alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Waspadai Hepatitis Akut, Kantin Sekolah Jadi Atensi Khusus Dindik Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Kebijakan itu diambil seiring kian meredanya kasus Covid-19. Yang dilematis, di saat bersamaan muncul hepatitis akut misterius yang mengancam anak-anak. ‘’Kami imbau sekolah lebih waspada,’’ kata Kepala Dindik Lismawati, Minggu (16/5).

Lismawati menjelaskan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi pencegahan hepatitis akut sesuai instruksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Yakni, meminta satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Pun, jika mendapati siswa mengalami gejala mengarah hepatitis segera membawanya ke layanan kesehatan terdekat. ‘’Kami terus koordinasi dengan dinas kesehatan. Sejauh ini belum ada temuan. Semoga tidak ada kasus,’’ ujarnya.

Dindik memberikan atensi khusus terhadap keberadaan kantin sekolah. Hanya kantin yang oleh petugas kesehatan dinyatakan bersih yang diperbolehkan buka. ‘’PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) harus dijalankan. Baik di lingkungan sekolah maupun rumah,’’ tuturnya. ‘’Dan, tetap disiplin protokol kesehatan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Penggelapan HP Berakhir Restorative Justice

Mengantisipasi merebaknya hepatitis, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun juga telah pasang kuda-kuda. Yakni, menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam upaya kewaspadaan dini.

Kepala Dinkes-PPKB Denik Wuryani meminta orang tua segera membawa anaknya ke fasyankes jika diketahui mengalami gejala mengarah hepatitis akut. Gejala yang biasa muncul adalah diare hebat, demam, lemas, mual atau muntah, warna urine gelap, dan warna tinja pucat. ‘’Posyandu, puskesmas, maupun rumah sakit kami siagakan. Kami minta dindik segera melapor jika ada temuan,’’ ujarnya.

Denik mengatakan, pola pencegahan dan penanganan hapatitis akut misterius bakal disamakan dengan Covid-19. Alasannya, penularannya sama-sama lewat oral. ‘’Tata laksananya seperti apa, segera kami sosialisasikan menyeluruh. Termasuk ke lingkup pendidikan,’’ tuturnya.

‘’Penyebab hepatitis itu foodborne disease (makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit atau racun, Red). Harus lebih waspada dan menjaga konsumsinya,’’ imbuh Denik. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Kebijakan itu diambil seiring kian meredanya kasus Covid-19. Yang dilematis, di saat bersamaan muncul hepatitis akut misterius yang mengancam anak-anak. ‘’Kami imbau sekolah lebih waspada,’’ kata Kepala Dindik Lismawati, Minggu (16/5).

Lismawati menjelaskan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi pencegahan hepatitis akut sesuai instruksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Yakni, meminta satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Pun, jika mendapati siswa mengalami gejala mengarah hepatitis segera membawanya ke layanan kesehatan terdekat. ‘’Kami terus koordinasi dengan dinas kesehatan. Sejauh ini belum ada temuan. Semoga tidak ada kasus,’’ ujarnya.

Dindik memberikan atensi khusus terhadap keberadaan kantin sekolah. Hanya kantin yang oleh petugas kesehatan dinyatakan bersih yang diperbolehkan buka. ‘’PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) harus dijalankan. Baik di lingkungan sekolah maupun rumah,’’ tuturnya. ‘’Dan, tetap disiplin protokol kesehatan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Dewan Temukan 13 Anak Berkebutuhan Khusus di Pacitan Ikut KBM Kelas Umum

Mengantisipasi merebaknya hepatitis, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun juga telah pasang kuda-kuda. Yakni, menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam upaya kewaspadaan dini.

Kepala Dinkes-PPKB Denik Wuryani meminta orang tua segera membawa anaknya ke fasyankes jika diketahui mengalami gejala mengarah hepatitis akut. Gejala yang biasa muncul adalah diare hebat, demam, lemas, mual atau muntah, warna urine gelap, dan warna tinja pucat. ‘’Posyandu, puskesmas, maupun rumah sakit kami siagakan. Kami minta dindik segera melapor jika ada temuan,’’ ujarnya.

Denik mengatakan, pola pencegahan dan penanganan hapatitis akut misterius bakal disamakan dengan Covid-19. Alasannya, penularannya sama-sama lewat oral. ‘’Tata laksananya seperti apa, segera kami sosialisasikan menyeluruh. Termasuk ke lingkup pendidikan,’’ tuturnya.

‘’Penyebab hepatitis itu foodborne disease (makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit atau racun, Red). Harus lebih waspada dan menjaga konsumsinya,’’ imbuh Denik. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/