alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Kejari Kota Madiun Libatkan Ahli Usut Dugaan Rasuah di PDAM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun dipertajam. Kejaksaan negeri (kejari) mendatangkan ahli guna menghitung kerugian negara. ‘’Saat ini proses penyidikan masih berlanjut,’’ kata Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Akhmad Heru Prasetyo, Rabu (17/11).

Menurut Heru, dalam menghitung kerugian negara butuh metode tertentu guna mendapatkan hasil yang valid. Pun prosesnya tidak dapat buru-buru lantaran berkaitan dengan angka. ‘’Ahli pakai metode menghitungnya, kalau dipercepat malah nggak matang. Maka, kami serahkan sepenuhnya proses pada tim ahli,’’ ujarnya.

Informasi awal, Heru memastikan tim ahli telah menyepakati ada kerugian negara. Akibat penyelewengan anggaran honorarium tenaga upahan PDAM Tirta Taman Sari. Hanya, besarannya masih menunggu hasil penghitungan tim ahli. ‘’Harapannya segera, kalau dari kami ingin cepat tuntas,’’ ungkapnya.

Jika sudah tuntas, tahapan berikutnya penyidik kembali menggali bukti tambahan. Sebelum mengerucut pada penetapan tersangka. ‘’Pemeriksaan saksi sudah, tentunya selanjutnya penetapan tersangka nanti setelah penghitungan oleh ahli selesai,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ruang Satu: Waspada Bencana

Diketahui, kejari mengendus dugaan penyalahgunaan anggaran honor tenaga upahan di PDAM Tirta Taman Sari. Praktik rasuah itu terjadi selama lima tahun. Yakni, periode 2017-2021. Berbagai tahapan telah dilalui mulai pengumpulan data, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan awal, hingga terbit surat perintah penyidikan (sprindik). Pun penyelidikan naik status ke penyidikan. ‘’Kami mohon dukungan, tim sedang bekerja,’’ ucapnya.

Sejauh ini, 26 saksi telah dimintai keterangan. Sebagian masih aktif di perusahaan pelat merah milik Pemkot Madiun itu. Selebihnya berstatus mantan pegawai BUMD tersebut. Salah satunya, mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Taman Sari Bambang Irianto. ‘’Kami berharap secepatnya kasus ini dapat diusut tuntas,’’ tegasnya.

Di sisi lain, PDAM Tirta Taman Sari saat ini juga dirundung persoalan internal. Yakni, temuan selisih laporan neraca keuangan koperasi karyawan setempat. Jumlahnya mencapai Rp 722,6 juta. Selisih ini terus ditelusuri melalui dokumen yang kini diburu pengurus baru koperasi. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun dipertajam. Kejaksaan negeri (kejari) mendatangkan ahli guna menghitung kerugian negara. ‘’Saat ini proses penyidikan masih berlanjut,’’ kata Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Akhmad Heru Prasetyo, Rabu (17/11).

Menurut Heru, dalam menghitung kerugian negara butuh metode tertentu guna mendapatkan hasil yang valid. Pun prosesnya tidak dapat buru-buru lantaran berkaitan dengan angka. ‘’Ahli pakai metode menghitungnya, kalau dipercepat malah nggak matang. Maka, kami serahkan sepenuhnya proses pada tim ahli,’’ ujarnya.

Informasi awal, Heru memastikan tim ahli telah menyepakati ada kerugian negara. Akibat penyelewengan anggaran honorarium tenaga upahan PDAM Tirta Taman Sari. Hanya, besarannya masih menunggu hasil penghitungan tim ahli. ‘’Harapannya segera, kalau dari kami ingin cepat tuntas,’’ ungkapnya.

Jika sudah tuntas, tahapan berikutnya penyidik kembali menggali bukti tambahan. Sebelum mengerucut pada penetapan tersangka. ‘’Pemeriksaan saksi sudah, tentunya selanjutnya penetapan tersangka nanti setelah penghitungan oleh ahli selesai,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Massal Picu Kerumunan, Prokes Kerap Terabaikan

Diketahui, kejari mengendus dugaan penyalahgunaan anggaran honor tenaga upahan di PDAM Tirta Taman Sari. Praktik rasuah itu terjadi selama lima tahun. Yakni, periode 2017-2021. Berbagai tahapan telah dilalui mulai pengumpulan data, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan awal, hingga terbit surat perintah penyidikan (sprindik). Pun penyelidikan naik status ke penyidikan. ‘’Kami mohon dukungan, tim sedang bekerja,’’ ucapnya.

Sejauh ini, 26 saksi telah dimintai keterangan. Sebagian masih aktif di perusahaan pelat merah milik Pemkot Madiun itu. Selebihnya berstatus mantan pegawai BUMD tersebut. Salah satunya, mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Taman Sari Bambang Irianto. ‘’Kami berharap secepatnya kasus ini dapat diusut tuntas,’’ tegasnya.

Di sisi lain, PDAM Tirta Taman Sari saat ini juga dirundung persoalan internal. Yakni, temuan selisih laporan neraca keuangan koperasi karyawan setempat. Jumlahnya mencapai Rp 722,6 juta. Selisih ini terus ditelusuri melalui dokumen yang kini diburu pengurus baru koperasi. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/