alexametrics
29.1 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Tiga Kali Kalah, Tim Sepak Bola Kabupaten Madiun Gagal Lolos ke Porprov 2022

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun dipastikan gagal berpartisipasi di cabang olahraga (cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022. Itu seiring rekor buruk di ajang pra-porprov. ”Tiga kali main, tiga-tiganya kalah semua,” kata Slamet ’’Kobok’’ Kasiyanto, asisten pelatih sepak bola Kabupaten Madiun, Selasa (17/5).

Pertandingan pra-porprov yang digelar di Kediri itu bergulir selama lima hari. Mulai 10 hingga 14 Mei. Kabupaten Madiun masuk grup E bersama Kabupaten Malang, Kediri, dan Ponorogo. Selain selalu kalah, produktivitas tim juga memprihatinkan. Yakni, sama sekali tidak mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Saat melawan Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun dibantai 4-0. Kemudian, dengan Kediri kalah 0-3. Kedua pertandingan itu digelar di Stadion Candra Bhirawa, Kediri. Sementara, saat bertanding dengan Ponorogo di Stadion Rondo Kuning Gurah menelan kekalahan 0-1. ”Jujur, kalah kualitas,” sebut Kobok.

Baca Juga :  Hujan-Angin Kencang Sapu Kecamatan Geger, Satu Mobil Rusak

Penggawa kesebelasan Kabupaten Madiun yang dibawa ke pra-porprov kali ini dari Persekama yang tahun lalu mengikuti Liga 3 Jatim. Namun, kata Kobok, kurang memiliki kedalaman skuad lantaran tidak diperkuat beberapa pemain penting seperti posisi bek dan penjaga gawang. ”Tidak ada pengganti sepadan. Hal itu juga menjadi salah satu faktor dari hasil buruk yang didapat,” ujarnya.

Kobok menyebutkan, pengembangan kualitas sepak bola Kabupaten Madiun terkendala nihilnya kompetisi di daerah sendiri. Padahal, kompetisi merupakan wadah bersaing antarklub maupun sekolah sepak bola (SSB). Pun, ada pembinaan pemain mulai usia dini sampai senior. ”Diharapkan ke depan ada kompetisi agar potensi pemain berkembang. Sehingga, banyak pemain potensial yang dapat diandalkan Kabupaten Madiun di berbagai ajang resmi,” pungkasnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun dipastikan gagal berpartisipasi di cabang olahraga (cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022. Itu seiring rekor buruk di ajang pra-porprov. ”Tiga kali main, tiga-tiganya kalah semua,” kata Slamet ’’Kobok’’ Kasiyanto, asisten pelatih sepak bola Kabupaten Madiun, Selasa (17/5).

Pertandingan pra-porprov yang digelar di Kediri itu bergulir selama lima hari. Mulai 10 hingga 14 Mei. Kabupaten Madiun masuk grup E bersama Kabupaten Malang, Kediri, dan Ponorogo. Selain selalu kalah, produktivitas tim juga memprihatinkan. Yakni, sama sekali tidak mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Saat melawan Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun dibantai 4-0. Kemudian, dengan Kediri kalah 0-3. Kedua pertandingan itu digelar di Stadion Candra Bhirawa, Kediri. Sementara, saat bertanding dengan Ponorogo di Stadion Rondo Kuning Gurah menelan kekalahan 0-1. ”Jujur, kalah kualitas,” sebut Kobok.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Habiskan Rp 30 Miliar Bayar THR Lebaran 6.570 ASN

Penggawa kesebelasan Kabupaten Madiun yang dibawa ke pra-porprov kali ini dari Persekama yang tahun lalu mengikuti Liga 3 Jatim. Namun, kata Kobok, kurang memiliki kedalaman skuad lantaran tidak diperkuat beberapa pemain penting seperti posisi bek dan penjaga gawang. ”Tidak ada pengganti sepadan. Hal itu juga menjadi salah satu faktor dari hasil buruk yang didapat,” ujarnya.

Kobok menyebutkan, pengembangan kualitas sepak bola Kabupaten Madiun terkendala nihilnya kompetisi di daerah sendiri. Padahal, kompetisi merupakan wadah bersaing antarklub maupun sekolah sepak bola (SSB). Pun, ada pembinaan pemain mulai usia dini sampai senior. ”Diharapkan ke depan ada kompetisi agar potensi pemain berkembang. Sehingga, banyak pemain potensial yang dapat diandalkan Kabupaten Madiun di berbagai ajang resmi,” pungkasnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/