alexametrics
23.5 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Tekan Penghematan 163 Paket Pekerjaan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Efisiensi yang digencarkan diyakini dapat menghemat pengeluaran hingga miliaran. Dari 163 paket lelang pada APBD 2019, administrasi pembangunan (adbang) mencatat potensi penghematan sekitar Rp 18,7 miliar.

Dari 163 paket proyek itu, pemkot menghabiskan pagu anggaran Rp 253,4 miliar. Proyek-proyek itu kemudian ditawar lebih murah oleh sejumlah rekanan. Sehingga nilai pekerjaan yang dibayarkan pemerintah menjadi Rp 234,7 miliar. ‘’Selanjutnya menjadi silpa dan akan didayagunakan lagi untuk penganggaran tahun depan,’’ kata Kabag Adbang Sekkota Madiun Sulistranti Purwaningtyastuti Selasa  (15/10).

Bentuk efisiensi anggaran itu belum mencakup tujuh paket lelang yang masuk pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019. Seperti pemeliharaan berkala Jalan Bali, Jalan Salak, Jalan Sido Makmur, dan Jalan Pasopati. Serta, belanja bibit tanaman hias berbunga untuk peningkatan ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga, nilai efisiensi masih bisa digenjot lagi. Tergantung dari rasio nilai pekerjaan yang dibayarkan terhadap pagu anggaran.

Potensi efisiensi besar terletak pada proyek peningkatan kualitas jalan. Misalnya, rintisan Jalan Kalisono I sepanjang 1,5 kilometer. Dari pagu anggaran Rp 5,3 miliar, ditawar senilai Rp 4,83 miliar. Sehingga terdapat sisa anggaran sekitar Rp 400 juta. Ada pula peningkatan jalan Ring Road Barat. Dari pagu anggaran Rp 9,79 miliar, ditawar Rp 8,87 miliar. Sehingga ada efisiensi sebesar Rp 924,1 juta. ‘’Rata-rata penyedia jasa menawar sekitar 91 persen dari nilai pagu paket lelang,’’ urainya.

Baca Juga :  LP3I Ngawi Tolak Aksi Bullying

Namun, Tanti tak percaya begitu saja dengan proyeksi efisiensi tersebut. Pihaknya coba untuk mengecek ulang kembali dokumen penawaran yang masuk. ‘’Tapi, harga perkiraan sendiri (HPS) ditentukan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK). Jadi, dari pagu anggaran dilakukan survei harga lagi terhadap semua komponen biaya,’’ terang Tanti.

Wali Kota Madiun Maidi menuturkan, dari 163 paket lelang yang ditargetkan tahun ini, seluruhnya sudah berjalan. Tapi, itu belum termasuk tujuh paket pada APBD-P 2019. Dia menegaskan, tahun ini serapan anggaran OPD harus meningkat dibanding tahun lalu. Dia mewanti-wanti jangan sampai silpa kembali besar sebagaimana tahun lalu.

Untuk menekan silpa, Maidi bakal mengawasi progres paket lelang. Setiap bulan dia meminta bagian barang dan jasa memberikan laporan ke mejanya. ’’Saya akan pantau terus. Dinas yang paket lelangnya lambat kami ingatkan,’’ tegas pejabat kelahiran Magetan itu. (her/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Efisiensi yang digencarkan diyakini dapat menghemat pengeluaran hingga miliaran. Dari 163 paket lelang pada APBD 2019, administrasi pembangunan (adbang) mencatat potensi penghematan sekitar Rp 18,7 miliar.

Dari 163 paket proyek itu, pemkot menghabiskan pagu anggaran Rp 253,4 miliar. Proyek-proyek itu kemudian ditawar lebih murah oleh sejumlah rekanan. Sehingga nilai pekerjaan yang dibayarkan pemerintah menjadi Rp 234,7 miliar. ‘’Selanjutnya menjadi silpa dan akan didayagunakan lagi untuk penganggaran tahun depan,’’ kata Kabag Adbang Sekkota Madiun Sulistranti Purwaningtyastuti Selasa  (15/10).

Bentuk efisiensi anggaran itu belum mencakup tujuh paket lelang yang masuk pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019. Seperti pemeliharaan berkala Jalan Bali, Jalan Salak, Jalan Sido Makmur, dan Jalan Pasopati. Serta, belanja bibit tanaman hias berbunga untuk peningkatan ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga, nilai efisiensi masih bisa digenjot lagi. Tergantung dari rasio nilai pekerjaan yang dibayarkan terhadap pagu anggaran.

Potensi efisiensi besar terletak pada proyek peningkatan kualitas jalan. Misalnya, rintisan Jalan Kalisono I sepanjang 1,5 kilometer. Dari pagu anggaran Rp 5,3 miliar, ditawar senilai Rp 4,83 miliar. Sehingga terdapat sisa anggaran sekitar Rp 400 juta. Ada pula peningkatan jalan Ring Road Barat. Dari pagu anggaran Rp 9,79 miliar, ditawar Rp 8,87 miliar. Sehingga ada efisiensi sebesar Rp 924,1 juta. ‘’Rata-rata penyedia jasa menawar sekitar 91 persen dari nilai pagu paket lelang,’’ urainya.

Baca Juga :  Penumpang KA Membeludak

Namun, Tanti tak percaya begitu saja dengan proyeksi efisiensi tersebut. Pihaknya coba untuk mengecek ulang kembali dokumen penawaran yang masuk. ‘’Tapi, harga perkiraan sendiri (HPS) ditentukan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK). Jadi, dari pagu anggaran dilakukan survei harga lagi terhadap semua komponen biaya,’’ terang Tanti.

Wali Kota Madiun Maidi menuturkan, dari 163 paket lelang yang ditargetkan tahun ini, seluruhnya sudah berjalan. Tapi, itu belum termasuk tujuh paket pada APBD-P 2019. Dia menegaskan, tahun ini serapan anggaran OPD harus meningkat dibanding tahun lalu. Dia mewanti-wanti jangan sampai silpa kembali besar sebagaimana tahun lalu.

Untuk menekan silpa, Maidi bakal mengawasi progres paket lelang. Setiap bulan dia meminta bagian barang dan jasa memberikan laporan ke mejanya. ’’Saya akan pantau terus. Dinas yang paket lelangnya lambat kami ingatkan,’’ tegas pejabat kelahiran Magetan itu. (her/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/