alexametrics
25.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Ratusan Perawat Terpapar, PPNI Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Usai

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 belum usai. Karena itu, kalangan perawat berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi antikorona. ‘’Vaksinasi itu perisai utama,’’ kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Madiun Edy Purwanto, Kamis (17/3).

Saat ini terdapat sekitar seribu perawat yang bertugas di Kota Madiun. Mereka tersebar di berbagai rumah sakit seperti RSUD dr Soedono, RSUD Kota Madiun, RSI Siti Aisyah Madiun, RS Santa Clara, RS Griya Husada, RS DKT Madiun, Dinas Kesehatan Kota (DKK). Juga di RS Paru Manguharjo, Klinik Bhayangkara Polres Madiun Kota, puskesmas, dan beberapa layanan kesehatan lainnya. ‘’Terbanyak di RSUD dr Soedono, hampir 500 perawat,’’ ungkap Edy.

Tugas berat harus dihadapi para perawat selama pandemi. Terutama yang menangani pasien Covid-19. Pun, tidak sedikit yang terpapar virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok, itu. Bahkan, hingga gugur akibat direnggut korona.

Baca Juga :  Pengamat Ekonomi Sebut UMKM Tidak Perlu Khawatir Tersaingi Gerai Berjejaring

Edy menyebutkan, selama tiga tahun pandemi, tercatat ada 455 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, tiga meninggal dunia. ‘’Seorang di antaranya almarhum Cahyo Bintoro. Beliau merupakan ketua DPD PPNI Kota Madiun saat itu,’’ tuturnya.

Sementara, saat ini terdapat 255 perawat yang sedang menjalani perawatan akibat terpapar Covid-19. ‘’Saya sendiri dua kali terpapar. Terbaru, tiga hari lalu baru dinyatakan negatif. Maka dari itu, kami mengimbau teman-teman (para perawat, Red) lebih berhati-hati saat menjalankan tugas,’’ tegasnya.

Ditanya soal kesejahteraan perawat, Edy menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada standardisasi yang jelas. Masih banyak perawat yang honornya jauh dari kata cukup. ‘’Ada yang sekadar menjadi sukarelawan. Gaji tidak sampai Rp 1 juta. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian,’’ ujarnya. (ggi/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 belum usai. Karena itu, kalangan perawat berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi antikorona. ‘’Vaksinasi itu perisai utama,’’ kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Madiun Edy Purwanto, Kamis (17/3).

Saat ini terdapat sekitar seribu perawat yang bertugas di Kota Madiun. Mereka tersebar di berbagai rumah sakit seperti RSUD dr Soedono, RSUD Kota Madiun, RSI Siti Aisyah Madiun, RS Santa Clara, RS Griya Husada, RS DKT Madiun, Dinas Kesehatan Kota (DKK). Juga di RS Paru Manguharjo, Klinik Bhayangkara Polres Madiun Kota, puskesmas, dan beberapa layanan kesehatan lainnya. ‘’Terbanyak di RSUD dr Soedono, hampir 500 perawat,’’ ungkap Edy.

Tugas berat harus dihadapi para perawat selama pandemi. Terutama yang menangani pasien Covid-19. Pun, tidak sedikit yang terpapar virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok, itu. Bahkan, hingga gugur akibat direnggut korona.

Baca Juga :  Lapas Pemuda Madiun Ikuti Upacara HBP ke-58 secara Virtual

Edy menyebutkan, selama tiga tahun pandemi, tercatat ada 455 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, tiga meninggal dunia. ‘’Seorang di antaranya almarhum Cahyo Bintoro. Beliau merupakan ketua DPD PPNI Kota Madiun saat itu,’’ tuturnya.

Sementara, saat ini terdapat 255 perawat yang sedang menjalani perawatan akibat terpapar Covid-19. ‘’Saya sendiri dua kali terpapar. Terbaru, tiga hari lalu baru dinyatakan negatif. Maka dari itu, kami mengimbau teman-teman (para perawat, Red) lebih berhati-hati saat menjalankan tugas,’’ tegasnya.

Ditanya soal kesejahteraan perawat, Edy menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada standardisasi yang jelas. Masih banyak perawat yang honornya jauh dari kata cukup. ‘’Ada yang sekadar menjadi sukarelawan. Gaji tidak sampai Rp 1 juta. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian,’’ ujarnya. (ggi/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/