alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

200 Kios Mangrak, Pemkot Madiun Bakal Tertibkan Bangunan Lantai Dua PBM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menggeliatkan perniagaan di lantai dua Pasar Besar Madiun (PBM) tidak hanya mengoneksikan dengan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta. Ratusan kios mangkrak juga bakal ditertibkan untuk dimanfaatkan kembali. ‘’Kami sudah mulai pendataan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Sabtu (16/4).

Pihaknya bakal memaksimalkan fungsi kios mangkrak tersebut dengan memindahtangankan izin sewa kepada pihak yang berkomitmen memanfaatkan. Ansar menyebutkan, butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk menyelesaikan persoalan kios di lantai dua itu. Dimulai dengan menginventarisasi seluruh kios kosong, penyewanya, kios yang layak dicabut izin sewanya, serta mencari pengganti untuk mengelola. Sementara, tercatat ada sekitar 200 kios yang mangkrak.

Ansar tak menampik ada indikasi praktik jual-beli kios. Namun, dia menegaskan bahwa pemkot melarang tindakan tersebut. Sebab, pedagang tidak memiliki hak kepemilikan. Dalam perjanjian tertulis, mereka hanya punya hak sewa dan mengelola. ‘’Tidak ada jual-beli kios. Melanggar aturan itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kemenag Perbolehkan Madrasah Swasta di Kota Madiun Buka PPDB Lebih Awal

Mangkraknya ratusan kios disebabkan sepinya transaksi di lantai dua Pasar Gede, sebutan PBM. Sesuai aturan, jika tidak difungsikan bakal dicabut hak sewanya. Kemudian diberikan ke calon pedagang asal Kota Madiun yang berminat. ‘’Lebih dari lima sampai 13 tahun tidak digunakan, kami cabut,’’ tegasnya.

Ansar mewanti-wanti para pedagang tidak memperjualbelikan lapak atau kiosnya. Jika terbukti melakukan praktik itu, penjual maupun pembeli bakal mendapat sanksi pencabutan kepemilikan hak sewa. ‘’Kalau memang berminat berdagang di PBM, silakan daftar ke kami. Langsung ke pemerintah, jangan ke oknum,’’ pintanya.

Menurut Ansar, upaya pemkot itu semata-mata untuk menggairahkan transaksi di lantai dua Pasar Gede yang beberapa tahun terakhir cenderung sepi. ‘’Kami juga berencana merevitalisasi bangunan lantai dua PBM,’’ ungkapnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menggeliatkan perniagaan di lantai dua Pasar Besar Madiun (PBM) tidak hanya mengoneksikan dengan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta. Ratusan kios mangkrak juga bakal ditertibkan untuk dimanfaatkan kembali. ‘’Kami sudah mulai pendataan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Sabtu (16/4).

Pihaknya bakal memaksimalkan fungsi kios mangkrak tersebut dengan memindahtangankan izin sewa kepada pihak yang berkomitmen memanfaatkan. Ansar menyebutkan, butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk menyelesaikan persoalan kios di lantai dua itu. Dimulai dengan menginventarisasi seluruh kios kosong, penyewanya, kios yang layak dicabut izin sewanya, serta mencari pengganti untuk mengelola. Sementara, tercatat ada sekitar 200 kios yang mangkrak.

Ansar tak menampik ada indikasi praktik jual-beli kios. Namun, dia menegaskan bahwa pemkot melarang tindakan tersebut. Sebab, pedagang tidak memiliki hak kepemilikan. Dalam perjanjian tertulis, mereka hanya punya hak sewa dan mengelola. ‘’Tidak ada jual-beli kios. Melanggar aturan itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Kota Madiun Merangkak Naik

Mangkraknya ratusan kios disebabkan sepinya transaksi di lantai dua Pasar Gede, sebutan PBM. Sesuai aturan, jika tidak difungsikan bakal dicabut hak sewanya. Kemudian diberikan ke calon pedagang asal Kota Madiun yang berminat. ‘’Lebih dari lima sampai 13 tahun tidak digunakan, kami cabut,’’ tegasnya.

Ansar mewanti-wanti para pedagang tidak memperjualbelikan lapak atau kiosnya. Jika terbukti melakukan praktik itu, penjual maupun pembeli bakal mendapat sanksi pencabutan kepemilikan hak sewa. ‘’Kalau memang berminat berdagang di PBM, silakan daftar ke kami. Langsung ke pemerintah, jangan ke oknum,’’ pintanya.

Menurut Ansar, upaya pemkot itu semata-mata untuk menggairahkan transaksi di lantai dua Pasar Gede yang beberapa tahun terakhir cenderung sepi. ‘’Kami juga berencana merevitalisasi bangunan lantai dua PBM,’’ ungkapnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/