alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Instruksi Bupati Madiun untuk Deteksi Awal Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebelas hari lalu Bupati Madiun Ahmad Dawami meminta dinas kesehatan (dinkes) membeli thermometer infrared digital (TID). Peranti pengukur suhu tubuh itu sebagai pendeteksi awal penularan virus korona di kabupaten ini.

Perintah pengadaannya tertuang dalam Instruksi Bupati 1/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 yang diteken 5 Maret lalu. Akan tetapi, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait urung mendapatkan alat yang bentuknya mirip pistol tersebut. ‘’Ya, betul ada instruksi. Saat ini masih proses,’’ kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri  Widodo Minggu (15/3).

Agung menyebut, lamanya menebus termometer digital karena barangnya langka. Dari beberapa katalog yang sudah dihubungi, semuanya mengaku tidak memiliki peranti tersebut. Stoknya habis diduga karena banyak dicari sejak penularan wabah korona kian pesat. Di satu sisi, lembaganya tidak boleh sembarangan melakukan pengadaan barang lewat prosedur e-katalog. ‘’Alat ini memang untuk mendeteksi dini gejala virus korona,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Serahkan Bantuan Tunai PKL dan Pelaku Usaha di Medan

Dinkes berencana membeli 83 unit termometer digital. Jumlah puluhan itu akan dibagikan ke seluruh puskesmas. Dana pembeliannya diambilkan dari APBD 2020. Penyiasatan harus dilakukan karena tahun anggaran sudah berjalan. Bujet yang sudah di-plotting ke masing-masing bidang di dinasnya akan diambil sebagian. ‘’Kami belum bisa memastikan berapa nilainya,’’ kata Agung.

Puskesmas mana saja yang sudah memiliki termometer digital sedang didata. Sejauh ini baru diketahui Puskesmas Krebet, Pilangkenceng, memiliki dua unit. ‘’Yang lain belum ada laporan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebelas hari lalu Bupati Madiun Ahmad Dawami meminta dinas kesehatan (dinkes) membeli thermometer infrared digital (TID). Peranti pengukur suhu tubuh itu sebagai pendeteksi awal penularan virus korona di kabupaten ini.

Perintah pengadaannya tertuang dalam Instruksi Bupati 1/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 yang diteken 5 Maret lalu. Akan tetapi, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait urung mendapatkan alat yang bentuknya mirip pistol tersebut. ‘’Ya, betul ada instruksi. Saat ini masih proses,’’ kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri  Widodo Minggu (15/3).

Agung menyebut, lamanya menebus termometer digital karena barangnya langka. Dari beberapa katalog yang sudah dihubungi, semuanya mengaku tidak memiliki peranti tersebut. Stoknya habis diduga karena banyak dicari sejak penularan wabah korona kian pesat. Di satu sisi, lembaganya tidak boleh sembarangan melakukan pengadaan barang lewat prosedur e-katalog. ‘’Alat ini memang untuk mendeteksi dini gejala virus korona,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Sapi Harga Rp 20 Jutaan Jadi Buruan

Dinkes berencana membeli 83 unit termometer digital. Jumlah puluhan itu akan dibagikan ke seluruh puskesmas. Dana pembeliannya diambilkan dari APBD 2020. Penyiasatan harus dilakukan karena tahun anggaran sudah berjalan. Bujet yang sudah di-plotting ke masing-masing bidang di dinasnya akan diambil sebagian. ‘’Kami belum bisa memastikan berapa nilainya,’’ kata Agung.

Puskesmas mana saja yang sudah memiliki termometer digital sedang didata. Sejauh ini baru diketahui Puskesmas Krebet, Pilangkenceng, memiliki dua unit. ‘’Yang lain belum ada laporan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/