alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Gubernur Endus Migor Ditimbun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengendus ada spekulan di antara pabrik dan pasar. Menyusul kelangkaan minyak goreng (migor) dan harga tak seragam yang merata di berbagai daerah.

Minimnya pasokan ditengarai akibat penimbunan barang di tingkat produsen dan distributor. Gubernur terus keliling ke berbagai daerah. Termasuk ke pabrik migor. ‘’Fakta di lapangan menunjukkan, pabrik migor untuk pasokan Jatim tidak mengurangi produksi,’’ kata gubernur saat operasi pasar migor di kantor Bakorwil Jatim Madiun kemarin (15/2).

Gubernur menyebutkan, pabrik migor pemasok Jatim menyuplai 63 ribu ton per bulan. Sedangkan kebutuhan Jatim kisaran 59 ribu ton. Artinya, masih ada surplus 4.000 ton di pasaran. ‘’Kenyataannya, di tingkat pasar malah terjadi kelangkaan dan kekosongan di toko ritel modern, ada persoalan di distributor,’’ ungkap Khofifah.

Khofifah meminta Pemkot Madiun segera berkoordinasi dengan distributor yang menyuplai kebutuhan wilayahnya. Sebab, aneh jika pabrik tidak mengurangi produksi tetapi terjadi kelangkaan. ‘’Komunikasikan secara intensif apa persoalannya, karena migor ini kebutuhan dasar rumah tangga,’’ ujarnya.

Apalagi Ramadan semakin dekat. Menurut dia, kewajiban pemkot menjaga kemampuan daya beli masyarakat pada momen tersebut. Pun, inflasi harus dikendalikan. ‘’Koordinasi dengan distributor sangat penting, karena itu mohon wali kota (Madiun, Red) berkenan menindaklanjuti,’’ pintanya.

Baca Juga :  Warga Kelimpungan Harga Minyak Goreng Kelewat Mahal

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Drajat Irawan menyebutkan, tim satgas pangan bentukannya sudah terjun menyisir produsen, distributor, hingga pasar. Indikasi penimbunan masih dalam proses penelitian. ‘’Masih kami teliti, bisa dilihat nanti hasilnya seperti apa,’’ tuturnya.

Drajat juga meminta pemkot untuk menelusuri di tingkat distributor lokal untuk dilaporkan ke pemprov guna ditindaklanjuti. Pihaknya intens berkomunikasi dengan produsen dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ihwal temuan di lapangan. ‘’Agar kebijakan satu harga ini berjalan, kami juga gencar operasi pasar di berbagai daerah di Jatim, termasuk di Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Drajat menyampaikan, harga eceran tertinggi (HET) sudah ditetapkan Menteri Perdagangan 1 Februari lalu. Operasi pasar diharapkan dapat menstabilkan harga. Kemarin 4.000 liter migor dijual kepada 2.000 masyarakat. Satu orang dengan satu KTP mendapat jatah dua liter. ‘’Harga subsidi Rp 12.500 per liter,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengendus ada spekulan di antara pabrik dan pasar. Menyusul kelangkaan minyak goreng (migor) dan harga tak seragam yang merata di berbagai daerah.

Minimnya pasokan ditengarai akibat penimbunan barang di tingkat produsen dan distributor. Gubernur terus keliling ke berbagai daerah. Termasuk ke pabrik migor. ‘’Fakta di lapangan menunjukkan, pabrik migor untuk pasokan Jatim tidak mengurangi produksi,’’ kata gubernur saat operasi pasar migor di kantor Bakorwil Jatim Madiun kemarin (15/2).

Gubernur menyebutkan, pabrik migor pemasok Jatim menyuplai 63 ribu ton per bulan. Sedangkan kebutuhan Jatim kisaran 59 ribu ton. Artinya, masih ada surplus 4.000 ton di pasaran. ‘’Kenyataannya, di tingkat pasar malah terjadi kelangkaan dan kekosongan di toko ritel modern, ada persoalan di distributor,’’ ungkap Khofifah.

Khofifah meminta Pemkot Madiun segera berkoordinasi dengan distributor yang menyuplai kebutuhan wilayahnya. Sebab, aneh jika pabrik tidak mengurangi produksi tetapi terjadi kelangkaan. ‘’Komunikasikan secara intensif apa persoalannya, karena migor ini kebutuhan dasar rumah tangga,’’ ujarnya.

Apalagi Ramadan semakin dekat. Menurut dia, kewajiban pemkot menjaga kemampuan daya beli masyarakat pada momen tersebut. Pun, inflasi harus dikendalikan. ‘’Koordinasi dengan distributor sangat penting, karena itu mohon wali kota (Madiun, Red) berkenan menindaklanjuti,’’ pintanya.

Baca Juga :  Suhari Rasakan Berkah Lebaran dari Madumongso

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Drajat Irawan menyebutkan, tim satgas pangan bentukannya sudah terjun menyisir produsen, distributor, hingga pasar. Indikasi penimbunan masih dalam proses penelitian. ‘’Masih kami teliti, bisa dilihat nanti hasilnya seperti apa,’’ tuturnya.

Drajat juga meminta pemkot untuk menelusuri di tingkat distributor lokal untuk dilaporkan ke pemprov guna ditindaklanjuti. Pihaknya intens berkomunikasi dengan produsen dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ihwal temuan di lapangan. ‘’Agar kebijakan satu harga ini berjalan, kami juga gencar operasi pasar di berbagai daerah di Jatim, termasuk di Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Drajat menyampaikan, harga eceran tertinggi (HET) sudah ditetapkan Menteri Perdagangan 1 Februari lalu. Operasi pasar diharapkan dapat menstabilkan harga. Kemarin 4.000 liter migor dijual kepada 2.000 masyarakat. Satu orang dengan satu KTP mendapat jatah dua liter. ‘’Harga subsidi Rp 12.500 per liter,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/