alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Razia Kos, Temukan Alat Kontrasepsi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah rumah kos di Kota Madiun ditengarai kerap disalahgunakan sebagai tempat kumpul kebo. Terbukti, hasil razia yang dilakukan petugas satpol PP setempat kemarin (15/6) ditemukan dua pasangan bukan suami istri tinggal berdua di sebuah kos-kosan di Jalan Bali.

Kedua pasangan bukan suami istri itu adalah ZMR, 25, asal Jiwan, Kabupaten Madiun, bersama pasangannya ALF, 20, warga Kendal, Ngawi; serta RF, 22, dan pacarnya. Hanya, saat razia berlangsung, si perempuan tengah pergi keluar.

Di dalam kamar kos RF, petugas menemukan beberapa alat kontrasepsi dan pakaian dalam perempuan yang disimpan di sebuah kotak. Barang-barang itu lantas diamankan untuk dijadikan bukti ketika proses penyidikan dilakukan. ‘’Yang perempuan juga kami panggil ke kantor untuk didata,’’ kata Kabid Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandi.

Baca Juga :  Hari Pajak, Momentum Bukti Cinta Indonesia

Dari lokasi tersebut, personel satpol PP kemudian menyasar rumah kos di kawasan Jalan Ciliwung. Ada tiga kos-kosan yang didatangi. Di lokasi pertama, petugas mengamankan DN dan seorang transgender berinisial AL karena tak bisa menunjukkan identitas. Sedangkan di tempat kedua dan ketiga nihil temuan.

Gamal mengatakan, mereka yang terjaring razia itu kemudian didata sekaligus dilakukan pembinaan oleh bidang penegakkan peraturan daerah (gakda). Mereka juga dikenai wajib lapor. ‘’Yang pasangan bukan suami istri kami minta mengisi surat pernyataan tak mengulangi perbuatan serupa. Sedangkan yang tak punya identitas kami arahkan untuk melengkapinya,’’ tuturnya.

Dia memastikan razia bakal semakin diintensifkan. Tidak hanya menyasar rumah kos, melainkan juga beberapa tempat penginapan di Kota Madiun. ‘’Saya mohon, pemilik kos lebih memperhatikan kondisi maupun penghuni tempat kosnya,’’ pungkas Gamal. (her/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah rumah kos di Kota Madiun ditengarai kerap disalahgunakan sebagai tempat kumpul kebo. Terbukti, hasil razia yang dilakukan petugas satpol PP setempat kemarin (15/6) ditemukan dua pasangan bukan suami istri tinggal berdua di sebuah kos-kosan di Jalan Bali.

Kedua pasangan bukan suami istri itu adalah ZMR, 25, asal Jiwan, Kabupaten Madiun, bersama pasangannya ALF, 20, warga Kendal, Ngawi; serta RF, 22, dan pacarnya. Hanya, saat razia berlangsung, si perempuan tengah pergi keluar.

Di dalam kamar kos RF, petugas menemukan beberapa alat kontrasepsi dan pakaian dalam perempuan yang disimpan di sebuah kotak. Barang-barang itu lantas diamankan untuk dijadikan bukti ketika proses penyidikan dilakukan. ‘’Yang perempuan juga kami panggil ke kantor untuk didata,’’ kata Kabid Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandi.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Operasikan Lagi Angkutan Sekolah Gratis

Dari lokasi tersebut, personel satpol PP kemudian menyasar rumah kos di kawasan Jalan Ciliwung. Ada tiga kos-kosan yang didatangi. Di lokasi pertama, petugas mengamankan DN dan seorang transgender berinisial AL karena tak bisa menunjukkan identitas. Sedangkan di tempat kedua dan ketiga nihil temuan.

Gamal mengatakan, mereka yang terjaring razia itu kemudian didata sekaligus dilakukan pembinaan oleh bidang penegakkan peraturan daerah (gakda). Mereka juga dikenai wajib lapor. ‘’Yang pasangan bukan suami istri kami minta mengisi surat pernyataan tak mengulangi perbuatan serupa. Sedangkan yang tak punya identitas kami arahkan untuk melengkapinya,’’ tuturnya.

Dia memastikan razia bakal semakin diintensifkan. Tidak hanya menyasar rumah kos, melainkan juga beberapa tempat penginapan di Kota Madiun. ‘’Saya mohon, pemilik kos lebih memperhatikan kondisi maupun penghuni tempat kosnya,’’ pungkas Gamal. (her/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/