alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap Kedua Kasus WDR

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pengusutan kasus Watu Dakon Resort (WDR) berjalan dua tahun belum tuntas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun harus menunggu setengah tahun untuk menetapkan berkas perkara dugaan penambangan ilegal di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, Kabupaten Madiun, itu lengkap alias P-21.

Penyidik Satreskrim Polres Madiun melakukan pelimpahan tahap pertama 17 Januari lalu. Kasus pengggalian berkedok pembangunan wahana kolam pemancingan itu dinyatakan P-21 pertengahan Juni. ‘’Saat ini menunggu pelimpahan tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti untuk memasuki proses persidangan,’’ kata Kasipidum Kejari Kabupaten Madiun Tri Satrio Rabu (15/7).

Di luar proses pelimpahan, penyelidikan perkara WDR juga memakan waktu. Polisi menetapkan tersangka Agus Suyanto, pengusaha WDR, Oktober 2019. Atau berlalu tujuh bulan sejak perkara pengerukan lahan hingga membentuk kubangan raksasa itu diusut Maret. ‘’Pandemi Covid-19 juga berpengaruh untuk penanganan perkara ini. Mobilitas serba terbatas,’’ papar Satrio.

Baca Juga :  Jaringan Utilitas Semrawut, Bikin Ruwet

Menurut dia, tim penyidik telah mencukupi kelengkapan alat bukti. Baik formil maupun materiil. Proses itu memakan waktu lama. Berkas perkara sempat mondar-mandir dari kantornya ke kepolisian. Pihaknya meminta penyidik untuk melengkapi kekurangan berkas.

Paling krusial keterangan saksi ahli kompeten mengenai dua dugaan pelanggaran sekaligus. ‘’Saksi ahli terkait pelanggaran UU (Undang-Undang) 4/2017 tentang Pertambangan Mineral dan Batu-Bara serta UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,’’ terangnya. (den/c1/cor)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pengusutan kasus Watu Dakon Resort (WDR) berjalan dua tahun belum tuntas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun harus menunggu setengah tahun untuk menetapkan berkas perkara dugaan penambangan ilegal di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, Kabupaten Madiun, itu lengkap alias P-21.

Penyidik Satreskrim Polres Madiun melakukan pelimpahan tahap pertama 17 Januari lalu. Kasus pengggalian berkedok pembangunan wahana kolam pemancingan itu dinyatakan P-21 pertengahan Juni. ‘’Saat ini menunggu pelimpahan tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti untuk memasuki proses persidangan,’’ kata Kasipidum Kejari Kabupaten Madiun Tri Satrio Rabu (15/7).

Di luar proses pelimpahan, penyelidikan perkara WDR juga memakan waktu. Polisi menetapkan tersangka Agus Suyanto, pengusaha WDR, Oktober 2019. Atau berlalu tujuh bulan sejak perkara pengerukan lahan hingga membentuk kubangan raksasa itu diusut Maret. ‘’Pandemi Covid-19 juga berpengaruh untuk penanganan perkara ini. Mobilitas serba terbatas,’’ papar Satrio.

Baca Juga :  16 Pasien Positif Diisolasi Di Wisma Atlet

Menurut dia, tim penyidik telah mencukupi kelengkapan alat bukti. Baik formil maupun materiil. Proses itu memakan waktu lama. Berkas perkara sempat mondar-mandir dari kantornya ke kepolisian. Pihaknya meminta penyidik untuk melengkapi kekurangan berkas.

Paling krusial keterangan saksi ahli kompeten mengenai dua dugaan pelanggaran sekaligus. ‘’Saksi ahli terkait pelanggaran UU (Undang-Undang) 4/2017 tentang Pertambangan Mineral dan Batu-Bara serta UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/