alexametrics
30.8 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Karyawan yang Sempat Dirumahkan, 80 Persen Telah Dipekerjakan Kembali

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 yang mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir menjadi angin segar bagi karyawan berbagai sektor usaha yang sempat dirumahkan. Mayoritas dari mereka telah dipekerjakan kembali seiring pulihnya aktivitas di perusahaan tempatnya bekerja.

Catatan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun, sejak awal pandemi pada 2020 lalu, sedikitnya 366 karyawan terpaksa dirumahkan. ‘’Dari berbagai sektor usaha,’’ kata Hary Aprianto, mediator hubungan industrial muda/subkoordinator pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial Disnaker KUKM Kota Madiun, Sabtu (16/4).

Hary menyebutkan, sekitar 80 persen dari ratusan karyawan yang sempat dirumahkan itu kini sudah kembali bekerja. Di sisi lain, sejauh ini tidak ada pengaduan dari karyawan yang masih dirumahkan maupun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga :  Kementerian PUPR Minta Pemkot Madiun Operasikan Rusunawa II

Dia menambahkan, sesuai UU Cipta Kerja, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak-haknya. Kecuali jika perusahaan memiliki aturan kontrak kerja seputar keputusan merumahkan karyawan. ‘’Besaran hak-haknya itu sesuai kesepakatan antara karyawan dan perusahaan,’’ ujarnya.

Pihaknya, lanjut Hary, selama ini juga berupaya menjaga hubungan baik antara pekerja dan perusahaan. Pun, jika ada pengaduan, diusahakan diselesaikan melalui mediasi. ‘’Setiap perusahaan penanganannya berbeda-beda,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 yang mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir menjadi angin segar bagi karyawan berbagai sektor usaha yang sempat dirumahkan. Mayoritas dari mereka telah dipekerjakan kembali seiring pulihnya aktivitas di perusahaan tempatnya bekerja.

Catatan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun, sejak awal pandemi pada 2020 lalu, sedikitnya 366 karyawan terpaksa dirumahkan. ‘’Dari berbagai sektor usaha,’’ kata Hary Aprianto, mediator hubungan industrial muda/subkoordinator pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial Disnaker KUKM Kota Madiun, Sabtu (16/4).

Hary menyebutkan, sekitar 80 persen dari ratusan karyawan yang sempat dirumahkan itu kini sudah kembali bekerja. Di sisi lain, sejauh ini tidak ada pengaduan dari karyawan yang masih dirumahkan maupun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga :  Status PPKM Kota Madiun Turun ke Level 1

Dia menambahkan, sesuai UU Cipta Kerja, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak-haknya. Kecuali jika perusahaan memiliki aturan kontrak kerja seputar keputusan merumahkan karyawan. ‘’Besaran hak-haknya itu sesuai kesepakatan antara karyawan dan perusahaan,’’ ujarnya.

Pihaknya, lanjut Hary, selama ini juga berupaya menjaga hubungan baik antara pekerja dan perusahaan. Pun, jika ada pengaduan, diusahakan diselesaikan melalui mediasi. ‘’Setiap perusahaan penanganannya berbeda-beda,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/