alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Kejaksaan Periksa Eks Dirut BPR Bank Daerah Kota Madiun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun akhirnya memeriksa Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistia kemarin (17/5). Dia diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan penyaluran kredit usaha fiktif.

Ahmadu tiba di gedung kejaksaan pukul 08.40 WIB. Dia datang bersama dengan temannya. Sekitar pukul 12.30, dia keluar dari ruang pemeriksaan. Kepada awak media, Ahmadu mengaku banyak pertanyaan yang disampaikan penyidik kepadanya. Semua itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan penyaluran kredit usaha fiktif pada 2019 lalu sebesar Rp 1,4 miliar. ‘’Banyak hal yang ditanyakan. Ya, terkait dengan dugaan kesalahan prosedur pemberian kredit,’’ kata tanpa menjelaskan materi pemeriksaan.

Ahmadu tak menampik kasus yang disidik oleh kejaksaan tersebut ketika dirinya masih menjabat sebagai dirut. Dirinya baru purnatugas pada 28 Oktober 2021. Namun demikian, laporan keuangan perusahaan milik pemkot itu berapor merah. Salah satunya menyangkut tentang nonperforming loan (NPL) atau angka kredit macet yang membengkak. ‘’Ya, harapannya ke depan, semoga saja kasusnya bisa segera terselesaikan secara terbuka,’’ harap Ahmadu sambil berjalan menuju ke parkiran mobil dan meninggalkan kantor kejaksaan.

Baca Juga :  KPK Lelang Tanah-Bangunan Eks Wali Kota Madiun Bambang Irianto yang Ada di Kediri

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Ahmad Heru Prasetyo mengatakan ada lima saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik kemarin. Salah seorang di antaranya adalah eks Dirut PD BPR Bank Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistia.

Menurutnya, keterangan Ahmadu dibutuhkan karena tugas dan wewenangnya selama menjabat dirut. Dia dianggap mengetahui terkait prosedur maupun alur pemberian kredit usaha kepada nasabah PD BPR Bank Daerah. Apalagi, dalam pelaksanaannya kredit yang disalurkan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan standar operasional prosedur (SOP) dan aturan perbankan.

‘’Pemeriksaan terkait tugas dan kewenangan masing-masing saksi. Salah satunya bagaimana prosedur penyaluran kredit bisa dicairkan. Karena kami ketahui telah terjadi kredit macet dan ada beberapa penyimpangan yang dilakukan,’’ kata Heru.

Total sampai saat ini ada 12 saksi yang telah pihaknya periksa untuk mendalami kasus di PD BPR Bank Daerah. Selanjutnya, keterangan yang didapat itu nantinya bakal dikompulir dan dibandingkan dengan jawaban dari saksi-saksi lainnya. ‘’Untuk selanjutnya masih terbuka kemungkinan ada beberapa saksi terkait lainnya yang akan dimintai keterangan. Tim penyidik akan terus menggali fakta dan alat bukti untuk menemukan titik terang kasus ini,’’ terang Heru. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun akhirnya memeriksa Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistia kemarin (17/5). Dia diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan penyaluran kredit usaha fiktif.

Ahmadu tiba di gedung kejaksaan pukul 08.40 WIB. Dia datang bersama dengan temannya. Sekitar pukul 12.30, dia keluar dari ruang pemeriksaan. Kepada awak media, Ahmadu mengaku banyak pertanyaan yang disampaikan penyidik kepadanya. Semua itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan penyaluran kredit usaha fiktif pada 2019 lalu sebesar Rp 1,4 miliar. ‘’Banyak hal yang ditanyakan. Ya, terkait dengan dugaan kesalahan prosedur pemberian kredit,’’ kata tanpa menjelaskan materi pemeriksaan.

Ahmadu tak menampik kasus yang disidik oleh kejaksaan tersebut ketika dirinya masih menjabat sebagai dirut. Dirinya baru purnatugas pada 28 Oktober 2021. Namun demikian, laporan keuangan perusahaan milik pemkot itu berapor merah. Salah satunya menyangkut tentang nonperforming loan (NPL) atau angka kredit macet yang membengkak. ‘’Ya, harapannya ke depan, semoga saja kasusnya bisa segera terselesaikan secara terbuka,’’ harap Ahmadu sambil berjalan menuju ke parkiran mobil dan meninggalkan kantor kejaksaan.

Baca Juga :  Tahapan PPDB SD-SMP Negeri Kota Madiun Dimulai, Ini Mekanismenya

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Ahmad Heru Prasetyo mengatakan ada lima saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik kemarin. Salah seorang di antaranya adalah eks Dirut PD BPR Bank Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistia.

Menurutnya, keterangan Ahmadu dibutuhkan karena tugas dan wewenangnya selama menjabat dirut. Dia dianggap mengetahui terkait prosedur maupun alur pemberian kredit usaha kepada nasabah PD BPR Bank Daerah. Apalagi, dalam pelaksanaannya kredit yang disalurkan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan standar operasional prosedur (SOP) dan aturan perbankan.

‘’Pemeriksaan terkait tugas dan kewenangan masing-masing saksi. Salah satunya bagaimana prosedur penyaluran kredit bisa dicairkan. Karena kami ketahui telah terjadi kredit macet dan ada beberapa penyimpangan yang dilakukan,’’ kata Heru.

Total sampai saat ini ada 12 saksi yang telah pihaknya periksa untuk mendalami kasus di PD BPR Bank Daerah. Selanjutnya, keterangan yang didapat itu nantinya bakal dikompulir dan dibandingkan dengan jawaban dari saksi-saksi lainnya. ‘’Untuk selanjutnya masih terbuka kemungkinan ada beberapa saksi terkait lainnya yang akan dimintai keterangan. Tim penyidik akan terus menggali fakta dan alat bukti untuk menemukan titik terang kasus ini,’’ terang Heru. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/