alexametrics
27.4 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Dam Kedungbanteng Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan masalah banjir butuh kerja cepat Pemkab Madiun. Menyusul jebolnya Dam Kedungbanteng, Pilangkenceng. Sebab, dam tersebut vital untuk mencukupi kebutuhan air ratusan hektare lahan sawah di kawasan sekitar. ‘’Sudah kami turunkan sejumlah petugas untuk meninjau lokasi,’’ kata Kabid Pengairan DPUPR Kabupaten Madiun Maskur Yatim, Sabtu (17/4).

Hasilnya, lanjut Maskur, dam mengalami kerusakan lumayan parah. Sayap hulu kanan dam kurang lebih 20 meter. Pemicunya, curah hujan intensitas tinggi. Berkisar 90 sampai 120 milimeter per detik pada Rabu malam (14/4) di wilayah Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng. Akibatnya, aliran air berkumpul dan menerjang dam hingga jebol. ‘’Dam tidak mampu menampung debit air,’’ ujar Maskur.

Baca Juga :  Bangun Stasiun Baru di Barat, Ditargetkan April Selesai

Usia uzur juga salah satu faktor penyebab ambrolnya Dam Kedungbanteng. Dam tersebut dibangun 1970 silam. Artinya, sudah berusia setengah abad lebih. Maskur menyebut bahwa penanganan darurat telah dilakukan. ‘’Dipasang kawat bronjong, diisi batu kali di bagian yang rusak,’’ terangnya. (den/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan masalah banjir butuh kerja cepat Pemkab Madiun. Menyusul jebolnya Dam Kedungbanteng, Pilangkenceng. Sebab, dam tersebut vital untuk mencukupi kebutuhan air ratusan hektare lahan sawah di kawasan sekitar. ‘’Sudah kami turunkan sejumlah petugas untuk meninjau lokasi,’’ kata Kabid Pengairan DPUPR Kabupaten Madiun Maskur Yatim, Sabtu (17/4).

Hasilnya, lanjut Maskur, dam mengalami kerusakan lumayan parah. Sayap hulu kanan dam kurang lebih 20 meter. Pemicunya, curah hujan intensitas tinggi. Berkisar 90 sampai 120 milimeter per detik pada Rabu malam (14/4) di wilayah Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng. Akibatnya, aliran air berkumpul dan menerjang dam hingga jebol. ‘’Dam tidak mampu menampung debit air,’’ ujar Maskur.

Baca Juga :  Sukses Adi Baskoro Menjadi Pengusaha Sablon dan Konveksi di Ngawi

Usia uzur juga salah satu faktor penyebab ambrolnya Dam Kedungbanteng. Dam tersebut dibangun 1970 silam. Artinya, sudah berusia setengah abad lebih. Maskur menyebut bahwa penanganan darurat telah dilakukan. ‘’Dipasang kawat bronjong, diisi batu kali di bagian yang rusak,’’ terangnya. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/