alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Dana Bantuan Partai Politik di Kota Madiun Naik Rp 2.250

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pundi-pundi pendapatan partai politik (parpol) di Kota Madiun tahun ini semakin besar. Sebab, pemkot menyepakati usulan tambahan dana bantuan partai politik (banpol). Persentase kenaikannya cukup besar, yakni 35 persen.

Kepala Bakesbangpol Kota Madiun Tjatoer Wahjoedianto mengatakan, kenaikan dana banpol itu disepakati wali kota dan DPRD untuk dimasukkan dalam APBD 2022. Pun, telah diajukan ke gubernur dan sudah disetujui. Selanjutnya, tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Kami masih menunggu (rekomendasi, Red) itu,’’ kata Tjatoer kemarin (16/5).

Pada tahun lalu, nominal banpol yang diberikan pemkot sebesar Rp 6.250 per suara sah. Sementara, di APBD 2022 besarannya naik menjadi Rp 8.500. ‘’Ada kenaikan Rp 2.250,’’ sebutnya.

Tjatoer menjelaskan, untuk mendapatkan dana banpol ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi parpol. Yakni, mengajukan surat permohonan dilengkapi nomor NPWP serta nomor rekening. Selain itu, menunjukkan surat otentifikasi perolehan suara dan kursi. Juga rencana penggunaan bantuan tersebut. ‘’Aturan penggunaannya, 60 persen untuk pendidikan politik dan 40 persen operasional parpol,’’ paparnya.

Tak pelak, kenaikan dana banpol itu membuat parpol semringah. Bantuan keuangan yang diterima semakin bertambah. Bergantung pada perolehan suara sah yang didapatkan dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019.

Parpol yang mendapatkan banpol paling besar adalah PDIP. Sebab, partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi jawara Pileg 2019 di Kota Madiun dengan perolehan suara 23.158. Setara dengan enam kursi. PDIP mendapatkan banpol Rp 196,8 juta.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Melejit, Sekilo Tembus Rp 70 Ribu

Urutan kedua ditempati Demokrat. Dalam pileg lalu, partai berlambang bintang mercy tersebut mampu meraup 14.694 suara atau sepadan dengan empat kursi. Tahun ini, Demokrat mendapatkan banpol Rp 124,8 juta. Berikutnya, Perindo dengan 12.800 suara atau setara empat kursi. Partai berlambang burung garuda merah-biru itu mendapat banpol Rp 108,8 juta (selengkapnya lihat grafis). (her)

Banpol Periode 2019–2024

Partai           Suara           Nilai 2021                        Nilai 2022

Demokrat    14.694         Rp 91,98 juta                   Rp 124,89 juta

PDIP            23.158         Rp 144,96 juta                 Rp 196,84 juta

Gerindra      11.517         Rp 72,09 juta                   Rp 97,89 juta

PKB             11.585         Rp 72,52 juta                   Rp 98,47 juta

Nasdem       7.784            Rp 48,72 juta                   Rp 66,16 juta

Golkar         8.658            Rp 54,19 juta                   Rp 73,59 juta

PAN            2.529            Rp 15,83 juta                   Rp 21,49 juta

PKS             7.241            Rp 45,32 juta                   Rp 61,54 juta

Perindo       12.800         Rp 80,12 juta                   Rp 108,8 juta

PPP             3.527            Rp 22,07 juta                   Rp 29,97 juta

PSI              8.338            Rp 52,19 juta                   Rp 70,87 juta

Sumber: Bakesbangpol Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pundi-pundi pendapatan partai politik (parpol) di Kota Madiun tahun ini semakin besar. Sebab, pemkot menyepakati usulan tambahan dana bantuan partai politik (banpol). Persentase kenaikannya cukup besar, yakni 35 persen.

Kepala Bakesbangpol Kota Madiun Tjatoer Wahjoedianto mengatakan, kenaikan dana banpol itu disepakati wali kota dan DPRD untuk dimasukkan dalam APBD 2022. Pun, telah diajukan ke gubernur dan sudah disetujui. Selanjutnya, tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Kami masih menunggu (rekomendasi, Red) itu,’’ kata Tjatoer kemarin (16/5).

Pada tahun lalu, nominal banpol yang diberikan pemkot sebesar Rp 6.250 per suara sah. Sementara, di APBD 2022 besarannya naik menjadi Rp 8.500. ‘’Ada kenaikan Rp 2.250,’’ sebutnya.

Tjatoer menjelaskan, untuk mendapatkan dana banpol ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi parpol. Yakni, mengajukan surat permohonan dilengkapi nomor NPWP serta nomor rekening. Selain itu, menunjukkan surat otentifikasi perolehan suara dan kursi. Juga rencana penggunaan bantuan tersebut. ‘’Aturan penggunaannya, 60 persen untuk pendidikan politik dan 40 persen operasional parpol,’’ paparnya.

Tak pelak, kenaikan dana banpol itu membuat parpol semringah. Bantuan keuangan yang diterima semakin bertambah. Bergantung pada perolehan suara sah yang didapatkan dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019.

Parpol yang mendapatkan banpol paling besar adalah PDIP. Sebab, partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi jawara Pileg 2019 di Kota Madiun dengan perolehan suara 23.158. Setara dengan enam kursi. PDIP mendapatkan banpol Rp 196,8 juta.

Baca Juga :  PPKM Level 3, Aktivitas Jalan-Jalan di Mal Berkurang

Urutan kedua ditempati Demokrat. Dalam pileg lalu, partai berlambang bintang mercy tersebut mampu meraup 14.694 suara atau sepadan dengan empat kursi. Tahun ini, Demokrat mendapatkan banpol Rp 124,8 juta. Berikutnya, Perindo dengan 12.800 suara atau setara empat kursi. Partai berlambang burung garuda merah-biru itu mendapat banpol Rp 108,8 juta (selengkapnya lihat grafis). (her)

Banpol Periode 2019–2024

Partai           Suara           Nilai 2021                        Nilai 2022

Demokrat    14.694         Rp 91,98 juta                   Rp 124,89 juta

PDIP            23.158         Rp 144,96 juta                 Rp 196,84 juta

Gerindra      11.517         Rp 72,09 juta                   Rp 97,89 juta

PKB             11.585         Rp 72,52 juta                   Rp 98,47 juta

Nasdem       7.784            Rp 48,72 juta                   Rp 66,16 juta

Golkar         8.658            Rp 54,19 juta                   Rp 73,59 juta

PAN            2.529            Rp 15,83 juta                   Rp 21,49 juta

PKS             7.241            Rp 45,32 juta                   Rp 61,54 juta

Perindo       12.800         Rp 80,12 juta                   Rp 108,8 juta

PPP             3.527            Rp 22,07 juta                   Rp 29,97 juta

PSI              8.338            Rp 52,19 juta                   Rp 70,87 juta

Sumber: Bakesbangpol Kota Madiun

Most Read

Artikel Terbaru

/