Campur Kelola Limbah LIK

Pasca pengungkapan Polda Jatim itu, Pendekar Waras lebih intens monitoring lapangan. Menertibkan setiap THM yang kedapatan belum direkomendasikan untuk beroperasi kembali di masa pandemi. ‘’Betul-betul akan kami sapu bersih. Apalagi kini sudah ditangani Polda Jatim, tentu menjadi atensi khusus,’’ ujarnya.

Terkait dengan sanksi, disbudparpora akan membahas bersama Pokja Pendekar Waras serta dinas terkait. ‘’Jangan sampai situasi masih prihatin, kok ada kegiatan asusila seperti itu. Tidak ada toleransi lagi,’’ tegasnya.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono meminta pengusaha THM sadar dengan situasi pandemi. Karena itu, wajib menaati aturan yang ada. Korps Adhyaksa pun menantikan proses hukum yang sedang ditangani Polda Jatim. ‘’Kami tunggu perkembangan penyelidikannya nanti seperti apa,’’ kata Sunardi. (kid/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Agung terancam dikurung satu tahun empat bulan. Papi plus mucikari yang menawarkan pemandu lagu (PL) untuk ’’melayani’’ tamu itu resmi ditetapkan sebagai tersangka Senin (14/9).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, warga Jalan Borobudur, Kota Madiun, itu disangkakan pasal 296 dan 506 KUHP. Lantaran memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan mengambil keuntungan dari praktik prostitusi terselubung. ‘’Dari setiap transaksi, dia mendapat Rp 400 ribu,’’ ujarnya saat rilis di Polda Jatim kemarin.

Pria 46 tahun yang telah bekerja selama enam bulan di In Lounge Pub & Karaoke Madiun itu menawarkan lima LC. Yakni, AF, 20, asal Jiwan, Kabupaten Madiun; WA, 20, asal Sleman, Jogjakarta; DS, 20, asal Kandat, Kediri; SM, 21, asal Ponorogo; dan DW, 25, asal Puncu, Kediri. ‘’Kelima ladies companion itu berstatus korban,’’ sebutnya.

Pemkot Madiun menyayangkan THM In Lounge Pub dan Karaoke yang nekat membuka kegiatan usahanya. Kelompok Kerja (Pokja) Pendekar Waras belum menerbitkan izin rekomendasi bagi tempat hiburan malam (THM) di Jalan Bali itu. ‘’Rekomendasinya belum kami berikan. Sejauh ini, protokol kesehatan di sana belum meyakinkan,’’ kata Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Baca Juga :  APRI Tuding Pemkab Salah Hitung Pajak Galian

Pasca pengungkapan Polda Jatim itu, Pendekar Waras lebih intens monitoring lapangan. Menertibkan setiap THM yang kedapatan belum direkomendasikan untuk beroperasi kembali di masa pandemi. ‘’Betul-betul akan kami sapu bersih. Apalagi kini sudah ditangani Polda Jatim, tentu menjadi atensi khusus,’’ ujarnya.

Terkait dengan sanksi, disbudparpora akan membahas bersama Pokja Pendekar Waras serta dinas terkait. ‘’Jangan sampai situasi masih prihatin, kok ada kegiatan asusila seperti itu. Tidak ada toleransi lagi,’’ tegasnya.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono meminta pengusaha THM sadar dengan situasi pandemi. Karena itu, wajib menaati aturan yang ada. Korps Adhyaksa pun menantikan proses hukum yang sedang ditangani Polda Jatim. ‘’Kami tunggu perkembangan penyelidikannya nanti seperti apa,’’ kata Sunardi. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/