alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Garap Kawasan Bogowonto, Bapelitbangda Sinergikan Program Lintas OPD

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Desain penataan kawasan wisata Jalan Bogowonto fixed. Tidak banyak konsep yang diubah Wali Kota Madiun Maidi saat dipaparkan PT INKA Multi Solusi Consulting (IMSC) di Ngrowo Bening Jumat (13/5) lalu. ‘’Semua tinggal jalan,’’ kata Plt Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun Agus Tri Tjahjanto, Selasa (17/5).

Menurut dia, site plan dan block plan di kawasan proliman Pasar Kawak itu telah mengalami beberapa kali penyempurnaan. Namun, khusus finishing desain detail model art-nya masih terus dikoordinasikan antara konsultan dengan dinas terkait. ‘’Sebagai koordinator, kami akan menyinergikan program dari masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah),’’ ujar Agus.

Karena itu, Agus meminta OPD terkait segera melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Seperti dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) yang mengerjakan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk segera membuat dokumen perencanaan. Total sekitar 15 PJU yang akan dipasang. ‘’Harapannya bisa menjadi ikon bahwa Madiun sebagai kota jasa, khususnya kuliner, dengan konsep kereta api,’’ terangnya.

Baca Juga :  Selisih 16 Detik, Neta Proyeksi Perkuat Timnas Triatlon

Selain itu, untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jalan Bogowonto, wali kota meminta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) memperbaiki trotoar. ‘’Juga ada dishub (dinas perhubungan) yang diserahi mengatur utilitas APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), disdag (dinas perdagangan) yang mengelola kawasan tersebut, kemudian disbudparpora soal promosinya,’’ papar Agus.

Jalan Bogowonto digadang-gadang menjadi salah satu tempat ikonik sekaligus magnet bagi pengunjung yang ingin berwisata kuliner di Kota Madiun. ‘’Golnya tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena di situ diperkirakan perputaran uangnya tinggi,’’ ungkapnya.

Hal terpenting dari sebuah pembangunan, menurut Agus, tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tapi juga aspek lingkungan. Pembangunan infrastruktur bukan hanya fokus pada dampak ekonominya, tapi juga harus ramah lingkungan. ‘’Jadi, kalau Kota Madiun bisa dikelola dengan baik, pendapatan daerah pasti akan meningkat. Sehingga, roda ekonomi berputar lebih cepat lagi,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Desain penataan kawasan wisata Jalan Bogowonto fixed. Tidak banyak konsep yang diubah Wali Kota Madiun Maidi saat dipaparkan PT INKA Multi Solusi Consulting (IMSC) di Ngrowo Bening Jumat (13/5) lalu. ‘’Semua tinggal jalan,’’ kata Plt Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun Agus Tri Tjahjanto, Selasa (17/5).

Menurut dia, site plan dan block plan di kawasan proliman Pasar Kawak itu telah mengalami beberapa kali penyempurnaan. Namun, khusus finishing desain detail model art-nya masih terus dikoordinasikan antara konsultan dengan dinas terkait. ‘’Sebagai koordinator, kami akan menyinergikan program dari masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah),’’ ujar Agus.

Karena itu, Agus meminta OPD terkait segera melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Seperti dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) yang mengerjakan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk segera membuat dokumen perencanaan. Total sekitar 15 PJU yang akan dipasang. ‘’Harapannya bisa menjadi ikon bahwa Madiun sebagai kota jasa, khususnya kuliner, dengan konsep kereta api,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Bedah RTLH-Jambanisasi Habiskan Rp 1,3 Miliar

Selain itu, untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jalan Bogowonto, wali kota meminta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) memperbaiki trotoar. ‘’Juga ada dishub (dinas perhubungan) yang diserahi mengatur utilitas APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), disdag (dinas perdagangan) yang mengelola kawasan tersebut, kemudian disbudparpora soal promosinya,’’ papar Agus.

Jalan Bogowonto digadang-gadang menjadi salah satu tempat ikonik sekaligus magnet bagi pengunjung yang ingin berwisata kuliner di Kota Madiun. ‘’Golnya tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena di situ diperkirakan perputaran uangnya tinggi,’’ ungkapnya.

Hal terpenting dari sebuah pembangunan, menurut Agus, tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tapi juga aspek lingkungan. Pembangunan infrastruktur bukan hanya fokus pada dampak ekonominya, tapi juga harus ramah lingkungan. ‘’Jadi, kalau Kota Madiun bisa dikelola dengan baik, pendapatan daerah pasti akan meningkat. Sehingga, roda ekonomi berputar lebih cepat lagi,’’ tuturnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/