alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Dari Buruh Potong Kaca, Bobby Kini Sukses Jadi Mekanik Vespa

Predikat dokter vespa pantas disandang Bobby Bastia Yudha. Berkat keseriusannya belajar otomotif, dia memiliki kemampuan mengulik motor buatan Italia itu. Pun, Bobby mendapat undangan menghadiri event vespa internasional di Bali Juni mendatang.

___________________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

‘’TERIMA kasih ya, Mas.’’ Ucapan itu dilontarkan dua pemuda usai motor  Yamaha Alfa miliknya diperbaiki secara cuma-cuma oleh Bobby Bastia Yudha bersama beberapa rekannya. Itu dilakukan beberapa saat setelah mereka mendapati keduanya menuntun motornya di depan markas Scooter Independent Java Indonesia (SIJI) Madiun AE.

Kepedulian Bobby untuk membantu sesama pengendara motor yang sedang mogok di jalan sudah tertanam sejak kali pertama melakukan touring pada 2005 silam. Kala itu, hanya bermodal Rp 200 ribu, dia nekat berangkat menghadiri event besar komunitas vespa di Lampung. ”Di jalan sering ditolong orang. Disuruh makan, disuruh istirahat. Kalau vespa mogok juga dibantu,” kenang pria 46 tahun tersebut.

Perjalanan panjang ke Lampung berawal dari PHK besar-besaran kala krisis moneter 1998. Pekerjaan sebagai buruh potong kaca di Jakarta terpaksa dilepaskan. Bersamaan itu Bobby pulang kampung ke Kota Madiun setelah lima tahun merantau di ibu kota. Setelah itu dia kerja serabutan. Mulai tukang becak, kuli bangunan, hingga bantu-bantu di bengkel mobil.

Baca Juga :  Bea Cukai Tangkap Pelaku Bisnis Rokok Bodong

Selama perjalanan ke Lampung, Bobby kerap mampir ke bengkel vespa. Tujuannya untuk belajar. Tak urung, butuh waktu hingga lima bulan baginya untuk sampai di tujuan.

Pulang dari Lampung, Bobby semakin keranjingan touring. Pun, kemampuannya mengulik mesin motor, khususnya vespa, semakin meningkat. ”Tahun 2007 saya buka bengkel sendiri dan masih eksis sampai sekarang,” ungkap warga Jalan Pringgondani, Kelurahan/Kecamatan Taman, itu.

Kemahirannya dalam mengutak-atik vespa membuatnya memiliki banyak kenalan dari kalangan penggemar jenis motor itu. Tak Jarang dia dipanggil membuka lapak dalam event besar perkumpulan vespa sebagai mekanik. ”Juli nanti saya diajak ke event vespa internasional di Bali,” ujarnya.

Di balik kisah manisnya dalam menggandrungi vespa, Bobby menyimpan beberapa kenangan pahit. Terutama dulu saat masih kerap touring dengan vespa ekstrem. Warga kerap memberikan penilaian negatif kepadanya. ”Entah dikira urakan atau mengotori daerah mereka,” tuturnya. *** (isd/c1)

Predikat dokter vespa pantas disandang Bobby Bastia Yudha. Berkat keseriusannya belajar otomotif, dia memiliki kemampuan mengulik motor buatan Italia itu. Pun, Bobby mendapat undangan menghadiri event vespa internasional di Bali Juni mendatang.

___________________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

‘’TERIMA kasih ya, Mas.’’ Ucapan itu dilontarkan dua pemuda usai motor  Yamaha Alfa miliknya diperbaiki secara cuma-cuma oleh Bobby Bastia Yudha bersama beberapa rekannya. Itu dilakukan beberapa saat setelah mereka mendapati keduanya menuntun motornya di depan markas Scooter Independent Java Indonesia (SIJI) Madiun AE.

Kepedulian Bobby untuk membantu sesama pengendara motor yang sedang mogok di jalan sudah tertanam sejak kali pertama melakukan touring pada 2005 silam. Kala itu, hanya bermodal Rp 200 ribu, dia nekat berangkat menghadiri event besar komunitas vespa di Lampung. ”Di jalan sering ditolong orang. Disuruh makan, disuruh istirahat. Kalau vespa mogok juga dibantu,” kenang pria 46 tahun tersebut.

Perjalanan panjang ke Lampung berawal dari PHK besar-besaran kala krisis moneter 1998. Pekerjaan sebagai buruh potong kaca di Jakarta terpaksa dilepaskan. Bersamaan itu Bobby pulang kampung ke Kota Madiun setelah lima tahun merantau di ibu kota. Setelah itu dia kerja serabutan. Mulai tukang becak, kuli bangunan, hingga bantu-bantu di bengkel mobil.

Baca Juga :  Jangan Jadi Kota Seribu Pita Penggaduh

Selama perjalanan ke Lampung, Bobby kerap mampir ke bengkel vespa. Tujuannya untuk belajar. Tak urung, butuh waktu hingga lima bulan baginya untuk sampai di tujuan.

Pulang dari Lampung, Bobby semakin keranjingan touring. Pun, kemampuannya mengulik mesin motor, khususnya vespa, semakin meningkat. ”Tahun 2007 saya buka bengkel sendiri dan masih eksis sampai sekarang,” ungkap warga Jalan Pringgondani, Kelurahan/Kecamatan Taman, itu.

Kemahirannya dalam mengutak-atik vespa membuatnya memiliki banyak kenalan dari kalangan penggemar jenis motor itu. Tak Jarang dia dipanggil membuka lapak dalam event besar perkumpulan vespa sebagai mekanik. ”Juli nanti saya diajak ke event vespa internasional di Bali,” ujarnya.

Di balik kisah manisnya dalam menggandrungi vespa, Bobby menyimpan beberapa kenangan pahit. Terutama dulu saat masih kerap touring dengan vespa ekstrem. Warga kerap memberikan penilaian negatif kepadanya. ”Entah dikira urakan atau mengotori daerah mereka,” tuturnya. *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/