alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Sudah Kedaluwarsa, Ribuan Buku Nikah Dibakar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Buku nikah dan duplikat akta nikah yang kedaluwarsa rawan disalahgunakan. Karena itu, dokumen tersebut harus dimusnahkan. ‘’Total 6.772 pasang buku nikah atau 13.544 buku nikah,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Ahmad Munir, Minggu (16/1/2022).

Pemusnahan dengan cara dibakar itu juga menyasar 1.077 pasang atau 2.154 lembar duplikat akta nikah di halaman belakang kantor Kemenag setempat Kamis lalu (13/1). ‘’Harus dimusnahkan karena rawan disalahgunakan untuk memasukkan data orang lain dengan tujuan tertentu,’’ ujarnya.

Munir memastikan buku nikah dan duplikat akta nikah itu masih kosong. Pemusnahan dilakukan lantaran dokumen sudah tidak sesuai kebijakan baru. Terutama muatan materi-materi dalam dokumen tersebut. ‘’Ganti menteri, ada regulasi baru, formatnya juga baru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kemen PAN-RB Tunda Pendaftaran Calon ASN

Dokumen-dokumen tersebut jatah sejak sekitar 2010 lalu. Munir memperkirakan digunakan selama pergantian tiga menteri agama (Menag). Mulai era Suryadharma Ali, Lukman Hakim Saifuddin, hingga Fachrul Razi. ‘’Tidak sembarang memusnahkannya, ada prosedur yang harus kami jalankan. Seperti harus mendapat persetujuan penghapusan barang milik negara (BMN) dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur,’’ terangnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Buku nikah dan duplikat akta nikah yang kedaluwarsa rawan disalahgunakan. Karena itu, dokumen tersebut harus dimusnahkan. ‘’Total 6.772 pasang buku nikah atau 13.544 buku nikah,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Ahmad Munir, Minggu (16/1/2022).

Pemusnahan dengan cara dibakar itu juga menyasar 1.077 pasang atau 2.154 lembar duplikat akta nikah di halaman belakang kantor Kemenag setempat Kamis lalu (13/1). ‘’Harus dimusnahkan karena rawan disalahgunakan untuk memasukkan data orang lain dengan tujuan tertentu,’’ ujarnya.

Munir memastikan buku nikah dan duplikat akta nikah itu masih kosong. Pemusnahan dilakukan lantaran dokumen sudah tidak sesuai kebijakan baru. Terutama muatan materi-materi dalam dokumen tersebut. ‘’Ganti menteri, ada regulasi baru, formatnya juga baru,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Driver Ojol Keluhkan Pembatasan Internet

Dokumen-dokumen tersebut jatah sejak sekitar 2010 lalu. Munir memperkirakan digunakan selama pergantian tiga menteri agama (Menag). Mulai era Suryadharma Ali, Lukman Hakim Saifuddin, hingga Fachrul Razi. ‘’Tidak sembarang memusnahkannya, ada prosedur yang harus kami jalankan. Seperti harus mendapat persetujuan penghapusan barang milik negara (BMN) dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur,’’ terangnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/