alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pendekar Waras Getol Disiplinkan Prokes di Sekolah

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas antar-jemput siswa menjadi atensi khusus lantaran rawan terjadi kerumunan. Tugas berat itu menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah. Terutama tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Coronavirus (Pendekar Waras) bentukan tiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati mengatakan, antar-jemput menjadi bagian dari mitigasi risiko pencegahan Covid-19. Pun, dia mengklaim telah sosialisasi ke orang tua melalui sekolah masing-masing. ‘’Setiap sekolah juga sudah SOP (standard operating procedure, Red), bagaimana anak mulai dari rumah, di sekolah, sampai penjemputan,’’ kata Lismawati, Minggu (16/1/2022).

Lismawati menginstruksikan Pendekar Waras di tiap sekolah memberikan teguran saat mendapati kerumunan orang tua ketika menjemput anaknya. Menurut dia, itu bagian konsekuensi selama bus sekolah off di masa pandemi Covid-19. ‘’Dikhawatirkan di dalam bus nanti anak-anak berkerumun dan saling bersentuhan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Libur Nataru, Waspadai Titik Rawan Kemacetan di Kota Madiun

Terpisah, Kepala SMPN 2 Kota Madiun Suyatmun memastikan tim Pendekar Waras di sekolahnya berupaya mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di seluruh lini. Selain itu, mengawasi orang tua saat jam pulang sekolah. ‘’Siswa kami banyak yang diantar-jemput,’’ kata Suyatmun.

Dia menambahkan, Pendekar Waras juga wajib mengawasi teknis pelaksanaan antar-jemput siswa. Pihaknya telah menetapkan formulanya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan. Kendaraan orang tua masuk area sekolah melalui pintu utara. Kemudian, keluar melalui gerbang selatan setelah menjemput siswa. ‘’Murid pulangnya juga tidak bersamaan. Misalnya kelas VII dulu, kemudian kelas VIII, dan seterusnya. Jaraknya 10-15 menit,’’ ungkapnya. (kid/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas antar-jemput siswa menjadi atensi khusus lantaran rawan terjadi kerumunan. Tugas berat itu menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah. Terutama tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Coronavirus (Pendekar Waras) bentukan tiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati mengatakan, antar-jemput menjadi bagian dari mitigasi risiko pencegahan Covid-19. Pun, dia mengklaim telah sosialisasi ke orang tua melalui sekolah masing-masing. ‘’Setiap sekolah juga sudah SOP (standard operating procedure, Red), bagaimana anak mulai dari rumah, di sekolah, sampai penjemputan,’’ kata Lismawati, Minggu (16/1/2022).

Lismawati menginstruksikan Pendekar Waras di tiap sekolah memberikan teguran saat mendapati kerumunan orang tua ketika menjemput anaknya. Menurut dia, itu bagian konsekuensi selama bus sekolah off di masa pandemi Covid-19. ‘’Dikhawatirkan di dalam bus nanti anak-anak berkerumun dan saling bersentuhan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  324 Pendaftar CPNS Kota Madiun Tidak Memenuhi Syarat

Terpisah, Kepala SMPN 2 Kota Madiun Suyatmun memastikan tim Pendekar Waras di sekolahnya berupaya mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di seluruh lini. Selain itu, mengawasi orang tua saat jam pulang sekolah. ‘’Siswa kami banyak yang diantar-jemput,’’ kata Suyatmun.

Dia menambahkan, Pendekar Waras juga wajib mengawasi teknis pelaksanaan antar-jemput siswa. Pihaknya telah menetapkan formulanya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan. Kendaraan orang tua masuk area sekolah melalui pintu utara. Kemudian, keluar melalui gerbang selatan setelah menjemput siswa. ‘’Murid pulangnya juga tidak bersamaan. Misalnya kelas VII dulu, kemudian kelas VIII, dan seterusnya. Jaraknya 10-15 menit,’’ ungkapnya. (kid/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/