alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Motif Dendam akibat Cemburu, Nursali Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hukuman berat menanti Nursali. Warga Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, itu dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Hasil penyidikan polisi, pria 45 tahun itu mengakui bahwa pembunuhan terhadap Aris Budianto, 58, telah direncanakan sebelumnya. Motif dendam terkait persoalan asmara menjadi pemicu tersangka nekat menghabisi korban di Jalan Sentul, Gang II, Kelurahan Banjarejo, Taman, dua pekan lalu.

‘’Jadi, istri tersangka menurut NS (Nursali, Red) memiliki hubungan asmara dengan korban sehingga timbul rasa cemburu hingga nekat melakukan pembunuhan,’’ ungkap Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono dalam rilis pers di mapolres kemarin (15/6).

Suryono menjelaskan, dari rekaman CCTV tak jauh dari lokasi kejadian diketahui ada empat orang yang lalu-lalang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) bersamaan korban hendak berangkat ke masjid setempat sekitar pukul 04.30 pada 2 Juni lalu.

Namun, Suryono memastikan hanya dua orang yang melakukan pembunuhan terhadap pensiunan RRI tersebut. ‘’Dua orang itu tersangka (Nursali, Red) dan satu rekannya. Rekannya masuk DPO (daftar pencarian orang) karena kabur dan saat ini masih dalam pengejaran petugas,’’ bebernya.

Setelah melancarkan aksinya, lanjut Suryono, tersangka dan rekannya kabur ke luar kota. Nursali berhasil diamankan polisi di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada 8 Juni lalu. Sedangkan rekannya hingga kini belum diketahui keberadaannya. ‘’Rekannya itu datang ke TKP berboncengan dengan tersangka,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Laily Damayanti: Salat di Atas Salju

Setelah berhasil diamankan, Nursali kemudian dibawa polisi ke Mapolres Madiun Kota. Bersamaan itu, polisi juga mengamankan barang bukti dari tangan tersangka. Di antaranya, sepeda motor yang digunakan untuk mengeksekusi korban sekaligus kabur, sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit, serta sarung dan helm yang terdapat bercak darah. ‘’Satu hari setelah tersangka berhasil kami tangkap, istri tersangka juga kami amankan sebagai saksi,’’ imbuh Suryono.

Suryono menyebutkan, Nursali terjerat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati. Tersangka sengaja dan dengan rencana merampas nyawa orang lain. ‘’Sedangkan rekannya terancam pasal 56 KUHP karena membantu tersangka melakukan tindak pidana,’’ paparnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, rekan Nursali berinisial A tersebut merupakan tetangga tersangka di kampungnya Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. A yang saat ini masih dalam pencarian petugas itu sengaja datang ke Kota Madiun untuk membantu Nursali menghabisi Aris. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hukuman berat menanti Nursali. Warga Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, itu dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Hasil penyidikan polisi, pria 45 tahun itu mengakui bahwa pembunuhan terhadap Aris Budianto, 58, telah direncanakan sebelumnya. Motif dendam terkait persoalan asmara menjadi pemicu tersangka nekat menghabisi korban di Jalan Sentul, Gang II, Kelurahan Banjarejo, Taman, dua pekan lalu.

‘’Jadi, istri tersangka menurut NS (Nursali, Red) memiliki hubungan asmara dengan korban sehingga timbul rasa cemburu hingga nekat melakukan pembunuhan,’’ ungkap Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono dalam rilis pers di mapolres kemarin (15/6).

Suryono menjelaskan, dari rekaman CCTV tak jauh dari lokasi kejadian diketahui ada empat orang yang lalu-lalang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) bersamaan korban hendak berangkat ke masjid setempat sekitar pukul 04.30 pada 2 Juni lalu.

Namun, Suryono memastikan hanya dua orang yang melakukan pembunuhan terhadap pensiunan RRI tersebut. ‘’Dua orang itu tersangka (Nursali, Red) dan satu rekannya. Rekannya masuk DPO (daftar pencarian orang) karena kabur dan saat ini masih dalam pengejaran petugas,’’ bebernya.

Setelah melancarkan aksinya, lanjut Suryono, tersangka dan rekannya kabur ke luar kota. Nursali berhasil diamankan polisi di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada 8 Juni lalu. Sedangkan rekannya hingga kini belum diketahui keberadaannya. ‘’Rekannya itu datang ke TKP berboncengan dengan tersangka,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Meski Hoaks, Masyarakat Kota Madiun Diminta Waspada Penculikan Anak

Setelah berhasil diamankan, Nursali kemudian dibawa polisi ke Mapolres Madiun Kota. Bersamaan itu, polisi juga mengamankan barang bukti dari tangan tersangka. Di antaranya, sepeda motor yang digunakan untuk mengeksekusi korban sekaligus kabur, sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit, serta sarung dan helm yang terdapat bercak darah. ‘’Satu hari setelah tersangka berhasil kami tangkap, istri tersangka juga kami amankan sebagai saksi,’’ imbuh Suryono.

Suryono menyebutkan, Nursali terjerat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati. Tersangka sengaja dan dengan rencana merampas nyawa orang lain. ‘’Sedangkan rekannya terancam pasal 56 KUHP karena membantu tersangka melakukan tindak pidana,’’ paparnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, rekan Nursali berinisial A tersebut merupakan tetangga tersangka di kampungnya Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. A yang saat ini masih dalam pencarian petugas itu sengaja datang ke Kota Madiun untuk membantu Nursali menghabisi Aris. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/