alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

2.250 Murid dari Lima Madrasah di Kota Madiun Masuk List Vaksinasi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun terus digodok. Vaksinasi tidak hanya menyasar anak-anak dari sekolah di bawah naungan dinas pendidikan (dindik). Pemkot Madiun telah menjadwalkan vaksinasi bagi anak dari sekolah di lingkup Kementerian Agama (Kemenag).

Wali Kota Maidi menyebut, stok vaksin untuk anak usia 6-11 tahun sudah tiba di Kota Madiun. Dia ingin seluruh anak daerah setempat rentang usia tersebut mendapat proteksi melalui suntikan vaksin antikorona. ‘’Saya minta orang tua mendampingi. Kalau mlayu, nangis, jerit-jerit, gimana nanti,’’ kata Maidi, Kamis (16/12).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani menyatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilaksanakan bertahap. Dimulai termin pertama dengan total sasaran 15.657 anak. ‘’Sasaran itu mengacu data yang dikeluarkan Kemenkes (Kementerian Kesehatan, Red) terkait sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di 10 provinsi,’’ tutur Denik.

Sebelum vaksin disuntikkan, anak wajib menjalani skrining kesehatan. Termasuk mendata riwayat pemberian vaksin dalam bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Direkomendasikan jarak pemberian vaksin BIAS dan vaksin Covid-19 empat minggu. Adapun jenis vaksin BIAS di antaranya campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD). ‘’Nanti dalam skrining ada,’’ ujar Denik.

Baca Juga :  Tiga Tahun Narkotika Dominasi Perkara yang Ditangani Jaksa

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir mengaku telah menerima instruksi dari Kanwil Kemenag Jatim terkait vaksin anak usia 6-11 tahun. Pun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinkes-PPKB setempat. ‘’Harapannya, seluruh anak dari MI (madrasah ibtidaiyah, Red) tervaksin,’’ kata Munir.

Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kota Madiun Agus Burhani menambahkan, pihaknya telah menerima jadwal vaksinasi dari dinkes-PPKB setempat. Sementara ini, yang telah masuk list jadwal vaksinasi sebanyak 2.250 siswa dari lima MI. ‘’Sudah koordinasi dengan dinkes-PPKB, pelaksanaannya mulai pekan depan,’’ ujarnya.

Vaksinasi untuk total 2.250 siswa itu dilaksanakan dua hari. Jadwal pertama Rabu pekan depan (22/12) menyasar 1.050 siswa dari empat MI. Yakni, MI Bakti Ibu, MI Nasrunsunah, MI Al Islam, dan MIT Saku. ‘’Pelaksanaannya dipusatkan di MI Bakti Ibu,’’ sebut Agus.

Sedangkan vaksinasi kedua dilaksanakan Kamis pekan depan (23/12), menyasar 1.200 siswa MIN 2 Manisrejo. Sementara itu, vaksinasi untuk siswa 11 MI lainnya masih menunggu jadwal lanjutan dari dinkes-PPKB setempat. ‘’Di Kota Madiun total ada 16 MI di bawah naungan Kemenag,’’ lanjutnya. (kid/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun terus digodok. Vaksinasi tidak hanya menyasar anak-anak dari sekolah di bawah naungan dinas pendidikan (dindik). Pemkot Madiun telah menjadwalkan vaksinasi bagi anak dari sekolah di lingkup Kementerian Agama (Kemenag).

Wali Kota Maidi menyebut, stok vaksin untuk anak usia 6-11 tahun sudah tiba di Kota Madiun. Dia ingin seluruh anak daerah setempat rentang usia tersebut mendapat proteksi melalui suntikan vaksin antikorona. ‘’Saya minta orang tua mendampingi. Kalau mlayu, nangis, jerit-jerit, gimana nanti,’’ kata Maidi, Kamis (16/12).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani menyatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilaksanakan bertahap. Dimulai termin pertama dengan total sasaran 15.657 anak. ‘’Sasaran itu mengacu data yang dikeluarkan Kemenkes (Kementerian Kesehatan, Red) terkait sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di 10 provinsi,’’ tutur Denik.

Sebelum vaksin disuntikkan, anak wajib menjalani skrining kesehatan. Termasuk mendata riwayat pemberian vaksin dalam bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Direkomendasikan jarak pemberian vaksin BIAS dan vaksin Covid-19 empat minggu. Adapun jenis vaksin BIAS di antaranya campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD). ‘’Nanti dalam skrining ada,’’ ujar Denik.

Baca Juga :  Tidak Ada Rekrutmen CPPPK, Ratusan Tenaga Kontrak Merana

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir mengaku telah menerima instruksi dari Kanwil Kemenag Jatim terkait vaksin anak usia 6-11 tahun. Pun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinkes-PPKB setempat. ‘’Harapannya, seluruh anak dari MI (madrasah ibtidaiyah, Red) tervaksin,’’ kata Munir.

Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kota Madiun Agus Burhani menambahkan, pihaknya telah menerima jadwal vaksinasi dari dinkes-PPKB setempat. Sementara ini, yang telah masuk list jadwal vaksinasi sebanyak 2.250 siswa dari lima MI. ‘’Sudah koordinasi dengan dinkes-PPKB, pelaksanaannya mulai pekan depan,’’ ujarnya.

Vaksinasi untuk total 2.250 siswa itu dilaksanakan dua hari. Jadwal pertama Rabu pekan depan (22/12) menyasar 1.050 siswa dari empat MI. Yakni, MI Bakti Ibu, MI Nasrunsunah, MI Al Islam, dan MIT Saku. ‘’Pelaksanaannya dipusatkan di MI Bakti Ibu,’’ sebut Agus.

Sedangkan vaksinasi kedua dilaksanakan Kamis pekan depan (23/12), menyasar 1.200 siswa MIN 2 Manisrejo. Sementara itu, vaksinasi untuk siswa 11 MI lainnya masih menunggu jadwal lanjutan dari dinkes-PPKB setempat. ‘’Di Kota Madiun total ada 16 MI di bawah naungan Kemenag,’’ lanjutnya. (kid/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/